Colokan dan Stop Kontak Tipe K

Ditulis oleh Administrator3 pada Rabu, 11 Januari 2017 | Dilihat 2331 kali
Colokan dan Stop Kontak Tipe K

 

Bentuk Fisik Colokan dan Stop Kontak Tipe “K” dan Negara Pengguna

Colokan? Stop Kontak? Tentu itu adalah dua hal yang tidak asing bagi kehidupan anda. Terlebih saat ini, di dalam kehidupan kita tidak bisa terlepas dari yang namanya listrik. Plug dan socket listrik atau dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan colokan dan stop kontak awalnya diciptakan oleh Harvey Hubbel dan dipatenkan pada tahun 1904. Karya Hubbel ini menjadi rujukan pembuatan plug dan soket setelahnya dan pada tahun 1915 penggunaannya semakin tersebar. Berbagai macam inovasi tentang pengembangan colokan dan stop kontak di beberapa negara menyebabkan kita saat ini dapat menjumpai berbagai macam colokan di pasaran. Setelah kita membahas mengenai colokan tipe J yang memiliki tiga bilah koneksi dengan bentuk bulatnya, lalu bagaimana dengan tipe K yang yang menjadi tipe lainnya dan memiliki tiga bilah berbentuk lingkaran? Lihat penjelasan berikut ini.

 

TIPE K

                Secara fisik colokan ini memiliki tiga pin, 2 pin fasa-netralnya berbentuk lingkaran penuh sedangkan pin groundingnya berbentuk U setengah lingkaran.

Bentuk outlet atau stop kontaknya adalah seperti ini :

 

Negara Pengguna Stop Kontak dan Colokan Tipe K

Tipe colokan ini di gunakan di negara in Denmark and Greenland. (Klik “disini” untuk melihat daftar lengkap negara pengguna colokan Tipe K).

 

Kemampuan Hantar Arus dan Perbedaan di Beberapa Negara

Untuk soket ini memiliki daya hantar hingga 16 A sehingga peralatan rumah tangga aman menggunakan soket tipe ini. Selain itu, pada umumnya soket jenis ini di gunakan pada tegangan 220 – 240 V.

Standar stop kontak di negara Denmark tertuang dalam spesifikasi DS 60884-2-D1. Apabila anda memiliki colokan yang tipe E dan tipe F, maka stop kontak ini bisa dipergunakan karena pada dasarnya diameter pin fasa-netral dan jarak antar pinnya sama. Akan tetapi grounding tentu saja tidak terhubung.

Karena sebagian besar peralatan Eropa yang diimpor dilengkapi dengan tipe colokan tipe E atau tipe F, maka pemerintah Denmark memutuskan untuk melegalkan pemasangan soket jenis tipe E atau tipe F. Untuk jangka waktu yang panjang, pemerintah Denmark menginginkan di negara ini mayoritas pengguna listrik memakai soket tipe K dan mengurangi penggunaan soket tipe E atau tipe F.

 

Simbol

Simbol grafis ini adalah standar yang digunakan pada gambar arsitektur dan single line diagram untuk mewakili soket. Standar symbol ini digunakan untuk memberikan presepsi yang sama antara pembaca dan penulis/desiner.

Soket listrik umum

Multi Soket

Soket untuk telekomunikasi

Referensi

  • AS/NZS 1102.111:1997 - Graphical symbols for electrotechnical documentation
  • IEC 60617-11:1996 - Graphical symbols for diagrams

Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda.

Salam,

FP – Electrical Dept

Rubrik FreezPageInfoPromoDiskon.com

Kembali ke :

Daftar Colokan      

Daftar Negara

Tag: info pendidikan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer