Masa Pakai Accu Dipengaruhi Oleh Beberapa Faktor Ini

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 18 Mei 2016 | Dilihat 6459 kali
Masa Pakai Accu Dipengaruhi Oleh Beberapa Faktor Ini

 

Apa Saja Yang Mempengaruhi Masa Pakai Accu

Accumulator atau biasa disebut dengan Accu atau Aki adalah salah satu elemen penting dalam kendaraan bermotor. Fungsi Accu adalah sebagai penyimpan dan sekaligus merupakan sumber cadangan daya listrik terbatas saat sumber listrik utama tidak berfungsi. Accu juga bisa disebut sebagai rechargeable battery, atau batterei yang bisa diisi ulang. Tapi Accu memiliki daya simpan lebih besar dibandingkan rechargeable battery biasa atau batu battery yang digunakan pada peralatan elektronik.

Hal mendasar yang perlu diketahui mengenai Accu adalah tegangan listriknya menggunakan tegangan DC (Direct Current). Penjelasan singkat mengenai DC ini dapat ditemui dalam artikel “Seputar Informasi Mengenai Kabel Listrik Yang Sebaiknya Anda Ketahui”. Hal paling penting dari tegangan DC adalah adanya 2 kutub yaitu Positif dan Negatif yang tidak boleh terbalik.

Pada Accu, kutub negatif (-) menggunakan selubung kabel berwarna hitam, sedangkan kutub positif (+) menggunakan selubung kabel berwarna merah.

Bagian-Bagian Accu

Accu terdiri atas pelat timbal (Pb) sebagai elektrode negatif dan pelat timbal dioksida (PbO2) sebagai elektrode positif dan larutan asam sulfat sebagai larutan elektrolit. Agar kedua elektrode tidak bersentuhan, yang mengakibatkan hubung singkat atau korsleting, maka dipasanglah bahan isolator sebagai penyekat.

 

Pelat elektrode tersebut dipasang sedemikian rupa dalam jarak yang berdekatan untuk menghasilkan jumlah arus yang besar dan dihubungkan seri untuk mendapatkan tegangan listrik yang lebih besar.

Apa yang terjadi di dalam Accu saat menyimpan dan juga mengeluarkan energi listrik adalah suatu bentuk reaksi kimia diantara kedua elektrode yang terendam dalam larutan asam sulfat. Karena itu keberadaan cairan elektrolit dalam jumlah yang cukup pada accu sangat penting untuk menjaga reaksi kimia tersebut.

 

Penting untuk dipahami bahwa accu sesungguhnya bukanlah sumber listrik yang bisa menghasilkan daya listrik terus menerus seperti genset. Accu hanya mengeluarkan daya listrik sebatas kapasitas yang tersimpan di dalamnya. Kapasitas Accu dinyatakan dalam satuan Ah (Ampere hour) dengan tegangan DC dalam V (Volt).

 

Misalnya suatu accu tertulis 12V 10Ah, maka Accu dapat mensuplai daya listrik DC sebesar 12V dengan arus 10A selama 1 jam. Jika arus suplai kurang dari 10A maka durasi waktu suplai menjadi lebih dari 10 jam dan begitu pula sebaliknya.

Accu Kering dan Accu Basah

Kalau memang keberadaan cairan elektrolit tersebut sangat penting pada Accu, mengapa ada istilah accu kering dan accu basah?

Accu kering dan accu basah adalah istilah untuk 2 tipe accu yang kita kenal secara umum. Sebetulnya pemahaman ini kurang tepat, karena pada dasarnya kedua tipe accu tersebut tetap ada cairan di dalamnya. Hanya saja pada accu kering cairannya lebih padat seperti gel.

Pada accu kering atau accu basah, keduanya sama-sama diisi oleh air accu atau accu zuur. Juga sama-sama menggunakan pelat timbal (Pb). Perbedaannya adalah pada teknologi bahan yang dipakai, dimana bahan yang digunakan pada accu kering dapat meminimalisasi penguapan air accu.

Accu basah menggunakan bahan antimon (Sb) sebagai rangkaian pengikat (PbSb), dan accu kering menggunakan bahan calcium (PbCa). Sifat antimon adalah mereduksi accu zuur atau air accu sehingga air accu akan menguap dan berkurang seiring waktu pemakaian. Sedangkan sifat calcium adalah mengikat oksigen sehingga penguapan air menjadi rendah.

Karena itu casing  atau wadah pada accu basah dibuat transparan agar level air accu dapat dilihat untuk menjaga agar tidak lebih rendah dari batas bawah. Karena jika pelat timbal tidak terendam maka akan bereaksi dengan udara luar dan akibatnya bisa merusak lapisan timbal tersebut.

Sedangkan air accu pada accu kering akan cenderung berbentuk gel dan casing accu ditutup rapat dengan warna hitam untuk mengurangi penguapan air. Sehingga air accu tidak dapat dilihat dan ditambah. Tingkat penguapannya dibuat sedemikian rupa sehingga lebih lama dari masa pakai accu itu sendiri. Jadi sebelum air accu habis, sel-sel nya sudah rusak.

Accu kering ini disebut juga accu tipe Maintenance Free (MF) karena tidak perlu pemeriksaan untuk penambahan air. Tujuannya memang untuk menyederhanakan perawatan. Itulah mengapa harga accu kering relatif lebih mahal.

Bagaimana dengan Batu Battery

Mungkin ada terlintas pertanyaan, apa perbedaan dengan batu battery?

Batu battery adalah elemen kering atau bisa juga disebut accu kering murni. Bagian-bagian dari batu battery adalah :

  1. Batang karbon atau arang digunakan sebagai kutub positif
  2. Seng digunakan sebagai kutub negatif
  3. Serbuk kimia berwarna hitam berisi campuran salmiak dengan batu kawi yang berfungsi sebagai penghantar.

Persamaan dengan accu adalah adanya reaksi kimia yang menghasilkan tegangan listrik DC dan arus listrik apabila dihubungkan dengan beban..

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Umur Accu

Beberapa Faktor yang mempengaruhi masa pakai sebuah accu antara lain :

  1. Kondisi pemakaian
    Yang dimaksud dengan kondisi pemakaian disini adalah accu tersebut dipergunakan pada mobil yang dipakai terus menerus seperti angkutan umum atau mobil yang dipakai sesekali seperti mobil pribadi.
    Pada mobil pribadi, accu akan lebih tahan lama karena dipergunakan sesekali bekerja untuk menyimpan atau mengeluarkan energi listrik.
    Sedangkan mobil angkutan umum akan lebih cepat masa pakainya karena accu tersebut harus berkerja terus menerus dalam durasi yang panjang setiap hari.

 

  1. Suhu kerja ekstrem
    Suhu kerja yang terlalu panas akan mempengaruhi masa pakai accu. Karena pada suhu yang terlalu ekstrem ini, penguapan air accu akan lebih banyak dan juga sel accu bekerja pada suhu tinggi yang mengakibatkan deformasi dan mengubah struktur platnya. Karena itu level air accu pada accu basah harus diperiksa dengan teratur.

 

  1. Guncangan atau getaran
    Walaupun tidak terlalu berpengaruh, ada baiknya bila berjalan di kondisi medan yang berbatu untuk tidak terlalu cepat laju kendaraannya. Getaran atau guncangan yang tinggi ini bisa mengakibatkan kerontokan plat.

 

  1. Masa Pakai Plat Accu
    Di dalam aki ini terdapat plat aki yang berfungsi untuk menyimpan energy listrik. Waktu demi waktu plat ini akan terlapisi oleh deposit asam sulfat. Semakin lama umur aki maka semakin tebal lapisan deposit asam sulfat ini sehingga akan memperlambat proses kimiawi di dalam aki ini. Dalam hal ini pemeriksaan level air accu pada accu basah juga harus dilakukan secara teratur, agar plat tetap terendam.

    Accu generasi sekarang mempunyai indicator yang menunjukkan kondisi pada accu, apakah masih layak pakai atau harus diganti.

  1. Usia kendaraan itu sendiri
    Semakin tua usia kendaraan anda maka potensi masalah kelistrikan akan semakin besar. Masalah ini bisa berasal dari kabel, koneksi kabel yang telah berkarat, atau juga perangkat alternator (kiprok) yang sudah menurun kualitas kinerjanya. Hal tersebut ditambah dengan masa pakai peralatan aksesoris lainnya seperti AC, audio, lampu, klakson dan alarm.

 

Bila mempertimbangkan faktor cuaca di Indonesia yang bersifat tropis, dimana tingkat penguapan bisa jadi lebih tinggi, maka masa pakai accu basah cenderung lebih awet karena frekuensi pemeriksaan level accu zuur dapat disesuaikan untuk memastikan air accu tidak kurang dari batas bawah.

Tips Perawatan Accu

Beberapa tips untuk perawatan accu, terutama yang dipakai pada kendaraan, antara lain :

  1. Periksa level air accu agar jangan sampai kurang dari batas bawah (lower level). Karena jika plat tidak terendam air maka akan terjadi reaksi dengan udara dan bisa menyebabkan penurunan kinerja plat tersebut untuk dapat menyimpan energi listrik dengan baik. Bisa dikatakan bahwa accu akan cepat soak.

 

  1. Lakukan pemeriksaan tegangan atau voltase pada accu. Accu yang kondisinya masih bagus akan mengeluarkan tegangan 12-13 volt DC pada kondisi mesin mati, sedangkan pada kondisi mesin hidup tegangan antara 12-14 volt DC. Perhatikan bahwa jenis tegangannya adalah DC, perhatikan selector switch pada alat ukur.



    Sebetulnya ada alat khusus untuk mengetahui kondisi accu pada kendaraan, apakah kondisi accu tersebut masih dalam keadaan bagus atau tidaknya. Alat ini bisa dipergunakan untuk accu yang memiliki tegangan kerja 6V atau 12V DC.Fungsi alat ini adalah mengukur kemampuan accu apakah masih bisa digunakan untuk starter mesin atau tidak. Alat ini masih berupa analog, yaitu menggunakan jarum sebagai penunjuknya. Indikatornya berupa warna hijau, kuning atau warna merah. Didalam masing-masing warna ini ada keterangan berupa OK, WEAK, BAD.

    Dengan demikian pemilik accu dapat memutuskan untuk recharge, atau ganti dengan yang baru.

 

  1. Apabila sudah terdapat deposit atau kerak pada kutub-kutub accu {kutub positif (+) dan negatif (-)} sebaiknya segera lakukan pembersihan. Deposit ini akan menghambat laju arus listrik yang melewati kutub tersebut dan juga klem accu akan menjadi rusak.

 

  1. Apabila kendaraan jarang dipakai, cara merawat umur accu agar lebih awet adalah dengan menyalakan kendaraan. Tekan pedal gas minimal 2.000 rpm  dan tahan selama 30 hingga 60 detik.

 

  1. Periksa indikator pada accu untuk mengetahui apakah accu harus ditambahkan air (untuk accu basah), kurang setrum atau sudah harus diganti. Accu generasi sekarang sudah mempunyai indikator tersebut.

 

 

Semoga tips ini dapat bermanfaat dan bisa diaplikasikan untuk membuat accu lebih tahan lama.

Salam perawatan,

Rubrik Freezpage

InfoPromoDiskon.com

Tag: info pendidikan

 
Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer