Nederlands-Indische Gulden, Mata Uang di Zaman Penjajahan Belanda

Ditulis oleh Administrator2 pada Kamis, 11 Mei 2017 | Dilihat 32773 kali
Nederlands-Indische Gulden, Mata Uang di Zaman Penjajahan Belanda

 

Uang Sebagai Alat Tukar Untuk Nilai Yang Setara

Sebelum uang diciptakan, banyak orang yang melakukan transaksi dengan cara barter, atau saling tukar-menukar barang seperti antara ikan dengan beras, singkong dengan kelapa, dan barang-barang lainnya.

Namun, cara ini memiliki kelemahan di kalangan masyarakat karena tidak semua barang memiliki nilai yang sama atau setara. Sehingga, dalam perjalanannya kesepakatan dengan cara barter akan sulit terwujud.

Lalu, dalam sejarahnya, dibuatlah uang sebagai pengganti nilai dari sebuah barang/ sebagai alat penukar.

Berbicara mengenai uang, mungkin sebagian atau bahkan semua orang pasti telah mengenalnya, namun tidak semua orang tahu kapan pertama kali masyarakat menggunakan uang dalam kehidupannya.

Terlintas di benak kita, bagaimana bentuk uang itu pada zaman dahulu? Apakah uang sudah digunakan di era penjajahan Belanda?

Sejarah Penggunaan Uang Zaman Belanda

Setelah VOC dinyatakan bangkrut pada tahun 1799, maka Pemerintah kolonial Belanda mengambil seluruh kekuasaan dan kekayaan VOC.

Sejak itu, dimulailah zaman pendudukan Belanda di Indonesia, dimana Belanda mulai menginvasi daerah-daerah yang dulunya tidak terjangkau oleh VOC.

Pada tahun 1821-1900-an, Pemerintah Hindia-Belanda menghadapi berbagai perlawanan dari penguasa-penguasa lokal di Indonesia sehingga terjadi peperangan besar, beberapa di antaranya adalah Perang Diponegoro (1825-1830) di Jawa Tengah, Perang Paderi (1821- 1837) di Sumatra Barat, dan Perang Aceh (1873-1903).

Perang tersebut menelan biaya yang sangat besar yang mengakibatkan kas keuangan Belanda menjadi kosong.

Pemerintah Hindia-Belanda berusaha mengisi kasnya dengan berbagai cara, seperti menjual beberapa lahan tanah kepada perusahaan swasta yang membuka usaha perkebunan.

Dan untuk membayar gaji buruh yang bekerja di perkebunannya, mereka menciptakan uang yang disebut token perkebunan, semacam alat tukar yang hanya beredar dan berlaku di tempat tertentu.

Cara lainnya, Pemerintahan Belanda menciptakan sistem tanam paksa atau kultuurstelsel, dimana rakyat Indonesia dipaksa menanam tebu, kopi, karet dan teh yang sangat laku di pasaran internasional.

Dalam periode ini, dicetak berjuta-juta keping mata-uang dengan pecahan Satu dan Dua Sen. Koin perak 2.5 Gulden, baru dibuat pada tahun pemerintahan Raja Willem I.

Berbagai macam mata-uang baik emas, perak, dan tembaga juga dibuat pada masa-masa pemerintahan Raja Willem II, Willem III, atau Wilhelmina.

Pada masa itu satuan mata uang yang beredar adalah gulden dan sen, nilai-nilainya dikenal dengan istilah :

  • Suku (50 Sen)
  • Tali (25 Sen)
  • Ketip atau Picis (10 Sen)
  • Kelip (5 Sen)
  • Benggol atau Gobang (2 Sen)
  • Ringgit (2 Gulden/Rupiah)

Selain uang logam, dicetak pula uang kertas keluaran De Javasche Bank; yaitu bank pertama yang berdiri di Indonesia pada abad ke-19 dan menjadi cikal bakal berdirinya Bank Indonesia.

Lalu, apa anda siap untuk dibawa ke dalam zaman pemerintahan Hinda-Belanda dan melihat seperti apa bentuk uang saat itu? Simak penjelasan di bawah ini

Gambar

Nilai

Tahun

Penjelasan

Sen/ Peser

1856 - 1945

Koin ini merupakan koin bernilai sen atau dikenal dengan sebutan peser. Berlaku dari tahun 1856 1945, uang ini pada bagian depan bertuliskan Nederlandsch Indie Cent dan pada bagian belakangnya bertuliskan huruf arab dikelilingi dengan aksara jawa

 

1 Sen

1855 - 1945

Koin ini merupakan koin bernilai 1 sen. Berlaku dari tahun 1855 1945, uang ini pada bagian depan bertuliskan Nederlandsch Indie C dilengkapi dengan gambar daun dan pada bagian belakangnya bertuliskan huruf arab dikelilingi dengan aksara jawa serta bunga

2 Sen/ Benggol/ Gobang

1856 - 1945

Koin ini merupakan koin bernilai 2 sen atau dikenal dengan Benggol/ Gobang. Berlaku dari tahun 1856 1945, uang ini pada bagian depan bertuliskan Nederlandsch Indie 2 C dilengkapi dengan gambar mahkota kerajaan dan pada bagian belakangnya bertuliskan huruf arab dikelilingi dengan aksara jawa.

5 Sen/ Ketip/ Kelip

1854 1922

Koin ini merupakan koin bernilai 5 sen atau dikenal dengan Ketip/ Kelip. Berlaku dari tahun 1854 1922, uang ini pada bagian depan bertuliskan Nederlandsch Indie 5 C dilengkapi dengan gambar mahkota kerajaan serta bulir padi dan pada bagian belakangnya bertuliskan huruf arab dan aksara jawa. Koin ini memiliki desain yang unik dan menarik

1/10 Gulden/ Picis

1854 1945

Koin ini merupakan koin bernilai 1/10 gulden atau dikenal dengan sebutan Picis. Berlaku dari tahun 1854 1945, uang ini pada bagian depan bertuliskan Nederl Indie 1/10 G dilengkapi dengan gambar mahkota kerajaan dan pada bagian belakangnya bertuliskan huruf arab dikelilingi dengan aksara jawa.

1/4 Gulden/ Talen

1826 1945

Koin ini merupakan koin bernilai 1/4 gulden atau dikenal dengan sebutan Talen. Berlaku dari tahun 1826 1945, uang ini pada bagian depan bertuliskan Nederl Indie 1/4 G dilengkapi dengan gambar mahkota kerajaan dan pada bagian belakangnya bertuliskan huruf arab dikelilingi dengan aksara jawa. Koin ini berbahan dasar perak

1Gulden/ Perak

1821 1840

Koin ini merupakan koin bernilai 1 gulden atau dikenal dengan sebutan Perak. Berlaku dari tahun 1821 1840, uang ini pada bagian depan dilengkapi dengan gambar mahkota kerajaan dan pada bagian belakangnya terdapat gambar Ratu Wilhelmina dikelilingi dengan tulisan berbahasa Belanda

5 Gulden

1821 1840

Koin ini merupakan koin bernilai 1 gulden atau dikenal dengan sebutan Perak. Berlaku dari tahun 1821 1840, uang ini pada bagian depan dilengkapi dengan gambar mahkota kerajaan dan pada bagian belakangnya terdapat gambar Ratu Wilhelmina dikelilingi dengan tulisan berbahasa Belanda

 

 

1 G/ 2 G

4 Agustus

1919

Uang kertas ini merupakan uang kertas yang bernilai 1 dan 2 gulden. Berlaku mulai tanggal 4 Agustus 1919, uang jenis ini hanya diproduksi dua tipe saja, yaitu 1 dan 2 gulden. Uang ini merupakan

uang kertas seri Munbiljet Wilhelmina, dimana pada bagian depan terpampang potret Ratu Belanda dan di belakang terpampang lambang Kerajaan Belanda "Crowned Dutch".

 

 

 

 

 

 

20, 30, 40 Gulden

 

 

 

5,10,25,50 Gulden

 

 

 

200, 500 Gulden

 

 

Seri 1919

 

 

 

 

 

 

Seri 1925

 

 

Kedua jenis uang ini dikeluarkan secara berturut-turut oleh Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1919 sampai tahun 1925. Seri 'Gedung Javasche Bank', tahun 1919, di bagian depan uang ini terpampang gambar gedung Javasche Bank di Batavia. Lalu seri tahun 1925 terdapat gambar JP Coen hingga dijadikan Seri 'Coen 2', tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1000, 500, 200, 100, 50, 25, 10, 5 Gulden

 

 

 

 

 

 

 

 

1933

Pada tahun 1933, Javasche Bank mengeluarkan seri uang bergambar "Wayang Orang" dengan nominal pecahan 5 gulden sampai 1.000 Gulden. Penampilan uang kertas ini sangat indah dibandingkan dengan uang kertas Hindia Belanda lainya, dimana secara grafis uang ini kaya akan warna dan sangat artistik.

 

 

 

 

 

 

1 Gulden/ EEN Gulden

 

 

 

 

 

 

1940

Pada tahun 1940 keluar lagi uang kertas Hindia Belanda seri Munbiljet, dimana yang menarik dari seri ini adalah pada pecahan 1 guldennya di bagian belakangnya menggunakan gambar "Stupa Candi Borobudur", dan mungkin pada saat itu Pemerintahan Hindia Belanda mengakui keindahan Candi Borobudur dan mengabadikannya di dalam uang kertasnya.

*****

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer