Ingin memasang iklan diskon anda di sini? Cepat dan Mudah. Klik Tombol di bawah ini dan silahkan pasang iklan diskon anda.

Jawa Barat merupakan provinsi yang terkenal dengan wisatanya, baik itu wisata alam, wisata sejarah, wisata kuliner, wisata pantai, agrowisata, museum serta wisata lainnya. Lalu, terlintas di benak kita untuk mencari wisata yang bisa memberikan hiburan sekaligus pengetahuan baru bagi anda dan rekan anda. Salah satu tempat wisata di Jawa Barat adalah Observatorium Bosscha tepatnya terletak di bagian Utara Kota Bandung, Lembang. Obsetvatorium Bosscha merupakan tempat yang akan memberikan pengalaman unik dan menarik kepada anda untuk melihat secara langsung pemandangan langit yang eksotis seperti melihat bintang-bintang, matahari, bulan, dan benda-benda langit lainnya di luar angkasa melalui Teropong Bintang Bosscha.
Obsetvatorium Bosscha Bandung buka pada hari Selasa – Jumat untuk kunjungan secara rombongan dan hari Sabtu untuk umum. Jadi anda bisa datang pada hari-hari tersebut. Namun, untuk jam kedatangan dan jumlah peserta diberikan batasan khusus seperti :
Di program ini, anda dapat melihat cara kerja Teleskop Zeiss dan mendapatkan informasi astronomi di ruang multimedia. Untuk dapat memasuki kawasan ini, anda harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 15.000/orang.
Jadwal kunjungan siang sebagai berikut:
|
Hari |
Jam |
Kapasitas |
Catatan |
|
Selasa |
Sesi 1 : 09.00 – 10.30 WIB |
200 Orang |
Hanya Menerima Kunjungan Dari Instansi/ Sekolah/ Organisasi. & Tidak Menerima Kunjungan Keluarga/ Perorangan |
|
Sesi 2 : 11.00 – 12.30 WIB |
|||
|
Sesi 3 : 13.00 – 14.30 WIB |
|||
|
|
|||
|
Rabu |
Sesi 1 : 09.00 – 10.30 WIB |
200 Orang |
|
|
Sesi 2 : 11.00 – 12.30 WIB |
|||
|
Sesi 3 : 13.00 – 14.30 WIB |
|||
|
|
|||
|
Kamis |
Sesi 1 : 09.00 – 10.30 WIB |
200 Orang |
|
|
Sesi 2 : 11.00 – 12.30 WIB |
|||
|
Sesi 3 : 13.00 – 14.30 WIB |
|||
|
|
|||
|
Jumat |
Sesi 1 : 09.00 – 10.30 WIB |
200 Orang |
|
|
Sesi 2 : Tidak Ada |
|||
|
Sesi 3 : 13.00 – 14.30 WIB |
|||
|
|
|||
|
Sabtu |
Buka Pukul 09.00 – 13.00 WIB |
200 Orang |
Untuk Kunjungan Perorangan/ Keluarga/ Kelompok Kecil < 20 orang |
Di program ini, jika langit cerah (tidak mendung/hujan/berkabut) anda dapat melihat cara kerja Teleskop Zeiss, mendapat informasi astronomi di ruang multimedia, dan meneropong langsung dengan teleskop portable dan Teleskop Bamberg. Jika cuaca tidak mendukung, acara tetap berjalan tanpa peneropongan. Untuk mengaksesnya, anda harus mendaftar terlebih dahulu dengan biaya Rp. 20.000/orang. Program kunjungan malam hanya dibuka beberapa malam di musim kemarau (April - Oktober). Acara berlangsung dari jam 17.00 – 20.00 WIB. Jika anda ingin berkunjung, diharapkan untuk datang sebelum acara dimulai dikarenanakan arena kapasitas yang terbatas dan anda diharapkan mendaftar jauh hari sebelumnya. Jadwal malam umum pada biasanya dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat pada tanggal-tanggal berikut:
|
Bulan |
Tanggal |
|
April |
14, 15, 28, 29 |
|
Mei |
12, 13, 26, 27 |
|
Juli |
14, 15, 28, 29 |
|
Agustus |
11, 12, 25, 26 |
|
September |
8, 9, 22, 23 |
|
Oktober |
6, 7, 20, 21 |
Sedangkan untuk cara pembayaran berkunjung ke Obsetvatorium Bosscha Bandung dapat melalui dua cara, yaitu :
Untuk program kunjungan siang, anda dapat langsung datang dan membeli tiket di lokasi pada hari Sabtu pukul 09.00 – 13.00 WIB. Sedangkan untuk program kunjungan malam, anda harus melakukan reservasi terlebih dahulu via telepon lalu anda bisa melakukan pembayaran secara tunai di lokasi saat anda berkunjung.
Untuk program kunjungan secara rombongan, anda diharuskan mengirim surat resmi (menggunakan kop surat, tanda tangan, dan berstempel) via pos atau faksimile yang ditujukan kepada Kepala Observatorium Bosscha dengan alamat sebagai berikut:
|
Observatorium Bosscha FMIPA Institut Teknologi Bandung Lembang, Bandung 40391 Jawa Barat, Indonesia No Telp./Fax.: +62-22-2786001 |
Dalam surat tersebut, harap mencantumkan:
Pembayaran dilakukan dengan cara transfer ke rekening BNI:
|
No rekening : 0901 042 017 Atas nama : PPM FMIPA ITB |
Dengan mencantumkan tulisan berikut di formulir transfer :
“ Bosscha dari ( Nama Sekolah/ Institusi/ Organisasi ) dan (Kota Asal)”
Kirimkan bukti transfer tersebut via faksimile ke nomor 022-2786001 dan bukti transfer yang asli dibawa dan ditunjukkan saat berkunjung.
Observartorium Boscha atau dulunya bernama Bosscha Sterrenwacht dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Pembangunan observatorium ini sendiri menghabiskan waktu kurang lebih 5 tahun sejak tahun 1923 sampai dengan tahun 1928. Pada rapat pertama NISV, diputuskan bahwa akan dibangun sebuah observatorium di Indonesia demi memajukan Ilmu Astronomi di Hindia-Belanda. Karel Albert Rudolf Bosscha yang merupakan mantan dosen Bung Karno ketika mengenyam pendidikan di Insitut Teknologi Bandung (ITB) bersedia memberikan bantuan pembelian teropong bintang. Oleh sebab itu, untuk mengenang jasanya, nama Bosscha diabadikan sebagai nama tempat teropong bintang ini. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1951, Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) menyerahkan observatorium ini kepada pemerintah Republik Indonesia. Setelah Institut Teknologi Bandung (ITB) berdiri pada tahun 1959, Observatorium Bosscha kemudian menjadi bagian dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sejak saat itu, Observatorium Bosscha difungsikan sebagai lembaga penelitian dan pendidikan formal Astronomi di Indonesia.
Observatorium Bosscha adalah tempat yang sangat cocok untuk melihat bintang yang terletak di daerah Lembang, Bandung, Jawa Barat. Sangat menarik untuk dikunjungi, sebab anda bisa bermain sekaligus belajar mengamati dan meneliti mengenai berbagai macam bintang maupun galaksi melalui teleskop di Observatorium Bosscha. Observatorium Bosscha merupakan tempat yang terkenal dikalangan para pelajar SD, SMP, maupun SMA sebab tempat ini sangat cocok digunakan untuk melaksanakan study tour, pada waktu-waktu yang telah ditentukan oleh pihak pengelola. Meskipun Observatorium Bosscha ini dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923-1928, namun tempat ini masih berfungsi normal sebagai observatorium dan digunakan oleh para peneliti untuk mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan astronomi.
Observatorium ini merupakan salah satu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Tempat ini juga diklaim sebagai satu-satunya observatorium terbesar di Asia Tenggara. Observatorium Bosscha berdiri di atas tanah seluas 6 Hektar, berada di atas ketinggian 1310 mdpl sehingga membuat udara di sekitar tempat ini begitu dingin dan segar. Tinggi bangunan ini mencapai 15 meter dengan berdiameter 11 meter, sedangkan untuk kubahnya yang dinamakan Zeis beratnya 56 ton dengan diameter 14,5 meter. Atap kubah ini dapat bergerak secara tertutup dan terbuka dengan daya listrik berkekuatan 1500 watt. Kekokohan bangunan Observatorium Bosscha ini diperkirakan dapat bertahan dari guncangan gempa berkekuatan hingga 7 SR.
Jika anda berkunjung ke Observatorium Bosscha, anda dan rekan anda akan diajak masuk ke dalam bangunan kubah tersebut untuk melihat cara kerja Teleskop Zeiss. Begitu anda masuk, anda akan ditemani oleh seorang pemandu dan dijelaskan mengenai benda-benda yang ada di dalam bangunan ini. Satu hal yang akan membuat anda terkagum-kagum adalah saat lantai berat yang berada di tengah ruangan bisa dinaik-turunkan untuk menyesuaikan posisi Teleskop Zeiss. Jika cuaca cerah, anda juga akan diperlihatkan bagaimana detik-detik kubah di atas anda terbuka dan mata akan akan dijamu dengan langit biru yang begitu indah serta menakjubkan.
Di Observatorium Bosscha terdapat Teleskop Zeiss yang sudah mulai dioperasikan sejak 1928 dan hingga sekarang masih berfungsi dengan baik. Memiliki panjang 11 sentimeter, diameter 60 sentimeter, dan berat 17 ton, awalnya teleskop ini digunakan untuk melakukan penelitian bintang ganda. Teleskop ini adalah jenis teleskop refraktor, yaitu teleskop yang menggunakan lensa (cembung) untuk mengumpulkan cahaya. Teleskop Zeiss berada dalam sebuah gedung dengan kubah yang dapat berputar 360°. Pada kubah tersebut terdapat celah yang bisa membuka dan menutup.
Saat melakukan pengamatan, kubah diputar sedemikian rupa sehingga celah tersebut menghadap ke objek yang akan diamati. Teleskop diarahkan ke objek, mengamatinya lewat celah yang terbuka tersebut. Untuk kenyamanan pengamat, lantai teleskop bisa dinaik-turunkan sedemikian rupa disesuaikan dengan posisi teleskop. Lantai yang berdiameter 11,0 m ini dapat dinaikkan maksimum sampai 3,8 m dari posisi terendahnya. Dalam penelitian astronomi, Teleskop Zeiss digunakan untuk mengamati bintang ganda visual, planet, komet, mengamati citra kawah bulan, serta benda langit lainnya.
Hingga saat ini masih ada setidaknya 10 teleskop yang aktif digunakan namun teropong yang paling populer di observatorium Bosscha ini adalah sebuah teropong bintang raksasa yang bernama Teleskop Ganda Zeiss dan kalau anda berkunjung di malam hari, anda diperbolehkan untuk mencoba menggunakan Teleskop Bamberg yang dirumahkan di sebuah bangunan di bawah tanah dengan atap melengkung yang bisa dibuka juga. Teleskop Bamberg digunakan untuk pengamatan kurva cahaya bintang-bintang variabel, serta fotometri gerhana bintang, misalnya pengamatan kurva cahaya bintang ganda delta-Capricorni. Teropong ini juga digunakan untuk pengamatan matahari dan permukaan bulan. Teropong Bamberg juga sering digunakan untuk pendidikan publik, misalnya pada Malam Umum
Selain Teleskop Schmidt Bima Sakti, Teleskop Cassegrain GOTO, dan Teleskop Refraktor Unitron yang ada di observatorium Bosscha, anda juga bisa menikmati pemandangan di Kompleks Bosscha. Rumah-rumah kuno yang memang dibangun sejak jaman Belanda masih berdiri kokoh di sana-sini dan kini dijadikan bangunan kantor dan rumah tinggal kepala observatorium. Lapangan rumput hijau terhampar di setiap area depan bangunan sehingga membuat pemandangan di kompleks Bosscha sangat cantik. Jangan lupa, keluarkan kamera anda lalu berfotolah di bangunan-bangunan tersebut, terutama bangunan utamanya. Selain sebagai pusat penelitian modern, Observatorium Bosscha Lembang juga dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah tepatnya pada tahun 2014. Ingin berwisata yang dapat anda jadikan sebagai tempat pendidikan sekaligus pemandangan yang indah? Silahkan kunjungi Obsevatorium Bosscha Bandung.
Jika anda berkunjung ke wisata pendidikan Obsevatorium Bosscha Bandung, maka penulis memberikan beberapa anjuran seperti :
Alamat Obsevatorium Bosscha,
Jalan Peneropongan Bintang, Lembang, Bandung 40391, Jawa Barat.
Hubungi bagian pendaftaran :
Catatan : Telepon/Pesan Singkat hanya akan dijawab pada waktu jam kerja.
Dari Jl. Setiabudi Bandung, silahkan ambil jalan ke arah Lembang. Dalam perjalanan, anda akan melewati Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung) dan Terminal Ledeng. Setelah sampai Terminal Ledeng, teruskan perjalanan anda ke arah Lembang. Ikuti jalan sampai Pusdik Korps Wanita Angkatan Darat. Setelah 400 meter ke depan, akan sampai gerbang bawah Observatorium Bosscha yang berada di kanan jalan. Kendaraan besar seperti Bus di parkir di depan gerbang ini. Perjalanan dilanjutkan dengan jalan kaki sekitar 800 meter, melewati gerbang atas, dan sampai di Observatorium. Sedangkan jika anda menggunakan kendaraan kecil, anda bisa langsung menuju ke atas.
Naiklah angkot St. Hall – Lembang lalu berhenti langsung di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
Naiklah angkot Cicaheum – Ledeng dan berhenti di Terminal Ledeng. Setelah itu, anda berganti angkot jurusan Stasiun Hall – Lembang lalu berhenti langsung di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
Naiklah Bus Damri – Terminal Ledeng. Setelah itu turun di terminal dan ganti dengan angkot jurusan Stasiun Hall – Lembang lalu berhenti langsung di gerbang bawah Observatorium Bosscha.
Kembali ke: