Kabel Listrik - Beberapa Info Yang Anda Butuhkan

Ditulis oleh Administrator pada Selasa, 26 April 2016 | Dilihat 89332 kali
Kabel Listrik - Beberapa Info Yang Anda Butuhkan

 

Seputar Informasi Mengenai Kabel Listrik Yang Sebaiknya Anda Ketahui

Ada beberapa pertanyaan yang mungkin sudah anda ketahui jawabannya?

  1. Seberapa penting kabel listrik sebagai bagian dari instalasi listrik? Kemungkinan besar sebagian besar jawaban akan menjawab penting, jika memahami mengenai kabel listrik.
  2. Seberapa sering anda menggunakan kabel listrik dalam aktifitas sehari-hari? Mayoritas jawaban mungkin akan menjawab cukup sering, jika menyadari bahwa kabel listrik ada dimana-mana.

Disadari atau tidak, hampir setiap hari kita akan selalu menggunakan kabel listrik. Menggunakan charger laptop, kabel rol, mesin cuci, vacuum cleaner adalah sebagian diantaranya. Sementara charger HP menggunakan kabel listrik dengan tegangan DC yang kecil.

Dengan begitu sering frekuensi penggunaannya, apakah pemahaman kita mengenai kabel listrik sudah cukup memadai?

Artikel ini mencoba menjawab sebagian pertanyaan yang sering muncul berhubungan dengan kabel listrik. Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Tegangan Listrik Yang Kita Gunakan Sehari-hari

Dasar pemahaman yang pertama adalah mengenal jenis tegangan listrik yang biasa kita gunakan sehari-hari, yaitu listrik AC dan DC :

Listrik AC

AC adalah singkatan dari Alternating Current, yaitu Listrik Arus Bolak-Balik. Dinamakan demikian karena listrik ini mempunyai bentuk gelombang sinusoidal. Artinya adalah listrik ini mempunyai polaritas yang berubah-ubah antara kutub positif dan negatif dengan frekuensi 50 Hz.

Tidak perlu bingung dengan penjelasan diatas, karena bagaimanapun juga hal tersebut tidak kelihatan secara kasat mata. Diperlukan alat seperti voltmeter untuk mengetahui apakah termasuk jenis listrik AC atau bukan.

Secara mudahnya, listrik AC dapat dijumpai pada instalasi listrik rumah yang sumbernya berasal dari kabel PLN dan berujung pada stop kontak yang kita gunakan atau titik-titik lampu yang terpasang. Dan kemudahan lainnya, saat memasukkan colokan listrik ke stop kontak itu boleh terbalik atau bolak-balik ditukar. Hal ini dikarenakan sifat listrik AC yang bolak-balik tadi.

PLN memasok listrik AC ke tempat tinggal dengan tegangan 220V (system 1 phase) dan 380V (system 3 phase). Mengenai system 1 phase atau 3 phase tidak dibahas disini. Mudahnya saja, mayoritas pelanggan listrik di perumahan (daya dibawah 3500VA) umumnya menggunakan listrik 1 phase. Karena itu tegangan listrik yang ada di tempat kita adalah 220V. Sedangkan di negara-negara tetangga bervariasi tegangan 1 phase, untuk lebih detilnya klik  "tabel negara berikut ini".

Secara umum, tegangan listrik 220V tersebut berbahaya bagi makhluk hidup bila mengalir melewati tubuh, atau biasa disebut kesetrum. Karena itu berhati-hatilah dalam menggunakan listrik AC ini. Pemahaman yang benar mengenai listrik akan sangat membantu keselamatan anda.

Listrik DC

DC adalah singkatan dari Direct Current, yaitu arus Searah. Dinamakan demikian, karena listrik ini mempunyai polaritas tegangan yang tetap sepanjang waktu. Karena itu tidak ada perubahan kutub positif dan negatifnya.

Karena sifat polaritasnya yang tetap tersebut, listrik DC harus mencantumkan dengan jelas mana kutub positif dan negatif. Jangan sampai terbalik.

Penggunaan listrik DC dapat dijumpai pada battery kering, Accumulator (accu/aki) atau output dari charger HP atau laptop.

Tegangan dari listrik DC biasanya berkisar mulai dari 1,5V atau 9V (pada battery kering), 3,5-5V (pada charger HP atau laptop), 12V (pada accu). Secara umum, tegangan DC tidak berbahaya, kecuali pada accu dimana arus besar yang tersimpan pada accu dapat menjadi berbahaya jika terjadi kesalahan koneksi yang menyebabkan hubung singkat atau korsleting.

Pemahaman Mengenai Kabel Listrik

Kabel adalah komponen penting didalam instalasi listrik, yang berfungsi sebagai penghantar arus listrik dari satu titik ke titik yang lain. Analogi dengan kabel adalah pipa air.

Sebagai pemahaman dasar ada baiknya kita mengenal apa itu konduktor dan isolator.

Konduktor

Konduktor adalah bahan yang dapat menghantarkan arus listrik, baik berupa zat padat, cair atau gas. Karena sifat bahan ini yang konduktif maka disebutlah sebagai konduktor.

Konduktor yang baik adalah bahan yang memiliki tahanan jenis yang kecil. Pada umumnya bahan yang berupa logam bersifat konduktif. Karena itu kabel listrik menggunakan bahan logam.

Dilihat dari nilai tahanan jenisnya, yang terbaik adalah yang memilik tahanan jenis kecil. Bila diurutkan berdasarkan tahanan jenis dari kecil ke besar, maka didapat bahan logam : emas, perak, tembaga, alumunium, zink, besi.

Emas ini adalah jenis konduktor paling baik akan tetapi harganya sangat mahal di banding konduktor bahan lainnya. Karena itu tembaga dan alumunium dipilih sebagai konduktor dalam kabel listrik karena yang nilai tahanan jenisnya tidak besar akan tetapi harga bahannya tidak mahal.

Isolator

Isolator adalah bahan yang tidak bisa atau sulit menghantarkan perpindahan muatan listrik. Kebalikan dengan konduktor.

Beberapa bahan yang termasuk sebagai bahan isolator contohnya adalah kaca, kertas, plastik atau karet atau teflon merupakan bahan isolator yang sangat bagus Bahan-bahan ini dipergunakan sebagai penghambat mengalirnya arus listrik. Tujuannya untuk melindungi konduktor dari sentuhan dunia luar terutama tersentuh oleh makhluk hidup.

Pada kabel listrik, bahan  isolator yang paling sering dipergunakan adalah plastic dan karet. Pilihan pada bahan-bahan isolator ini karena dari segi pembuatan lebih mudah untuk di bentuk dengan daya hambat bisa ratusan bahkan mungkin ribuan volt.

Sistem Instalasi Listrik Rumah

Sistem instalasi listrik yang umum digunakan di tempat tinggal adalah system 1 phase, yaitu kabel yang disuplai dari jaringan listrik PLN menggunakan 2 kawat, yaitu penghantar Phase dan Netral sampai ke kWh-meter yang dipasang di rumah pelanggan. Kemudian berlanjut di dalam tempat tinggal menggunakan system penghantar phase, netral dan grounding, yang berarti kabel listriknya berisi 3 kawat.

Untuk anda ketahui, tanggung jawab PLN di area tempat tinggal hanya sampai titik kWh-meter saja. Diluar itu menjadi tanggung jawab pelanggan itu sendiri, yaitu berupa instalasi listrik rumah sampai ke titik stop kontak dan lampu.

Pelanggan dengan bantuan Biro Teknik Listrik (BTL) yang direkomendasikan oleh PLN atau Instalatir yang kompeten, memasang sendiri system instalasi listrik rumah. Persyaratan dan standar untuk pemasangan instalasi listrik rumah bisa ditanyakan kepada BTL atau instalatir listrik yang ada.

Mengenal Jenis-jenis Kabel Listrik

Instalasi listrik diperumahan secara umum menggunakan 3 kawat yaitu berupa phase, netral dan grounding. Masing-masing kawat menggunakan warna isolator yang berbeda, yaitu kawat phase biasanya berwarna hitam, kawat netral menggunakan warna biru dan kawat grounding menggunakan warna hijau atau kuning hijau. Dalam standarisasi warna kabel ini sudah diatur dalam standar nasional dan internasional. Penggunaan warna kabel ini di bahas pada artikel "Pengaturan Warna Kabel Berdasarkan Standar Nasional dan Internasional".

Jenis kabel listrik dibedakan dari penamaan kabel tersebut seperti NYA, NYM, NYY, dan NYMHY. Sistem penamaan ini dikenal sebagai Nomenklatur kabel.

PUIL2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000) dalam lampiran C menjelaskan mengenai tata nama (nomenklatur) kabel ini. Dari lampiran tersebut, kabel NYA, NYM, NYY dan NYMHY berarti kabel standar berpenghantar tembaga (huruf “N”) dan berselubung isolasi dari PVC (Poli Vinil Chlorida) (huruf “Y”).

Kabel Tipe NYA

Kabel tipe NYA

Merupakan kabel berisolasi PVC dan berinti kawat pejal (solid) tunggal. Warna isolasinya ada beberapa macam yaitu merah, kuning, biru dan hitam.

Kabel ini termasuk jenis kabel udara (tidak untuk ditanam dalam tanah) dikarenakan dari struktur isolasinya yang hanya memiliki satu lapis.

Bila kabel jenis ini ditanam dikawatirkan isolasinya terkoyak dan menimbulkan short circuit (hubungan arus pendek). Larangan ini juga tertuang di PUIL2000 hal 261.

Apabila kabel ini memang ingin digunakan ditanam didalam plesteran, maka harus dipasang konduit.

Konduit adalah suatu selubung pelindung. Konduit biasanya berbahan pipa PVC (tetapi berbeda dengan pipa PVC untuk air).

Akan tetapi, penggunaan konduit sebenarnya tidak terbatas pada jenis kabel NYA saja, tetapi bisa dipakai untuk kabel NYM atau NYY. Karena tujuannya adalah sebagai pelindung kabel.

Kabel Tipe NYM

Kabel tipe NYM

Pada dasarnya kabel jenis ini adalah kabel NYA yang dijadikan satu dan ditambahkan selubung karet dan isolasi luar-putih.

Kabel jenis ini relative lebih kuat karena memiliki susunan material conductor-isolator dalam-filler-isolator luar/seating.

Dari segi harga, kabel tipe ini lebih mahal dari tipe kabel NYA. Kabel type NYM ini masih harus menggunakan conduit bila di tanam di dalam dinding.

Rekomendasi untuk menggunakan conduit didalam dinding ini juga tertuang di dalam PUIL2000.

Kabel Tipe NYY

Kabel tipe NYY yang terpasang di instalasi listrik rumah

Warna khas kabel ini adalah hitam dengan isolasi PVC ganda sehingga lebih kuat.

Karena lebih kuat dari tekanan gencetan dan air, pemasangannya bisa untuk outdoor, termasuk ditanam dalam tanah secara langsung.

Kabel ini juga di rekomendasikan untuk lampu taman dan di luar rumah. Dari segi harga, kabel jenis ini lebih mahal dibanding dua jenis kabel sebelumnya.

Kabel Tipe NYMHY

Kabel NYMHY adalah jenis kabel dengan tembaga serabut.

Kabel jenis ini relatif lebih fleksibel karena konduktornya berupa serabut. NYMHY memiliki isolator PVC ganda dengan susunan material conductor-isolator dalam- isolator luar/seating.

Untuk penerapannya kabel jenis ini sangat cocok untuk dipergunakan pada peralatan instalasi yang bergerak seperti peralatan listrik tangan (Bor, Solder dll).

Tetapi kabel jenis ini tidak boleh dipakai pada instalasi listrik rumah yang bersifat tetap seperti yang terpasang pada tembok atau stop kontak. Hal ini karena kabel tembaga serabut tidak memiliki koneksi sekokoh kabel berinti kawat pejal. Kawat serabut mungkin saja tidak semua serabutnya tersambung pada koneksi terminal, karena inti serabutnya banyak. Berbeda dengan kawat inti pejal yang hanya satu saja.

Rekomendasi penggunaan kabel type NYMHY juga tertuang di PUIL2000.

Kuat Hantar Arus (KHA)

Apa yang dimaksud dengan KHA?

Dalam istilah PUIL, besarnya kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan Kuat Hantar Arus (KHA). Secara perhitungan matematik, KHA Kabel > KHA beban. Hal ini harus diterapkan supaya tidak terjadi kerusakan pada isolasi kabel yang disebabkan kabel kelebihan arus beban kemudian timbul panas dan terjadi kebakaran.

Perhitungan ini adalah perhitungan dengan kondisi kabel baru karena apabila kabel yang dipergunakan sudah lama akan terjadi degradasi kemampuan isolasi.

PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe NYA, NYM dan NYY. Sedangkan kabel type NYMHY yang kita bahas diatas tidak memiliki table karena dalam aplikasinya, beban yang di gunakan adalah beban bergerak tidak dipergunakan secara terus menerus.

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYA

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

Dari tabel diatas, satu hal yang perlu diperhatikan adalah faktor temperatur lingkungan di luar kabel. KHA yang dinyatakan dalam tabel tersebut berlaku untuk maksimum temperatur di sekitar kabel sampai 30 Cdeg. Lebih dari itu akan menyebabkan turunnya nilai KHA kabel. Ada faktor koreksi yang harus diperhitungkan sesuai dengan besarnya lingkungan. Mengenai faktor koreksi kabel ini akan kita bahas dalam artikel berikutnya.

Beberapa Tips Bermanfaat

  1. Jangan gunakan kabel untuk speaker atau sound system sebagai kabel listrik.
  2. Kabel serabut digunakan untuk penghantar listrik yang memerlukan kelenturan seperti kabel rol dan sifatnya sementara atau berpindah-pindah.
  3. Kabel serabut tidak boleh digunakan untuk kabel instalasi listrik yang sifatnya tetap, seperti yang ditanam di dalam tembok. Untuk hal ini gunakan kabel berinti kawat tunggal.
  4. Untuk penggunaan kabel tunggal seperti NYA sebagai penghantar listrik, maka gunakan konduit sebagai pelindung. Karena isolasi kabel ini hanya satu lapis. Jika mengalami kerusakan karena terkoyak atau terkelupas maka akan berbahaya jika tersentuh makhluk hidup.
  5. Konduit juga digunakan pada instalasi listrik rumah yang kabelnya ditanam dalam tembok. Selain berfungsi sebagai pelindung, juga akan memudahkan bila ada penggantian kabel. Tidak perlu membongkar tembok lagi.
  6. Warna isolasi untuk penghantar netral adalah biru dan ground adalah hijau atau kuning hijau. Hal ini sesuai dengan standar PUIL. Sedangkan warna untuk penghantar phase adalah selain dari warna-warna tersebut. Pengenalan warna ini penting untuk menghindari kesalahan dalam koneksi kabel.
  7. Gunakan Circuit Breaker untuk mencegah terjadinya gangguan seperti hubung singkat, beban lebih (overload) atau gangguan ke tanah (ground fault).

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dalam memahami secara lebih mendalam mengenai kabel listrik.

Salam pencerahan,

Rubrik Freezpage

InfoPromoDiskon.com

Tag: info pendidikan

 
Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer