Spesifikasi Yang Perlu Anda Ketahui dalam Memilih Lampu Hemat Energi

Ditulis oleh Administrator pada Senin, 28 Maret 2016 | Dilihat 21607 kali
Spesifikasi Yang Perlu Anda Ketahui dalam Memilih Lampu Hemat Energi

 

Apa Saja Kode yang Tertulis pada Lampu

Kita sering mendengar slogan “Hemat Energi Hemat Biaya” yang biasanya berhubungan dengan penggunaan daya listrik. Dan salah satu komponen yang cukup banyak menyerap energi listrik adalah lampu. Karena itu Lampu Hemat Energy adalah alternatif pilihan untuk melakukan penghematan.

Untuk bisa memilih lampu yang tepat, kita perlu memahami apa saja spesifikasi yang perlu diperhatikan. Kali ini rubrik freezepage mencoba mengulas bagaimana cara memilih lampu hemat energi dan hemat biaya tersebut.

Bagaimanapun, seringkali lampu hemat energi mempunyai harga lebih mahal dibandingkan lampu yang lain. Tetapi kelebihan biaya ini akan terkompensasi dengan penghematan yang diperoleh.

Bila anda tidak ingin boros energy lampu maka anda dapat membaca lebih lanjut artikel "Cara Menghitung Jumlah Lampu Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan".

 

Tegangan / Voltase / Voltage

Saat ini tegangan listrik yang disuplai oleh PLN ke perumahan hanya ada satu macam yaitu 220V. (catatan : Pada umumnya PLN mensuplai daya listrik 1 phase ke perumahan dengan tegangan 220V, yaitu tegangan yang diukur antara penghantar phase dan netral. Sedangkan tegangan 380V adalah tegangan yang diukur antara penghantar phase dan phase pada suplai listrik 3 phase)

Problemnya adalah tegangan suplai 220V terkadang tidak stabil bahkan bisa turun hingga dibawah 200V, terutama terjadi pada waktu beban puncak yaitu antara jam 18.00 – 22.00.

(catatan : Waktu Beban Puncak (WBP) adalah waktu dimana beban listrik yang harus disuplai PLN mencapai puncaknya sehingga berpengaruh pada kualitas tegangan yang disalurkan)

Karena itu spesifikasi tegangan pada lampu saat ini sudah dibuat dengan jangkauan tegangan yang lebih lebar, misalnya antara 170 – 250V

Jam Nyala / Hours

Pada setiap kemasan lampu sering dicantumkan umur lampu yang di hitung dengan jam nyala (hours). Satuan inilah yang dipergunakan sebagai acuan untuk mengukur lifetime (masa hidup) lampu. Contohnya, bila pada kemasan di cantumkan 8000 jam atau 8000 hrs, dengan rata-rata pemakaian perhari selama 5 jam maka secara matematis lampu tersebut memiliki lifetime atau masa hidup dengan hitungan 8000/5 = 1600 hari atau setara dengan 4 tahun 5 bulan.

Daya Listrik / Watt

Watt (simbol: W) adalah satuan yang digunakan dalam mengukur daya. Kita dapat memilih daya yang sesuai dengan kebutuhan. Semakin tinggi daya maka semakin terang lampu dalam memberikan cahayanya.

Yang perlu diperhatikan adalah tidak semua merk lampu dengan watt yang sama memiliki kekuatan terang yang sama. Kita harus mencoba lampu tersebut sebelum membeli. Pada merk yang ternama, Watt yang tertera di dalam kemasan adalah benar.

Dan yang perlu di waspadai adalah merk abal-abal, dimana perlu dicoba membandingkan terang lampunya dengan merk ternama apakah hasil dan kualitasnya sama atau bahkan lebih redup. Walaupun hal ini kembali kepada kebutuhan masing-masing.

Warna Cahaya

Apabila anda perhatikan di tiap kemasan lampu terdapat beberapa klasifikasi warna cahaya lampu. Di dalam warna pencahayaan adalah menjelaskan bagaimana warna cahaya itu muncul dan diukur dalam satuan kelvin (K).

Klasifikasi warna cahaya lampu itu antara lain: Warm White, Cool White, Cool Daylight.

Warm White

Memilih sinar pencahayaan yang tepat adalah hal yang penting terlebih bila lampu ini digunakan untuk menyinari suatu barang yang yang hendak dipromosikan. Contohnya adalah kue dan roti yang baru dipanggang mungkin terlihat lebih baik di bawah cahaya kuning hangat. Sebaliknya penggunaan cahaya putih dingin mungkin tidak akan membuat produk tersebut terlihat menarik. Karena itu melakukan beberapa trailing diperlukan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Warm White adalah lampu memiliki color temperature <3000K sehingga sinar yang dihasilkan lampu ini berwarna kuning. Lampu jenis ini sebaiknya bisa digunakan juga di ruang tamu, kamar tidur, lorong

Cool White

Cool White adalah memiliki memiliki color temperature sekitar 4000K sehingga sinarnya berwarna putih cerah. Sinar cahaya ini akan membuat ruang sekitar menjadi cerah, jelas, bersih.

Tipe lampu ini sangat cocok untuk anda yang sedang mencari tingkat ketelitian melihat yang tinggi sehingga dibutuhkan sinar cahaya yang cerah.

Lampu jenis ini sebaiknya digunakan di dapur, ruang belajar, kamar mandi, lemari, kantor, ritel

Daylight

Daylight adalah memiliki memiliki color temperature sekitar >5000K sehingga sinar yang dihasilkan lampu ini berwarna putih. Hampir mirip dengan cool white, akan tetapi daylight memiliki sinar yang lebih cerah.

Tipe lampu seperti ini akan kuat sekali membedakan warna-warna yang disinarinya sehingga bila anda memfoto benda yang ingin sekali terlihat kontras warna, daylight salah satu pilihannya.

Lampu jenis ini sebaiknya digunakan di ruang komersial, ritel, studio seni

Spesifikasi Lainnya

Selain itu ada beberapa spesifikasi lain yang bisa kita pertimbangkan dalam memilih lampu selain spesifikasi umum yang telah dijelaskan diatas.

Lumen/Candela/Lux

Lumen (lm) atau Candela (Candle Power) atau Lux adalah satuan tingkat kekuatan cahaya yang dihasilkan sebuah lampu. Semakin tinggi nilainya maka cahaya lampu semakin terang.

Untuk lampu LHE (Lampu Hemat Energi; berupa lampu tabung ditekuk menyerupai spiral) biasa menggunakan lumens.

Banyak juga produsen yang tidak mencantumkan satuan ini di kemasannya untuk menjelaskan tingkat kekuatan cahaya dari lampu yang diproduksi. Yang tertera hanya satuan Watt saja. Dengan tidak adanya informasi ini maka konsumen hanya berpedoman kepada Watt lampu saja.

Indeks sesuaian warna/CRI

Indeks sesuaian warna atau biasa disebut dengan Color Rendering Index (CRI)  adalah kemampuan sumber cahaya dalam memberikan akurasi pemeringkatan atau perbedaan warna pada benda yang dilihat oleh mata. Semakin tinggi berarti semakin bagus persepsi penglihatan terhadap warna benda.

Sayangnya tidak semua produsen lampu mencantumkan tingkat CRI. CRI memiliki kisaran range dari 0-100. Biasanya Lampu Hemat Energi standard hanya memiliki CRI sekitar 80. Adapun TL (Tube Lamp) memiliki CRI antara 95-97, sedangkan pada LED (Light Emitting Diode) bisa mencapai 98 dan lampu ini biasanya digunakan untuk ruangan seperti laboratorium atau butik tekstil.

 

Semoga artikel ini bisa membantu anda dalam memahami spesifikasi pada lampu sehingga bisa melakukan pemilihan lampu dengan lebih baik lagi.

Salam pencerahan,

Rubrik Freezpage

InfoPromoDiskon.com

Tag: info pendidikan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer