Cara Menghitung Jumlah Lampu Biasa atau LED Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan

Ditulis oleh Administrator pada Jumat, 01 April 2016 | Dilihat 172037 kali
Cara Menghitung Jumlah Lampu Biasa atau LED Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan

 

Berapa Besar Sesungguhnya Cahaya Yang Kita Butuhkan?

Pertanyaan ini sering muncul saat kita hendak memilih lampu untuk penerangan di rumah : Berapa besar watt lampu yang dibutuhkan atau berapa banyak lampunya?

Jika cahaya lampunya melebihi kebutuhan maka mata akan cepat lelah karena silau dan tentunya akan terjadi pemborosan penggunaan energi listrik. Tapi jika cahaya lampunya kurang maka mata juga akan cepat lelah karena harus bekerja keras untuk dapat melihat dengan baik.

Artikel ini mencoba untuk memberikan langkah praktis untuk bisa menjawab pertanyaan ini. Mungkin hasilnya bisa saja tidak tepat, karena bicara mengenai pencahayaan ini adalah bicara mengenai rasa. Ada yang merasa nyaman dengan cahaya terang dan juga sebaliknya. Tetapi terlepas dari itu semua, semoga artikel ini bisa membantu anda untuk mendapatkan penerangan yang baik.

Konsep Dasar Yang Harus Dipahami

Untuk bisa menhitung berapa besar cahaya yang dibutuhkan, kita harus memahami dulu beberapa istilah yang digunakan dalam pencahayaan. Yaitu istilah Candela, Lumen dan Lux.

Candela

Candela adalah satuan cahaya yang dianggap sama dengan cahaya lilin. Cahaya lilin mempunyai sifat menyebar. Karena itu semakin besar angka Candela maka semakin kuat cahaya tersebut menyebar.

Candela yang merupakan perhitungan satuan cahaya lilin dianggap sebagai angka satuan cahaya dari lampu. Candela ini dihitung dari kekuatan sinar cahaya seluruhnya. Tidak peduli dengan hasil angka arah cahaya dan hasil akhir kekuatan cahaya di suatu tempat.

Lumen

Lumen adalah satuan yang menyatakan kekuatan dari total sumber cahaya, misalnya lampu. Karena itu pada lampu selalu dicantumkan nilai lumen-nya.

Nilai Lumen ini tidak menghitung faktor intensitas cahaya lainnya, tetapi hanya yang ada di sumber cahayanya saja dengan arah cahaya yang mengarah kesatu sisi.

Tidak peduli apakah lampunya berbentuk spot-beam sehingga terlihat lebih terang atau dibuat menyebar sehingga terlihat tidak terlalu terang. Tetap saja nilai yang digunakan adalah lumen sebagai angka kecerahan cahaya pada suatu bidang yang di sinari.

Lux

Lux adalah nilai yang dihitung sebagai penyebaran penerangan dari sebuah cahaya lampu, dengan memperhitungkan tingkat rata-rata cahaya paling kuat dan mengabaikan cahaya rendah yang bias.

Lux digunakan sebagai hasil akhir yang diberikan cahaya lampu di titik tersebut. Bukan dilihat dari kekuatan cahaya di titik lampu. Karena itu Lux umumnya digunakan sebagai satuan standar untuk tingkat pencahayaan lampu di rumah.

Contohnya bila dihitung nilai 100 Lux di satu titik kecil maka akan terlihat cahaya yang sangat terang. Tetapi bila titik tersebut dibuat lebih lebar atau dibias lebih lebar maka nilai Lux akan menurun karena hasil akhir dari intensitas pencahayaan lebih redup dengan pembiasan.

Untuk satuan yang akan dipakai pada perhitungan nanti adalah Lux dan Lumen. Jadi secara mudahnya, lumen adalah tingkat pencahayaan yang dihasilkan oleh lampu, sedangkan lux adalah pencahayaan pada bidang yang disinari.

Contohnya, lampu 7 Watt yang menghasilkan 560 lumen jika dipasang pada ruangan toilet berukuran panjang x lebar = 1,5 x 1,5 M2 dengan tinggi standar 3 meter akan terlihat sangat terang. Artinya nilai lux-nya besar. Tetapi bila lampu yang sama dipasang pada ruangan berukuran 6 x 6 M2 dengan tinggi sama maka cahayanya akan terlihat kurang terang. Dalam hal ini nilai lux-nya menurun.

Karena itu 1 lux dihitung setara dengan 1 lumen per meter persegi.

Artikel mengenai Spesifikasi Yang Perlu Anda Ketahui dalam Memilih Lampu Hemat Energi mungkin bisa membantu anda untuk lebih memahami mengenai lux dan lumen ini.

Menentukan Cahaya Yang Dibutuhkan Dalam Suatu Ruangan

Dalam menentukan cahaya ini, salah satu pedoman yang bisa digunakan adalah tabel SNI- 03-6197-2000 dimana terdapat standar lux yang dibutuhkan setiap ruangannya.

Tingkat Pencahayaan Berdasarkan Standard SNI

Contohnya adalah ruang kerja berukuran panjang x lebar = 3 x 4 meter, jadi luasnya adalah 12 M2. Berapa kebutuhan lampu yang sesuai?

Dari tabel diatas, tingkat pencahayaan yang cocok untuk ruangan kerja tersebut antara 120~250lux. Kita ambil nilai tengahnya sebesar 185 lux. Nilai ini masih cukup terang untuk kebutuhan pencahayaan yang cukup bagi kegiatan kerja atau membaca.

Dari penjelasan sebelumnya,

Lux = Lumen per meter persegi, atau
Lux = Total Lumen / Luas Ruang

Maka :
Total Lumen = Lux x Luas Ruang, atau 185 lux x 12M2 = 2.220 lumen

Setelah mendapatkan angka Total Lumen, selanjutnya Anda menentukan jenis lampu apa yang Anda pilih, apakah itu jenis Fluorescent (Neon), atau Lampu Pijar (Bohlam), (LED) Light Emitting Diode.

Sebagai catatan, lampu yang terpasang adalah model standar perumahan dengan fiting lampu biasa, bukan model downlight. Karena perhitungannya akan berbeda.

Setelah diketahui lumen, maka berapa banyak lampu yang kita butuhkan?

Contoh dari kemasan / box lampu diatas, lumen yang tertera adalah 7W/560 lumen, berarti akan dibutuhkan sebanyak 2220/560 = 3,96 --> dapat dibulatkan menjadi 4 titik lampu.

Dari ilustrasi perhitungan di atas menunjukkan bahwa untuk sebuah ruangan dengan luas 12m2, bila dipilih lampu sebesar 7watt maka akan memerlukan 4 titik lampu.

Ini Tips dan Triknya

Hasil perhitungan diatas dengan 4 titik lampu sebetulnya bukan hasil yang mutlak. Kita harus mempertimbangkan juga faktor biaya untuk instalasi 4 titik lampu tersebut.

Ada beberapa pilihan yang bisa menjadi solusi bagi anda.

Gunakan Lampu Dengan Watt Lebih Besar

Lampu yang mempunyai Watt lebih besar akan mempunyai nilai Lumen yang lebih besar. Contohnya adalah pada lampu seperti ini :

Lampu diatas mempunyai spesifikasi 23W, 1600 lumen. Dengan perhitungan :

Lux = Lumen/Luas Ruangan , maka Lux yang dihasilkan = 1600/12 = 133,3 Lux

Nilai 133 Lux masih masuk dalam rekomendasi tingkat pencahayaan untuk ruang kerja dari tabel diatas yaitu antara 120 250 Lux. Jadi cukup dengan satu titik lampu saja.

Jadi yang perlu diperhatikan adalah bukan seberapa banyak titik lampunya, tetapi berapa nilai lux yang masih memenuhi syarat.

Gunakan Lampu Baca atau Lampu Meja

Pilihan menggunakan lampu dengan Watt yang besar bisa saja menimbulkan pemborosan penggunaan energi listrik. Karena mungkin saja lampu di ruangan tersebut harus menyala lebih lama sedangkan waktu kerja hanya sebentar.

Untuk itu solusi dengan menggunakan lampu meja atau lampu baca akan menjadi salah satu solusi yang hemat energi.

Semoga artikel ini bisa membantu anda dalam memilih lampu yang optimal sesuai dengan kebutuhan anda.

Salam pencerahan,

Rubrik Freezpage

InfoPromoDiskon.com

Informasi artikel kelistrikan dan penyedia jasa listrik bisa di akses lebih mudah menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa di pilih sesuai propinsi yang mau di cari infonya.Bagi pengguna android silahkan downlod aplikasinya klik logo di bawah ini

Mau bergabung menjadi penyedia jasa listrik di aplikasi IPD Belajasaku silahkan klik logo di bawah

Tag: info pendidikan

 
Share this:

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer