Perbedaan Tubing dan Pipa

Ditulis oleh Administrator2 pada Senin, 21 November 2016 | Dilihat 15139 kali
Perbedaan Tubing dan Pipa

 

Pengertian Tubing dan Pipa (pipe)

Tubing atau pipa pada dasarnya adalah sebuah selongsong bundar/benda berongga berbentuk silinder yang digunakan untuk mengalirkan fluida, cairan maupun gas.

Dalam memahami perbedaan antara keduanya, terlebih dahulu kita harus memahami istilah ID dan OD :

  • ID atau Inside Diameter adalah nominal dimensi atau diameter yang diukur di dalam lingkaran
  • OD atau Outside Diameter adalah nominal dimensi atau diameter yang diukur di luar lingkaran.

 

 

Penggunaan terminology atau istilah kata tubing dan pipa sering kali disamakan. Sebenarnya ada perbedaan mendasar yang diantara keduanya :

 

Tubing

Pipa

Nominal dimensi / diameter yang diukur adalah OD (Outside Diameter).

Nominal dimensi / diameter yang diukur adalah ID (Inside Diameter)

Inside Diameter (ID) nya tergantung dari wall thickness nya yang disebut “gauge”.

Outside Diameter (OD) nya tergantung dari wall thickness dari pipa yang biasa disebut” schedule”

Ukuran diameter yang lebih kecil dari pipa proses.

Ukuran diameter yang lebih besar dari pipa instrument.

Kegunaannya (secara umum) adalah penghubung antara alat ukur (instrumen) dengan pipa proses dan dari instrumen ke sistem kontrol.

Kegunaannya untuk mengalirkan fluida pada proses produksi.

 

Untuk aliran fluida yang melewati pipa itu sendiri pada umumnya dikontrol oleh valve, dimana ada informasi bermanfaat yang membahas lebih lanjut mengenai valve ini di “Fungsi dan Tipe Valve Yang Paling Banyak Digunakan”.

 

Untuk tulisan lebih lanjut mengenai perbedan tubing dan pipa ini, penulis mencoba mengupas mengenai tubing dan pipa dilihat dari sisi material dan jenis ukurannya. 

Secara umum, baik tubing maupun pipa bisa dikelompokkan menjadi 2 berdasarkan material pembuatnya; yaitu logam dan non logam.

 

Jenis Tubing Berdasarkan Materialnya

Tubing memiliki beragam jenis bila dilihat dari segi materialnya. Berikut ini jenis-jenis tubing antara lain :

Tubing SS (Stainless Steel)

Tubing SS

 

Tubing Stainless Steel merupakan material baja yang tahan terhadap korosi/karat. Hal itu disebabkan oleh pada permukaan tubing ini terdapat lapisan oksida yang tahan terhadap pengaruh oksigen.

Jenis tubing stainless steel ini sangat sesuai dipakai pada liquid yang bersifat tawar atau juga udara dan gas yang bertekanan.

 

Tubing Cooper / Tembaga

Tubing Cooper (Tembaga)

 

Tubing Cooper (Tembaga) mudah dalam perlakuannya, baik dibentuk dan disambung, sehingga akan mengurangi biaya instalasi, material dan waktu.

Tubing tembaga ini memiliki angka resistansi korosi yang cukup tinggi. Pada umumnya jenis ini sering dipakai untuk instalasi AC (Air Conditioner).

Tubing Carbon Steel (CS)

Tubing Carbon Steel (CS)

Tubing Carbon Steel (CS) biasanya menggunakan material baja karbon atau carbon steel. Tubing ini memiliki kekuatan yang tinggi, kenyal, dapat dilas dan tahan lama.

Akan tetapi kelemahannya adalah  tidak tahan terhadap serangan korosi berupa senyawa H2SO4 atau KSO3 (Carbonate) dan air laut.

 

Tubing Monel 400 / 500

Tubing Monel 400/500

Tubing Monel 400/500 memiliki kekuatan dan ketahanan yang tinggi sehingga bisa dipakai pada rentang temperatur yang luas.

Tubing jenis ini sangat baik untuk lingkungan yang korosif. Paduan 400/500 banyak digunakan di berbagai bidang yaitu diantaranya pengolahan bahan kimia, air laut atau air tawar.

 

 

Tubing Plastic

Tubing Plastic

Tubing Plastic sebagian besar terbuat dari bahan PVC, dengan beberapa pertimbangan yaitu relatif murah, tahan lama, dan mudah dirangkai.

PVC bisa dibuat lebih elastis dan fleksibel. Tubing jenis ini sangat baik untuk fluida udara bertekanan (compressed air).

 

Tubing Size (UKuran Tubing)

Tubing sebetulnya memiliki spesifikasi dalam hal ukuran yang cukup bervariasi, dengan ukuran yang paling banyak digunakan sebagai berikut:

 

 

DIAMETER   OUTSIDE

no

inch

Mm

1.

¼

6.4

2.

3/8

9.5

3.

½

12.7

4.

5/8

15.9

5.

¾

19.1

6.

7/8

22.2

7.

1

25.4

8.

1 1/8

28.6

9.

1 ¼

31.8

10.

1 3/8

34.9

11.

1 ½

38.1

12.

1 5/8

41.3

13.

2

50.8

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diketahui :

5/8 inch              = ( 5  :  8 ) x 25.4 mm

                                = 15,875 mm

Dibulatkan           = 15.9 mm

 

 

Jenis Pipa Berdasarkan Materialnya

Ada beragam jenis Pipa atau Pipe bila dilihat dari segi materialnya. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pipa PVC

Jenis Pipa PVC

PVC adalah singkatan dari Poly Vinyl Chloride. Pipa jenis ini banyak digunakan pada instalasi air bersih, air bekas, drainase atau untuk instalasi air hujan.

Jenis pipa ini umum dipakai di perumahan-perumahan yang memiliki tingkat tekanan rendah hingga sedang. Juga pada instalasi kolam renang dan rumah spa. Untuk warna pipa PVC yang umum dijual dipasaran adalah warna putih dan abu-abu.

 

Pipa cPVC

Jenis Pipa CPVC

 

CPVC adalah singkatan dari Chlorinated Poly Vinyl Chloride, Pipa jenis ini memiliki keunggulan yaitu tahan hingga suhu lebih dari 1800 derajat Celcius. Hal ini disebabkan oleh ketebalan pipanya atau dikenal dengan pipe schedule.

Pipa jenis CPVC ini sangat cocok untuk instalasi air panas dan dingin, karena memiliki range ketahanan terhadap perubahan suhu yang tinggi. Pada umumnya pipa jenis ini berwarna oranye.

 

Pipa PEX

Jenis Pipa PEX

PEX adalah singkatan dari Cross-linked Polye Ethylene,  atau bisa disebut juga pipa XLPEI, namun sebutan PEX ini lebih familiar dan mudah diingat.

Jenis pipa PEX cocok untuk instalasi air panas dan air dingin di perumahan dan juga untuk instalasi hydrolik karena ketahanan-nya terhadap suhu panas dan suhu dingin serta tidak lumer bila terkena oli hydrolik.

 

Pipa tembaga

Jenis Pipa Tembaga

Pipa tembaga ini banyak digunakan dalam instalasi HVAC (Heating, Ventilation and Air Conditioning) khususnya untuk instalasi refrigerant, karena memiliki karakteristik yang tahan pada suhu panas dan suhu dingin.

Pipa tembaga bisa diaplikasikan dalam instalasi di atas tanah maupun di bawah tanah. Tetapi pada instalasi bawah tanah dibutuhkan pelindung berupa lapisan di sepanjang pipa tembaga untuk melindungi akibat dari pengaruh keasaman tanah.

Dari sekian jenis pipa , harga pipa tembaga lebih tinggi dari yang lainnya. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan pipa tembaga cukup jarang untuk instalasi selain HVAC. Dan juga banyak alternatif lain sebagai pengganti, misalnya pipa PEX.

Cara penyambungan pipa tembaga adalah dengan pengelasan dan penyolderan ke sisi fitting – fitting-nya.

 

Pipa Galvanis

Jenis Pipa Galvanis

Pipa galvanis adalah pipa yang materialnya berupa besi seng yang dilapisi baja. Instalasi pipa galvanis membutuhkan akurasi lebih tepat dibanding jenis pipa lain yang notabene lebih mudah dipotong terutama pemotongan di tempat.

Untuk pipa galvanis, pemotongan penyambungan antar pipa dengan fitting harus tepat. Sedangkan penyambungan dengan metode drat menggunakan alat senai pada setiap ujungnya.

Pipa galvanis merupakan bahan yang aman untuk instalasi diluar dan dalam tanah. Penambahan pengaman atau pelindung pada instalasi dalam tanah lebih menambah ketahanan pipa galvanis.

 

Demikian tulisan mengenai perbedaan tubing dan pipa serta jenis material serta ukurannya. Semoga bermanfaat bagi anda semua.

Tag: info pendidikan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer