Arti Kode Pada Ban Kendaraan Bermotor

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 13 Juni 2016 | Dilihat 5309 kali
Arti Kode Pada Ban Kendaraan Bermotor

 

Memahami Kemampuan Ban Kendaraan Bermotor

Salah satu komponen penting dalam kendaraan bermotor adalah ban. Karena ban memiliki banyak fungsi yaitu :

  • Penopang kendaraan dan penjaga keseimbangan
  • Tumpuan penahan beban kendaraan
  • Bagian dari kemudi yang mengubah arah kendaraan
  • Bagian dari daya gerak untuk laju kendaraan
  • Bagian dari pengereman yang memperlambat hingga menghentikan laju kndaraan

Dengan berbagai fungsinya, maka melakukan pemilihan yang tepat berupa jenis, ukuran, kemampuan membawa beban dan kesesuaian dengan kendaraan adalah salah satu faktor yang berpengaruh, terutama dalam hal keselamatan dalam berkendara.

Dan sudah seharusnya pula bila pemeriksaan terhadap kondisi ban harus dilakukan secara berkala, apalagi bila kita hendak berpergian keluar kota, seperti liburan atau mudik ke kampung halaman. Tulisan ini mencoba untuk menyegarkan kembali pemahaman mengenai arti dari kode yang tercetak di ban dan bagaimana melakukan pemeriksaan pada ban kendaraan kita.

Konstruksi Pada Ban

Ban memiliki konstruksi berlapis-lapis agar ban ini mampu menahan beban sesuai dengan spesifikasinya, tidak mudah kempes saat terkena paku, tidak mudah meleleh saat di siang yang panas dibawah teriknya matahari dan juga tidak mudah rusak/pecah pada kecepatan tinggi.

Secara detail konstruksi dari sebuah ban adalah sebagai sebagai berikut:

Penjelasan mengenai bagian-bagian ban seperti diatas tidak dibahas disini, karena yang ditekankan dalam tulisan ini adalah arti dari kode yang tercetak pada ban dan beberapa tips pemeriksaannya.

 

 

Arti Kode Yang Tercetak pada Ban

Kode yang tercetak pada ban ini sebenarnya mengidentifikasikan kemampuan ban. Berlaku baik pada ban mobil dan juga motor. Berikut penjelasannya :

Ukuran Ban

Pada ban kendaraan seperti mobil dan motor, ada 2 macam kode yang digunakan yaitu kode Metrik dan Imperial. Kode Metric menggunakan satuan ukur millimeter, sedangkan Imperial yaitu menggunakan satuan ukur inch.

Kode Metrik

Contoh ban yang menggunakan kode metrik adalah ban dengan kode 225/50-16 92 V.

 

Lebar Ban : 225 adalah kode lebar ban mobil dalam satuan millimeter, yaitu selebar 225mm

Aspek Rasio : 50 adalah kode perbandingan tinggi ban terhadap lebar 50% x 225 mm=112,5 mm.

Note: Semakin kecil perbandingan ratio maka sebuah ban memilki stabilitas dan handling yang lebih baik.

RIM (Velg) : 16 adalah kode untuk diameter velg dalam satuan inchi

Indeks Beban : 92 adalah kode beban maksimum yang dapat diterima oleh setiap ban. Berdasarkan pada data load index (LI – Lihat pada penjelasan bagian bawah mengenai Indeks Beban), untuk kode 92 berarti beban maksimum yang mampu diterima adalah 736 kilogram.

Simbol Kecepatan : V adalah kode batas maksimum kecepatan yang diperbolehkan. (V= 240 km/jam – Lihat pada penjelasan kode kecepatan ban)

Kode Imperial

Sedangkan contoh pada kode imperial adalah 4.60-H-18-4PR, dimana :

4.60 merupakan kode lebar ban mobil dalam inchi

H merupakan kode batas maksimum kecepatan. (H= 210 km/jam - Lihat pada tabel kode kecepatan ban)

18 merupakan kode diameter velg dalam inchi

4PR merupakan kode untuk kekuatan ban yang didasari pada kekuatan serat kain ban atau ply rating. 4PR berarti menggunakan lapisan kain yang terbuat dari bahan nilon di dalam sebuah carcass yang setara dengan 4 lapisan kain ban

Kode Kecepatan Ban dan Indeks Beban

Seperti dijelaskan pada bagian sebelumnya, berikut adalah tabel mengenai kode kecepatan pada ban dan indeks bebannya. Kode ini mengindikasikan bahwa ban tersebut aman di gunakan dalam kecepatan tertentu.

Semakin tinggi kode tersebut, maka semakin tinggi juga performa ban tersebut dipergunakan dalam kecepatan tinggi.

Berikut ini adalah kode ban sebagai referensi kemampuan ban tersebut dipacu di jalanan:

Kode kecepatan ban

  • Q  = 160 km/jam
  • S = 180 km/jam
  • T = 190 km/jam
  • U = 200 km/jam
  • H = 210 km/jam
  • V = 240 km/jam
  • W = 270 km/jam
  • Y = 300 km/jam
  • Z = kecepatan di atas 240 km/jam

Indeks Beban

  • 62 adalah kode untuk beban maksimal 265 Kg.
  • 63 adalah kode untuk beban maksimal 272 Kg.
  • 64 adalah kode untuk beban maksimal 265 Kg.
  • 66 adalah kode untuk beban maksimal 300 Kg.
  • 68 adalah kode untuk beban maksimal 315 Kg.
  • 70 adalah kode untuk beban maksimal 335 Kg.
  • 73 adalah kode untuk beban maksimal 365 Kg.
  • 75 adalah kode untuk beban maksimal 387 Kg.
  • 80 – 89 adalah kode untuk beban maksimal 450 – 580 Kg.
  • 90 – 100 adalah kode untuk beban maksimal 600 – 800 Kg.

Kode Produksi Ban

Bukan halnya makanan yang memiliki tanggal kadaluarsa, ban ternyata juga memiliki masa atau umur pemakaian. Pada umumnya ban tersebut akan kadaluarsa dalam waktu 3 tahun sejak diproduksi.

 

Sebagai konsumen, bagaimana kita mengetahui kapan ban tersebut diproduksi?

Pada tiap ban juga terdapat cetakan tahun produksi. Biasanya terdapat antara 5 sampai 8 digit untuk mepresentasikan ban tersebut di produksi. Pada standar internasional, menetapkan 4 digit dari belakang sebagai identifikasi ban ini diproduksi yang berarti minggu dan tahun produksi.

 

Contohnya adalah kode CJJ5101 yang berarti ban tersebut diproduksi pada minggu ke 51 tahun 2001. Sehingga konsumen dapat memperkirakan umur yang tersisa dari ban tersebut sebagai antisipasi untuk memperkirakan kapan ban harus diganti.

Cara Mengetahui Batas Pemakaian Ban

Pada setiap ban terdapat tanda khusus sebagai batas aman untuk ban yang masih baik dipakai. Seringkali dikenal dengan istilah tanda bunga ban.

Tanda ini terdapat pada sela-sela bunga arsiran (tread) ban. Apabila ban anda sudah mengalami keausan pemakaian dan telah menyentuh batas aman ban ini sebaiknya ban anda diganti dengan yang baru dan tidak harus menunggu ban harus gundul kemudian melakukan penggantian ban.

Tanda batas aman bunga ban tersebut dapat dilihat pada gambar ban di bawah ini.

 

Kode Compund/Kompon Ban

Kode untuk jenis compound atau kompon pada ban ditulis dengan kode huruf. Kode ini menjelaskan apakah jenis compound pada ban ini jenis yang keras, sedang atau lunak. Berikut ini arti masing – masing kode:

S = soft atau jenis compound lunak

M = medium atau jenis compoun sedang

H = hard atau jenis compound keras

 

Contohnya pada gambar dibawah ini :

 

Contoh kode : 90/90-14 M/C, pada kode M/C itulah yang menunjukkan kode :

M = medium, C = Compound.

 

Pemilihan jenis compound ban tergantung dari kebutuhan, misalkan ban ini akan di gunakan untuk balapan dengan temperatur pada trek balap cukup dingin, maka pada umumnya akan menggunakan jenis compound soft. Dengan tujuan bila menggunakan ban jenis lebih empuk akan terasa grip roda sehingga lebih mencengkram pada aspal. Tetapi di sisi lain, karena sifatnya yang lunak maka ban akan lebih cepat habis.


Sedangkan jenis medium atau hard pada umumnya dipakai untuk kendaraan yang dipergunakan dalam beraktifitas sehari-hari baik untuk motor maupun mobil.

Khusus Ban untuk SUV (Sport Utility Vehicle)

SUV adalah perpaduan antara mobil jenis sedan atau station wagon dengan mobil jenis jeep. Mobil SUV dapat digolongkan menjadi beberapa tipe mulai Low SUV, Medium SUV, High SUV dan Double Cabin.

 

Sesuai dengan namanya, mobil SUV ini bertujuan yaitu dapat menembus berbagai medan, dalam hal ini termasuk didalamnya adalah medan off-road.

 

Pada ban kendaraan SUV, terdapat juga kode penting yang berkaitan dengan fungsinya. Biasanya berkaitan dengan medan yang akan sering dilaluinya, misalnya off-road.

 

Berikut penjelasannya :

HT / Highway Terrain

Ban tipe ini didesain untuk kondisi jalan raya. Keunggulan dari type ban ini adalah memiliki daya cengkram yang tinggi di aspal dan tingkat kebisingan cukup rendah.

AT / All Terrain

Tipe ban ini  tepat dipakai buat trek harian dan sekali-kali melewati medan light Offroad. Tidak terlalu bising di jalan aspal dan memberikan cengkeraman yang baik di jalan basah maupun kering dan juga memberikan traksi yang cukup di jalan tanah.

MT / Mud terrain

Tipe ban ini didesain khusus hanya untuk medan Off-road, daerah pertambangan atau trek berlumpur. Tidak ada salahnya apabila memakai ban ini di jalan aspal, tapi perlu diperhatikan kecepatan maupun traksinya.

Sesuai dengan design untuk medan berat atau berlumpur maka bila dipergunakan di aspal akan menimbulkan kebisingan yang cukup tinggi.

Tips dalam memilih ban

Ketahui medan seperti apa yang akan sering dilalui, apakah pada jalan aspal biasa atau pada medan ekstrem berlumpur

Tidak selalu harus menggunakan ban yang memiliki spesifikasi tinggi, pilih sesuai dengan kecepatan yang di inginkan dalam aktifitas sehari – hari karena dengan memilih spesifikasi tinggi maka makin tinggi juga anda mengeluarkan dana lebih.

Sesuaikan dengan spesifikasi ban yang dibutuhkan oleh kendaraan anda.

Ketahui juga total beban yang akan sering diangkut oleh kendaraan anda.

Beberapa Tips Pemeriksaan Ban Terutama pada Ban Mobil

  1. Periksa secara berkala tekanan ban, paling sedikit sebulan sekali atau sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Ban dengan tekanan yang kurang memadai akan menyebabkan ban mudah panas karena gesekan yang besar dengan aspal, sehingga ban cepat aus dan bisa membahayakan keselamatan mengemudi.
  2. Karena itu kita semestinya hapal dengan tekanan yang proporsional dari ban kendaraan. Petunjuk untuk berapa besar tekanan ban yang sesuai bisa dilihat pada stiker yang menempel di bagian dalam dari pintu kendaraan Anda, atau pada buku petunjuk pemilik kendaraan.
  3. Pengukuran yang valid terhadap tekanan ban kendaraan adalah pada saat suhu ban tersebut dingin. Jika kendaraan telah menempuh perjalanan jauh, maka dapat ditunggu kurang lebih tiga jam.
  4. Selain melihat tanda bunga ban untuk memeriksa tingkat keausan ban maka cara lainnya adalah dengan menggunakan uang koin. Letakkan uang koin di tapak ban. Jika ternyata seluruh gambar uang koin tersebut bisa terlihat, maka saatnya untuk melakukan penggantian ban kendaraan.
  5. Hindari ban kendaraan saat menemui lubang di jalan, atau turunkan kecepatan saat melewatinya. Karena lubang yang terlalu besar tak hanya bisa merusak ban, melainkan juga akan mengganggu keseimbangan atau balance dari ban kendaraan.
  6. Kalau bisa buatlah jadwal rutin untuk menukarkan ban kendaraan antara yang di depan dengan yang di belakang (Untuk mobil), misalnya tiap beberapa ribu kilometer. Tujuannya untuk menyeragamkan kondisi seluruh ban dan mempertahankan masa pakai ban lebih lama.
  7. Periksalah kelengkapan penutup pentil dari ban kendaraan anda. Mengemudikan kendaraan dengan ban tanpa penutup pentil bisa jadi menyebabkan kebocoran udara dari dalam ban dan akibatnya ban akan mengalami kekurangan tekanan.
  8. Periksalah keseimbangan atau balance dari ban kendaraan secara berkala, untuk menghindari putaran ban yang tak stabil.
  9. Perhitungkan bobot yang mampu dimuat oleh kendaraan Anda. Karena jika terjadi kelebihan muatan atau melebihi kapasitas maksimal maka akan menimbulkan tekanan yang berlebih pada ban mobil Anda dan hal itu bisa berpotensi timbulnya bahaya saat berkendara

 

Semoga tulisan ini bisa membantu anda menyegarkan kembali pemahaman mengenai fungsi dan kemampuan ban dan mengingatkan untuk memeriksa ban sebelum melakukan perjalanan.

Salam keselamatan,

FreezPage – Otomotif Dept

InfoPromoDiskon.com

Tag: info pendidikan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer