Virus Zika - Gejala Dan Cara Penularannya

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 14 September 2016 | Dilihat 9560 kali
Virus Zika - Gejala Dan Cara Penularannya

 

Bagaimana Mengenali Gejala Virus Zika, Cara Penularan Dan Cara Penyembuhannya

Virus Zika ini awalnya di sebabkan oleh gigitan nyamuk dimana di temukan pada tahun 1947-an. Kasus virus Zika ini pertama kali terdeteksi di tahun 1952. Wabah virus Zika dilaporkan telah melanda di daerah tropis Afrika, Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Gejala-gelaja yang ditimbulkan ternyata mirip sekali dengan banyak penyakit pada umumnya sehingga dalam banyak kasus keberadaan virus ini sulit terdeteksi.

Pada tahun 2007, saat wabah ini merebak di Mikronesia ( Samudera Pasifik ), ternyata hanya beberapa kasus sporadis saja yang dapat dilaporkan. Di tahun 2015, salah satu puncak wabah terjadi di Brazil dan secara eksplosif menyebar sampai benua Amerika.

Hingga September 2016 virus Zika ini telah melanda 72 negara, dimana 69 negara diantaranya merupakan kasus virus Zika yang dilaporkan setelah tahun 2015.

Masa Inkubasi Virus Zika

Masa inkubasi atau disebut dengan waktu dari paparan sampai timbul gejala penyakit ini  terjadi hanya dalam beberapa hari saja. Bisa dikatakan bahwa masa inkubasinya sangat cepat sehingga jangan sampai terlambat untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Gejala apa saja yang perlu diwaspadai?

  • Gejalanya mirip dengan demam berdarah
  • Penderita mengalami demam
  • Terjadi ruam-ruam pada kulit
  • Konjungtivitis (adanya gejala mata merah)
  • Mengalami nyeri pada otot dan sendi
  • Badan merasa tidak enak
  • Sakit kepala

                                    

Gejalanya biasanya ringan saja dan berlangsung selama 2-7 hari. Pada umumnya, dari 5 orang yang terinfeksi hanya 1 yang menunjukkan gejala virus ini. Dan kebanyakan orang yang terjangkit virus Zika ini benar-benar pulih. Penderita yang terkena Virus Zika ini hingga parah atau sampai menyebabkan kematian masih sangat langka.

Dampak apa saja yang dialami bila ibu sedang hamil?

Walaupun dampak virus Zika ini tidak sampai menyebabkan kematian, akan tetapi hal ini perlu diwaspadai karena virus Zika dapat menimbulkan risiko untuk bayi yang belum lahir. Virus Zika dapat ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan.

Virus ini akan mempengaruhi sistem perkembangan saraf anak yang berkembang dalam janin. Berdasarkan penelitian sampai saat ini, ada consensus ilmiah bahwa virus Zika tersebut adalah penyebab terjadinya microcephaly dan Guillain-Barré ( GBS ).

Perlu diketahui bahwa resiko yang tertinggi selama kehamilan adalah pada tiga bulan pertama (first trimester) dan bagian awal dari waktu tiga bulan yang kedua (second trimester).  Resiko wanita hamil yang terserang infeksi microcephaly ini mengalami peningkatan dari 1 % kini menjadi 13 %.

Apa itu microcephaly?

Microcephaly adalah suatu kondisi di mana kepala bayi jauh lebih kecil dari yang diharapkan . Selama kehamilan, otak bayi tidak berkembang dengan baik.

Dampak apa saja bila bayi yang terkena microcephaly?

  • Bayi mengalami kejang
  • Bayi akan mengalami keterlambatan perkembangan, seperti terlambat untuk bicara, duduk, berdiri, berjalan
  • Bayi akan mengalami cacat intelektual yaitu penurunan kemampuan untuk belajar dan fungsi dalam kehidupan sehari-hari
  • Masalah dengan gerak motorik halus dan kasar serta keseimbangan tubuh
  • Mengalami masalah makan, seperti kesulitan untuk menelan makanan
  • Mengalami gangguan pendengaran
  • Mengalami masalah penglihatan
     

Bagaimana cara penularan Virus Zika ini?

Virus Zika ini pertama kali ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dari genus Aedes, terutama Aedes Aegypti di daerah tropis.

Nyamuk Aedes Aegypti ini biasanya menggigit manusia pada siang hari, dan puncaknya yaitu pada pagi dan sore.  Nyamuk ini adalah nyamuk yang sama yang menularkan demam berdarah, chikungunya dan demam kuning (yellow fever).

Penularan virus Zika melalui hubungan intim juga mungkin terjadi. Sedangkan cara penularan lain melalui transfusi darah masih dalam penyelidikan.

Bagaimana mendiagnosa Virus Zika secara dini?

Infeksi virus Zika dapat diprediksi berdasarkan gejala-gejala yang ditimbulkan dan sejarah perjalanan seseorang ke daerah yang terjangkit virus Zika. Tes darah atau urin dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi seseorang terinfeksi virus Zika.

Jika ada dugaan terkena wabah ini, dokter dapat meminta pasien untuk melakukan tes darah seperti halnya pada penderita demam berdarah, chikungunya ataupun virus lainnya yang serupa.

Bagi para pengunjung atau wisatawan dan penduduk non –permanen yang berada di daerah yang terjangkit virus Zika, sebaiknya melakukan hubungan intim dengan pasangannya dengan menggunakan pelindung seperti kondom untuk sekitar :

  • 8 minggu setelah didiagnosa atau mulai munculnya gejala, bagi perempuan.
  • 6 bulan setelah didiagnosa atau mulai munculnya gejala, bagi laki-laki. Hal ini dikarenakan Zika akan hidup lebih lama dalam air mani dibandingkan dengan di dalam cairan tubuh lainnya.

Bagaimana Cara Penanganan Penderita Zika?

Tidak ada obat khusus atau vaksin untuk virus Zika ini. Penderita gejala virus Zika ini dapat dirawat dengan cara:

  • Istirahat yang cukup
  • Minum cairan untuk mencegah dehidrasi
  • Minum obat seperti acetaminophen atau parasetamol untuk mengurangi demam dan rasa sakit
  • Jangan minum aspirin dan obat non - steroid anti - inflamasi ( NSAIDS ) sampai demam berdarah bisa dikesampingkan untuk mengurangi risiko perdarahan
  • Jika Anda hendak meminum obat untuk kondisi medis lain , bicarakanlah dengan dokter Anda sebelum mengambil pengobatan tambahan tersebut.

Bagaimana cara Pencegahan Agar Terhindar dari Zika?

Menghindari gigitan nyamuk dan melakukan aktifitas seksual yang aman adalah cara terbaik untuk mencegah Zika.

Gunakan lotion anti nyamuk pada kulit yang tidak tertutupi pakaian sesuai petunjuk pada masing-masing produk. Semprotkan insektisida pada ruangan bila diperlukan dan anda tidak terganggu karenanya.

Bisa juga memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang serta menggunakan kelambu ketika tidur.

Meminimalkan perkembangbiakan nyamuk dengan cara:

Hindari penggunaan wadah penampung air pada pot tanaman, bila memungkinkan.  Apabila pot yang anda gunakan memiliki wadah ini maka bersihkan secara menyeluruh dan jangan biarkan air menggenang di sini untuk mencegah telur nyamuk berkembang biak.

Periksa saluran pembuangan air AC untuk menghindari adanya genangan air pada aliran pembuangan ini.

Zika dapat menular melalui hubungan intim dengan pasangan yang tertular virus Zika. Hal ini dapat terjadi baik saat orang yang tertular tersebut tersebut belum menunjukkan gejala, sedang menunjukkan gejala atau setelah gejala berakhir.

Zika dapat ditularkan melalui penderita carrier (tidak menunjukkan gejala penyakit secara langsung akan tetapi orang tersebut membawa virus Zika).  Tidak ada bukti bahwa Zika bisa ditularkan melaui air liur saat berciuman.

Lindungi diri anda saat berhubungan intim dengan menggunakan kondom. Karena kondom ini dapat mengurangi kemungkinan tertularnya virus Zika

Apa Yang Saya Lakukan Bila Sedang Hamil?

Sebisa mungkin, hindari perjalanan ke daerah yang terjangkit virus Zika. Siapkan lotion anti nyamuk untuk pencegahan dari nyamuk pembawa virus Zika.

Jika pasangan anda melakukan perjalanan ke daerah yang terjangkit virus Zika, lindungi diri anda saat melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Jika anda harus melakukan perjalanan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anda dan ikuti petunjuknya.

Negara Mana Saja Yang Menjadi Endemik Zika?

Peta negara yang terlaporkan terdapat Virus Zika per 31 Agustus 2016

Sumber: CDC (Center for Disease Control and Prevention)

Tag: info kesehatan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer