Pentingnya Memeriksa Pendengaran Pada Bayi

Ditulis oleh Administrator3 pada Selasa, 07 Februari 2017 | Dilihat 1075 kali
Pentingnya Memeriksa Pendengaran Pada Bayi

 

Deteksi Pendengaran Si Kecil Sejak Dini

Si kecil sudah bisa mendengar dengan jelas sejak ia dilahirkan. Bahkan, si kecil dapat mendengar suara orang di sekitar dan suara-suara lainnya saat masih berada di dalam kandungan.

Seiring pertumbuhannya, bayi menggunakan telinga mereka sebagai alat utama untuk mendapatkan informasi tentang dunia di sekitarnya. Mendengar juga membuatnya mampu belajar bahasa dan merangsang perkembangan otak. Maka dari itu, sangatlah penting untuk mengidentifikasi dan menangani masalah pendengaran pada bayi sedini mungkin.

Mengapa Si Kecil Perlu Diperiksa Pendengarannya?

Setiap bayi yang baru lahir di Seluruh Indonesia wajib diperiksa pendengarannya. Jika si kecil anda tidak lulus pemeriksaannya, maka disarankan untuk menjalaninya lagi pemeriksaan ulang ketika si kecil berumur satu bulan. Semakin awal ditemukan gangguan pendengaran maka semakin kecil juga potensi gangguan bicara yang tidak normal.

 

Bagaimana si kecil diperiksa?

Ada 2 jenis pemeriksaan yang digunakan. Yang pertama disebut Otoacoustic Emissions (OAE) dan yang kedua adalah Auditory Brainstrem Response (ABR).

 

Otoacoustic Emissions (OAE)

OAE mengukur bagaimana telinga merespon suara. Emisi Otoacoustic (OAEs) adalah suara yang dilepaskan oleh telinga bagian dalam ketika koklea dirangsang oleh suara. Ketika suara merangsang koklea, sel-sel rambut luar ini bergetar. Getaran suara yang dihasilkan akan menggemakan kembali ke telinga bagian tengah. Suara ini akan diukur dengan probe kecil yang dimasukkan ke dalam liang telinga si kecil.

Tes OAE sering menjadi bagian dari program skrining pendengaran bayi baru lahir. Tes ini dapat mendeteksi sumbatan di saluran telinga luar, serta adanya cairan telinga tengah dan kerusakan pada sel-sel rambut luar dalam koklea. Apabila si kecil mengalami gangguan pendengaran, maka si kecil tidak mampu mendengarkan suara-suara yang sangat lembut 25-30 desibel (dB).

 

Auditory Brainstrem Response (ABR)

Selanjutnya disebut pemeriksaan Auditory Brainstrem Response (ABR). ABR mengukur respon dari syaraf pendengaran. Kedua pemeriksaan tersebut benar-benar tanpa membuat rasa sakit sama sekali pada bayi dan dilakukan ketika bayi anda sedang tidur.

Auditory Brainstrem Response (ABR) tes memberikan informasi tentang telinga bagian dalam (koklea) dan jalur otak untuk pendengaran. Tes ini juga kadang-kadang disebut juga sebagai Auditory Evoked Potential (AEP). Tes ini dapat digunakan untuk anak-anak atau orang lain yang memiliki kesulitan dengan metode screening pendengaran secara konvensional. ABR juga di indikasikan untuk orang dengan tanda-tanda, gejala, atau keluhan jenis gangguan pendengaran di otak atau jalur otak.

ABR dilakukan dengan menyisipkan elektroda di kepala mirip dengan elektroda ditempatkan di sekitar jantung dan saat elektrokardiogram dijalankan akan merekam aktivitas gelombang otak dalam merespon suara. Orang yang sedang menjalani test ABR ini rata-rata tertidur atau sedang istirahat. ABR juga dapat digunakan sebagai tes skrining dalam program skrining pendengaran bayi baru lahir. Ketika digunakan sebagai tes skrining, hanya satu intensitas atau tingkat kenyaringan diperiksa, dan bayi baik melewati atau gagal yang tergambar di layar monitor komputer.

 

Bilamana bayi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut?

Ada kondisi dimana si kecil memerlukan pemeriksaan pendengaran lebih lanjut. Jika si kecil tidak lulus pada pemeriksaan pertama, maka sesegera mungkin buatlah janji untuk melakukan pemeriksaan kedua.

 

Mungkinkah si kecil lulus pada pemeriksaan pendengaran dan tetap mengalami gangguan pendengaran?

Pada bayi-bayi yang memiliki pendegaran normal sejak lahir mungkin saja akan mengalami gangguan pendengaran di kemudian hari. Berikut ini adalah beberapa tips panduan yang dapat anda lakukan di rumah untuk mengetahui perkembangan pendengaran si kecil. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan bunda untuk menghubungi dokter pribadi anda atau audiologist untuk melakukan pemeriksaan/tes pendengaran

 

Berikut ini adalah respond pendengaran si kecil:

Sejak lahir – 3 bulan

  • Berkedip atau mengerenyit ketika mendengar suara keras
  • Ketika diajak bicara bayi terlihat tenang dan memandang wajah orang tuanya
  • Tertawa/berceloteh dengan menggunakan suara tenggorokan (mendeguk)

3 bulan – 6 bulan

  • Mencari dan melihat dari mana asal suara
  • Menyukai bunyi mainan bergemerincing, mainan yang mengeluarkan suara berisik
  • Tersenyum dan mengoceh ketika diajak bicara

6 bulan – 9 bulan

  • Menengok dan melihat kepada anda saat diajak biacara
  • Menegok ke arah orang yang tepat ketika “mama” dan “papa” disebutkan.
  • Bervokalisasi (bukan menangis) jika ingin mendapat perhatian dari anda.
  • Mengeluarkan suara seperti: da, ba dan ma.

9 bulan – 12 bulan

  • Mengetahui nama mainan yang paling disenangi dan dapat menunjukkan ketika diminta
  • Mengikuti petunjuk: (buka mulutnya, berikan saya bola).
  • Berjoget dan bervokalisasi terhadap music.
  • Dapat membuat suara “b”, “d”, “g”, “m”, dan “n” ketika “berbicara”
  • Mengoceh ketika diajak bicara, mengubah intensitas suara.

12 bulan – 18 bulan

  • Menunjukkan bagian dari tubuh yang diminta
  • Membawa benda/barang kepada kita ketika diminta
  • Dapat mendengar suara dari ruangan lain
  • Mampu menirukan suara dan kata-kata baru
  • Mengucapkan 10 – 20 kata-kata

18 bulan – 24 bulan

  • Mengerti kalimat/frase sederhana seperti: “di dalam cangkir” atau “di bawah meja”
  • Suka dibacakan cerita dan menunjuk gambar yang ditanyakan
  • Mampu menyebutkan namanya
  • Mengucapkan kalimat dengan dua kata “sepatu saya”, “dada”, “minta lagi”

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda dan keluarga.

Salam kesehatan,

Rubrik FreezpageInfoPromoDiskon.com

Tag: info kesehatan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer