5 Jenis Penyebab Kebakaran dan Alat Pemadam Api Yang Tepat

Ditulis oleh Administrator2 pada Selasa, 01 Agustus 2017 | Dilihat 43481 kali
5 Jenis Penyebab Kebakaran dan Alat Pemadam Api Yang Tepat

 

Tindakan Yang Diperlukan Saat Awal Terjadi Kebakaran

“Teng..teng..teng...teng...” Begitulah bunyi yang terdengar di posko pemadam kebakaran saat terjadi kebakaran di suatu pemukiman maupun gedung-gedung yang ada. Saat itu, petugas pemadam kebakaran pun bergegas untuk memadamkan api dengan segala cara.

Apa yang harus kita lakukan saat mengetahui awal terjadi kebakaran? Ketika kebakaran terjadi, anda harus menguasai kondisi pada saat api tersebut masih kecil, sebab jika api tersebut semakin membesar maka anda akan sulit untuk mengendalikannya.

Tindakan yang tepat dan cepat perlu anda lakukan agar anda dapat menguasai kondisi dan memadamkan api tersebut tanpa melukai anda sendiri.

Pengetahuan dasar mengenai manajemen kebakaran sangat diperlukan oleh siapapun. Anda perlu mengetahui dengan cepat saat awal terjadi kebakaran :

  • Tempat terjadinya kebakaran
  • Jenis atau klasifikasi kebakaran
  • Tersedianya perlengkapan pemadam api yang sifatnya portable seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ataupun Fire Blanket (selimut api)
  • Tindakan Penangananan
  • Tindakan Evakuasi

Segitiga Api

          Terjadinya suatu kebakaran pasti memiliki sebab sehingga kebakaran itu bisa terjadi. Dengan mengetahui penyebab terjadinya kebakaran, setidaknya kita bisa meminimalisasi kebakaran itu supaya tidak terjadi.

Bagaimana api bisa terbentuk disebabkan oleh 3 faktor dibawah ini :  

  1. Adanya bahan yang mudah terbakar seperti benda berbahan padat, cair, maupun gas (bensin, minyak, kertas, kayu, textil, dan lain-lain).
  2. Terdapat suhu yang tinggi di suatu tempat yang disebabkan oleh sumber panas seperti sinar matahari, kortsluiting dan gesekan listrik, reaksi kimia, dan lainnya.
  3. Terdapat Oksigen (O2) yang memiliki kandungan cukup untuk terjadinya suatu reaksi api. Kandungan kadar O2 ditentukan dengan persentasi (%), semakin besar kadar kandungan oksigen dalam udara, maka nyala api akan semakin besar. Pada kadar oksigen kurang dari 12%, tidak akan terjadi pembakaran api. Dalam keadaan normal kadar oksigen di udara bebas berkisar 21%, sehingga udara bebas memiliki keaktifan pembakaran yang cukup untuk terjadinya kebakaran.

Ketiga faktor tersebut dikenal dengan istilah SEGITIGA API. Artinya jika ketiga faktor ini terpenuhi maka api akan muncul. Namun, jika salah satu dari ketiga unsur tersebut tidak tersedia, maka kebakaran tidak akan terjadi.

Sehingga, dari faktor penyebabnya, kita dapat menemukan cara memadamkan api dengan 3 cara yaitu:

  1. Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar dari sumber api.
  2. Menurunkan suhu udara dibawah suhu kebakaran.
  3. Menghilangkan zat asam/ kadar oksigen.

 

Jenis Klasifikasi Kebakaran

Kebakaran yang terjadi, itu memiliki klasifikasi dalam jenis kebakarannya. National Fire Protection Association (NFPA) menetapkan 5 kategori jenis penyebab kebakaran, yaitu kelas A, B, C, D dan K. Bahkan beberapa Negara menetapkan tambahan klasikasi dengan kelas E. Klasifikasi tersebut adalah:

  1. Kebakaran Klas A

Adalah kebakaran yang menyangkut benda-benda padat kecuali logam. Contoh: Kebakaran kayu, kertas, plastik, dsb.

Media pemadam:

Media pemadam yang tepat untuk memadamkan kebakaran klas ini adalah dengan: tepung pemadam, pasir, tanah/lumpur, foam (busa) dan air.

 

  1. Kebakaran Klas B

Adalah ebakaran bahan bakar cair atau gas yang mudah terbakar. Contoh: Premium (bensin), kerosine, solar, LPG/LNG, dsb.

Media Pemadam:

Alat pemadam yang dapat digunakan pada kebakaran tersebut adalah dengan: Tepung pemadam (dry powder), busa (foam), air dalam bentuk spray/kabut yang halus.

 

  1. Kebakaran Klas C

Adalah kebakaran instalasi listrik bertegangan. Contoh: Breaker listrik dan alat rumah tangga yang menggunakan listrik.

Media Pemadam:

Alat Pemadam yang dapat digunakan adalah dengan: Carbondioxyda (CO2), tepung kering (dry chemical). Dalam pemadaman ini tidak boleh menggunakan media air.

 

  1. Kebakaran Klas D

Adalah kebakaran pada benda-benda logam padat, contoh: Natrium, magnesium, alumunium, kalium, dsb.

Media Pemadam:

Alat pemadam yang digunakan adalah dengan: pasir halus dan kering, dry powder khusus.

 

  1. Kebakaran Klas K

Adalah kebakaran yang disebabkan oleh bahan akibat konsentrasi lemak yang tinggi. Kebakaran jenis ini banyak terjadi di dapur. Api yang timbul didapur dapat dikategorikan pada api Klas B.

 

  1. Kebakaran kelas E

Adalah kebakaran yang disebabkan oleh adanya hubungan arus pendek pada peralatan elektronik.

Media Pemadam:

Alat pemadam yang bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran jenis ini dengan: menggunakan tepung kimia kering (dry powder), akan tetapi memiliki resiko kerusakan peralatan elektronik, karena dry powder mempunyai sifat lengket. Namun, anda juga dapat menggunakan pemadam api berbahan clean agent yang lebih cocok.

Jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

  1. Alat Pemadam Berbahan Air

     

Alat pemadam kebakaran ini menggunakan air dan karbon dioksida sebagai media pemadam. Jenis alat pemadam berbahan air biasanya digunakan untuk memadamkan api yang membakar kayu dan kertas.

Namun, yang perlu anda perhatikan ialah larangan penggunaan alat pemadam ini yang tidak boleh digunakan pada area-area yang terdapat peralatan listrik atau cairan kimia organik yang tidak bisa larut di dalam air.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, alat pemadam kebakaran yang menggunakan air mulai diinovasikan dengan kandungan foaming agent (bahan pembentuk busa) yang dikenal dengan AFFF, sehingga dapat digunakan untuk kebakaran pada peralatan listrik dan cairan kimia mudah terbakar.

  1. Alat Pemadam Berbahan Debu Kering (Dry Powder)

      

Debu? Apa bisa memadamkan api? Maksud dari debu kering ialah alat pemadam kebakaran ini mengandung serbuk kering yang bersifat inert seperti serbuk silica yang dicampur dengan serbuk sodium bikarbonat.

Cara kerja alat ini ialah dengan dipompanya serbuk yang keluar dari tabung pemadam kabakaran dengan bantuan gas karbon dioksida yang berasal dari pemompa.

Serbuk yang dikeluarkan dari alat pemadam akan menyelimuti bahan yang terbakar. Nantinya, serbuk tersebut akan memisahkan oksigen yang menjadi salah satu kompenen penyebab kebakaran, sehingga api pun dapat dipadamkan.

Namun, yang perlu anda perhatikan ialah larangan penggunaan alat pemadam ini yang tidak boleh digunakan pada area peralatan produksi atau instrument produksi yang sangat bernilai, karena serbuk-serbuk alat pemadam kebakaran dapat merusak komponen-komponen peralatan tersebut.

Pemadam ini merupakan media pemadam api serbaguna, aman dan luas pemakaiannya karena dapat mematikan api kelas A, B, dan C.

  1. Alat Pemadam Berbahan Carbon Dioxide (CO2)

      

Pemadam ini merupakan pemadam yang menggunakan Carbon Dioxide (CO2) sebagai bahan pemadam. Alat pemadan ini akan mengeluarkan gas karbon dioksida dan partikel COP padat pada saat digunakan.

Dimana anda bisa menggunakan alat ini? Pemadam jenis ini digunakan untuk area yang terdapat peralatan elektronik, sehingga saat terjadi penyemprotan, peralatan tersebut tidak rusak, seperti komputer, server, dan lain sebagainya.

Adakah larangan pada penggunaan pemadam ini? Jenis pemadam ini tidak boleh digunakan pada bahan logam dan metal serta dilarang digunakan pada area basemen karena gas karbon dioksida dapat membahayakan bagi pemadam kebakaran itu sendiri. bahan logam atau metal.

Pemadam ini merupakan media pemadam api serbaguna, aman, dan

berdaya guna efektif serta bersih karena dapat mematikan api kelas B, dan C.

  1. Alat Pemadam Berbahan Gas Halon

                   

Sesuai dengan namanya, alat pemadam api ini menggunakan gas Halon sebagai bahan pemadam. Gas halotron  adalah senyawa kimia yaitu hydrochlorofluorocarbon (HCFC).

Alat pemadam jenis ini biasanya digunakan di pabrik, laboratorium atau area workshop yang terdapat minyak mudah terbakar. Namun, pemadam ini tidak bisa digunakan pada area yang terdapat peralatan elektronik.

Seiring dengan berjalannya waktu, jenis pemadam ini dikembangkan untuk memadam kebakaran pada pesawat udara. Alat pemadam ini mengeluarkan uap dan gas yang menyelimuti api dan menyingkirkan oksigen sehingga dapat memadamkan api.

Namun, yang perlu anda ingat adalah kelemahan dari jenis pemadam ini, dimana jika terdapat logam yang terbakar maka BCF dapat terdegradasi dan membentuk hydrogen halide yang bersifat beracun dan korosif.

Jenis pemadam ini sangat efektif untuk digunakan pada semua resiko kelas kebakaran A, B dan C serta menjadi pemadam api yang bersih dan tidak meninggalkan sisa.

  1. Alat Pemadam Busa (Foam)

Alat Pemadam Api Jenis AFF Foam (Busa) merupakan alat pemadam api yang  menggunakan bahan kimia yang dapat membentuk busa yang stabil dan didorong dengan karbon dioksida pada saat keluar dari tabung. AFF Foam (busa) yang keluar akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga dapat memadamkan api karean oksigen tidak bisa masuk untuk proses kebakaran.

Dimana alat ini dapat berfungsi? Alat ini dapat berfungsi pada daerah yang tidak bisa dipadamkan dengan air, seperti pada area yang terdapat minyak.

Alcohol resistant aqueous film forming foams (AR AFFF) adalah busa/foam yang tahan terhadap reaksi dari alkohol, dapat membentuk lapisan/ segmen pelindung ketika dipakai atau disemprotkan.

Pemadam ini merupakan media pemadam api serbaguna, aman, dan berdaya guna efektif karena dapat mematikan api kelas A dan B, dan tidak bisa dipakai pada api kelas C.

 
Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer