Tips Memilih Mainan Untuk Anak-Anak

Ditulis oleh Administrator pada Rabu, 20 Januari 2016 | Dilihat 3302 kali
Tips Memilih Mainan Untuk Anak-Anak

 

Mengapa Bermain Itu Penting?

Bermain adalah salah satu unsur penting yang berpengaruh dalam perkembangan anak. Mengapa penting dan berpengaruh? Karena dalam bermain sebenarnya terdapat proses pembelajaran yang dialami oleh anak-anak dan hal itu dilakukan dengan sukarela serta tentunya menyenangkan. Jika orang dewasa sering berkata bahwa dari manusia belajar dari kehidupan, maka anak-anak juga melakukan proses belajar dari dunianya yaitu bermain.

Bermain adalah proses pembelajaran unik yang dilakukan anak dan akan melengkapi pengetahuan yang telah didapatkan di sekolah. Dikatakan unik karena tiap anak akan mengalami proses pemahaman yang berbeda-beda, dimana tidak ada kurikulum atau standar yang mengaturnya. Dan dalam banyak hal, bermain bisa membangun impian-impian positif yang kelak dapat menghasilkan pencapaian-pencapaian besar dalam hidupnya.

Secara alami, orang tua sangat memahami bagaimana rasanya bermain. Tentunya karena orang tua kan juga pernah menjadi anak kecil. Sudah menjadi hal yang wajar kalau banyak orang tua sering membelikan anak-anaknya mainan demi melihat kebahagiaan mereka ketika bermain. Siapapun akan bahagia melihat sang buah hati begitu senang dengan mainannya.

Untuk membuat waktu bermain lebih baik lagi dalam mendukung proses berkembangnya anak, orang tua sebaiknya mempunyai pemahaman yang baik dalam memilih mainan untuk anak-anaknya. Karena ada begitu banyak jenis mainan dengan manfaatnya masing-masing. Kami mencoba menyajikan beberapa tips berikut yang semoga bermanfaat bagi anda

 

Pilih Jenis Mainan yang disukainya

Mainan Anak

Bermain tidak hanya menimbulkan rasa senang, tetapi juga sebagai sarana anak untuk berkreasi. Suatu stimulasi anak untuk menjadi kreatif. Karena itu, biarkan ia bebas memilih jenis mainan yang disukainya.

 

Pilih Mainan Yang Sesuai dengan Perkembangan Dirinya

Mainan anak yang sesuai umur

Walaupun anak bebas memilih, orang tua harus memastikan bahwa mainan tersebut sesuai dengan usia, perkembangan kepribadian, serta pola pikirnya. Karena kebutuhan anak akan mainan tentu berbeda, sesuai usia. Mainan harus mampu menstmimulasi anak untuk meningkatkan kemampuannya.

 

Jenis Mainan Yang Cocok Sesuai Umur

Mainan anak yang sesuai perkembangan

Sebagai gambaran untuk jenis mainan yang sesuai bagi anak, misalnya sebelum usia 18 bulan, pada usia tersebut anak sudah bisa berjalan, bergerak dengan bebasnya. Maka mainan yang diberikan dapat berupa bola, atau kenalkan ia dengan jenis buah-buahan yang warnanya menarik. Seorang ahli mengatakan, pada usia ini anakpun mulai peka terhadap lingkungannya.

Ada baiknya pula anak diberikan mainan yang berbentuk hewan. Misalnya ayam, bebek, kucing, anjing, dan binatang yang ada di sekitar lingkungan rumah. Ini membantu mengenalkan anak pada lingkungan.

Mainan balok juga menarik minat anak-anak dari tingkatan usia yang berbeda. Mainan balok walaupun harganya relatif murah, memberi kesempatan anak berimajinasi dengan idenya. Mungkin anak berusia dua tahun baru mampu menumpuk-numpuknya, sedang anak usia tiga tahun sudah bisa menyusun berbaris seperti kereta apai. Mainan bongkar pasang, membentuk suatu gambar tertentu misalnya hewan, juga membuat anak berpikir. Mainan sejenis ini dapat diberikan pada anak usia prasekolah, mulai usia 2 tahun sampai 5 tahun.

Yang perlu diperhatikan pula, balita mempunyai keterampilan motorik yang harus dikembangkan. Itu sebabnya, ia mulai tertarik melakukan aktivitas yang banyak melibatkan gerak jemari tangan. Selain mainan balok, aneka bentuk lilin atau tanah liat mampu membuat anak menciptakan idenya. Pada usia ini biasanya, seorang anak akan bermain sambil bicara.

 

Mainan Yang Baik Tidak Selalu Harus Mahal

Mainan yang baik itu tidak mutlak harganya mahal. Mahalpun kalau mainan itu dapat membahayakan keselamatan anak, percuma saja. Sebenarnya, mainan itu bisa didapat dari sekeliling rumah, misalnya dengan mengenalkan dengan jenis-jenis barang yang biasa digunakan sehari-hari. Tapi harus tetap ingat, barang itu bukan pecah-belah. Misalnya berikan ia cangkir, piring, panci, atau baskom yang keseluruhannya terbuat dari bahan plastik. Alat rumah tangga dengan warna menarik ini bisa memacu anak untuk berkreasi. Misalnya bila dipukul mengeluarkan bunyi, tentu menimbulkan kesenangan tersendiri bagi anak. Dan sudah pasti anak akan memanfaatkan barang-barang itu sesuai dengan keinginannya. Sebagai orang tua, jangan bosan mengarahkan anak memilih mainan yang bermanfaat. Tidak perlu mahal, tetapi yang terpenting adalah mampu membuat anak berpikir. Sebagai referensi, anda bisa lihat di “Mainan Anak”.

 

Penggunaan Mainan Gadget Sebaiknya Dibatasi

Banyak penelitian telah membuktikan bahwa mainan elektronik tidak bagus untuk kesehatan dan perkembangan anak anda, jika penggunaan dalam waktu yang tidak dibatasi. Dampaknya bisa seperti kerusakan mata (jika mainan elektroniknya memiliki layar yang tajam), kerusakan telinga (jika mainannya mengeluarkan suara yang keras), dan obesitas/ kegemukan (jika mainan elektronik cenderung tidak aktif untuk bergerak).

 

Perhatikan Tingkat Tantangan dari Mainan

Mainan yang terlalu sederhana bagi anak juga menimbulkan problem. Anak menjadi cepat bosan. Sementara mainan yang terlalu sulit dikerjakan akan membuatnya frustasi. Misalnya saja, puzzle dengan pola rumit, sudah tentu belum cocok untuk anak usia satu tahun.

Sedangkan mainan yang memakai roda ditarik dengan benang atau tali, sudah pasti tidak cocok lagi untuk komsumtif anak berusia 3 tahun. karena itu, yang perlu diperhatikan ketika akan memberikan mainan pada anak yaitu minat mereka, suka atau tidak dengan mainan tersebut. Sebagai patokan, orang tua dapat menyesuaikan dengan karakteristik perkembangan usia anak.

 

Faktor Keamanan dan Keselamatan dari Mainan Sangat Penting

Banyaknya mainan yang dijual di pusat perbelanjaan kadang membuat orang tua bingung ketika memilih jenis mainan yang aman bagi anaknya. Tapi yang sudah pasti, hindari mainan yang berasal dari kaleng atau yang bisa pecah.

Keamanan alat permainan secara umum meliputi berbagai hal. Tidak mengandung zat berbahaya, misalnya cat warna yang luntur sehingga dapat tertelan. Begitu juga sesudah menggunakan permainan yang menggunakan baterai, sebaiknya anak cuci tangan. Sepeda atau mobil-mobilan pun sebaiknya disesuaikan dengan ukuran anak seusianya.

Mainan yang aman sudah pasti terbuat dari jenis karet atau besi. Jangan lupa, bentuk mainan harus lebih besar dari mulut anak, agar tidak bisa tertelan. Karena selain masalah warna, seorang anak yang juga tergerak untuk mengamati dan akhirnya mencoba mainan karena bentuknya yang menarik.

 

Saat Bermain maka Bebaskan Anak untuk Berimajinasi dan Berkreasi

Ada saat anak ingin atau perlu dibiarkan bermain sendiri. Biarkan anak-anak sibuk dengan konsentrasinya, yang disebut kualitas bermain. Anak yang begitu serius mengikuti satu mainannya menandakan anak tersebut peka terhadap lingkungannya. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang cukup bermain, cenderung mudah menyesuaikan diri dalam bergaul, belajar, dan menyelesaikan suatu masalah.

Kebebasan anak untuk berimajinasi dengan mainannya berperan membantunya mengembangkan pola pikirnya, mempercepat kemampuan beradaptasi dunia sekolah. Selain itu si anak pun dapat dengan cepat menerima sesuatu yang masih baru bagi dirinya.

Orang tua diharapkan bisa lebih bijak dalam mendalami keinginan anak untuk memiliki mainan tertentu sesuai imajinasinya. Terkadang tidak selamanya gadis kecil kita ingin boneka, bisa saja ia lebih berminat dengan mobil-mobilan. Atau seorang lelaki kecil menolak baju cowboy yang diberikan, ia tertarik mengambil boneka beruang di atas rak toko. Menghadapi permintaan anak yang demikian, orang tua tak perlu risau. Sekali-kali tidak apa-apa, untuk mengenalkan mainan tersebut padanya.

Sarana bermain yang mengembangkan ketangkasan, keseimbangan tubuh, kemampuan memanjat, dan koordinasi gerakan dapat membantu anak belajar sampai bermain. Warna yang menarik dari sarana tersebut juga membuat anak berekreasi dan dengan cepat berkembang.

 

Penutup

Walaupun bermain itu penting, tidak berarti kegiatan ini akan menjadi dominan dan menyebabkan kegiatan lain menjadi terbengkalai. Waktu bermain sebaiknya diatur dengan waktu belajar dan juga waktu istirahat sedemikian rupa sehingga semua kegiatan ini akan menjadi suatu sinergi positif dalam membantu proses berkembangnya anak.

Orang tua tentu sangat memahami karakteristik anak-anaknya dalam kegiatan sehari-hari sehingga bisa lebih tepat dalam mengatur jadwal setiap hari.  Mengajak anak untuk memahami dan menjalankan jadwal kegiatan sehari merupakan tantangan belajar bagi orang tua dan juga proses pembelajaran yang baik bagi sang anak.

Semoga beberapa tips diatas bisa bermanfaat bagi para orang tua dalam memilih mainan yang tepatnya untuk anak-anaknya.

 

Salam Indonesiaku,

InfoPromoDiskon.com

Tag: mainan anak

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer