Profile Air Terjun Mananggar Ngabang

Air Terjun Mananggar Ngabang

Air Terjun Mananggar Ngabang

Alam Tersejuk di Kabupaten Landak

O... Binua Landak
Kaya alam adat man budayanya
O... Binua Landak
Binua gagas nagari kampokng kami

 

Sepenggal lagu diatas merupakan lagu adat dayak daerah Kabupaten Landak, Ngabang. Lagu tersebut menceritakan tentang keindahan dan kekayaan alam Kabupaten Landak, salah satunya adalah Air Terjun Mananggar.

Jika kita berbicara tentang pedesaan dengan alam paling sejuk yang ada di Kabupaten Landak, maka jawabannya berada di Kecamatan Air Besar. Kecamatan ini berada di daerah tinggi dengan beberapa gunung dan perbukitan dan memiliki destinasi wisata air terjun yang menjadi primadona, yaitu Air Terjun Manangar.

 

Jam Buka Air Terjun Mananggar Ngabang

Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang terbuka bagi masyarakat umum dan tidak memiliki jam buka pada umumnya. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket masuk sebab wisata ini tidak menerapkan biaya untuk akses ke dalamnya.

Jika anda ingin berfoto dengan view yang bagus, sebaiknya anda datang pada pagi hari, sebab embun di pegunungan masih ada. Juga pada sore hari menjelang senja untuk mendapatkan pencahayaan yang indah di sekitar Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang

 

Zona Air Terjun Mananggar Ngabang

Lika-Liku Menuju ke “Surganya” Kota Ngabang

 

 

Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang adalah sebuah air terjun yang terletak di Dusun Engkangin. Air Terjun/ Riam ini memiliki beberapa nama lain, misalnya Riam Malanggar/ Riam Manangar/ Menaggar/ dan Benanggar.

Air terjun ini merupakan patahan dari Sungai Landak. Letaknya berada di Hulu Sungai Landak, sekitar 290 km arah timur laut dari Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Air Terjun Mananggar memiliki ketinggian sekitar 60 meter dan lebar 60 meter yang menyajikan pesona alam yang sangat eksotis.

 

 

Perjalanan untuk mencari “surga” di Ngabang ini berawal dari Kota Ngabang menuju ke Jalan Sarimbu. Ketika anda melintasi Kota Ngabang menuju ke Jalan Sarimbu, maka jalan aspal akan menyambut anda dengan pepohonan di kiri dan kanannya.

Sesampainya di Jalan Sarimbu, anda harus meneruskan perjalanan ke Kecamatan Air Besar dengan estimasi waktu 2-2,5 jam. Walaupun keadaan jalan tidak beraspal, tapi perjalanan tersebut terbayarkan dengan pemandangan perbukitan dan hutan yang asri, dengan udara yang segar yang terhirup dengan lepas.

 

Ketika kita telah sampai di gerbangnya Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang, yaitu Desa Tauk, maka kita akan melapor kepada pihak kepala desa bahwa kita akan mengunjungi Riam Mananggar. Sambutan yang hangat akan kita rasakan begitu kita bertemu dengan beliau untuk mengonfirmasi kedatangan dan jadwal kepulangan anda dari air terjun tersebut. Setelah perizinan selesai, anda akan melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan dengan jarak 6-8 km.

 

 

Perjalanan dengan akses yang terbatas membuat anda harus mengendarai kendaraan bermotor dengan handal. Anda akan disuguhkan dengan jalan berbukit-bukit, sehingga  anda akan menempuh medan yang menanjak dan menurun dari perjalanan tersebut.

Seiring dengan berjalannya waktu, maka anda akan tiba di tempat pemberhentian kendaraan Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang yang letaknya lebih tinggi dari air terjun tersebut. Lalu anda tinggal berjalan kaki setapak demi setapak untuk menyambut “surga” di Tanah Landak.

 

Alternatif kendaraan lainnya yaitu dengan menggunakan mobil, maka anda bisa menyewa kapal motor penduduk setempat dari Desa Hanura yang kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki ke lokasi ± 15 menit dengan harga Rp. 25.000-Rp. 50.000 per mobil dengan tarif parkir penjagaan Rp.10.000.

 

Pintu Tenda dan Pancingan di Depan Air Terjun

 

 

Dari kejauhan bunyi air yang jatuh dari ketinggian telah “merasuki telinga kita. Kita akan diperlihatkan dengan hijaunya pepohonan dan rerumputan, ditambah dengan bulir-bulir air yang terbang membasahi tubuh. Ya, akhirnya kita telah sampai ke tujuan utama kita yaitu Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang.

Sebelum anda menerjunkan diri anda ke pinggiran air terjun, sebaiknya anda mendirikan tenda jika anda ingin menginap. Tanah dengan rerumputan di depan air terjun telah siap menyambut kedatangan anda. Titik ini merupakan titik terbaik untuk mendirikan tenda, sebab ketika pintu tenda terbuka maka anda akan dengan mudah menikmati keindahan alam dari Air Terjun/ Riam Mananggar.

Setelah mendirikan tenda dan berniat untuk menginap, maka anda harus menaati aturan yang terdapat di tempat ini, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga ketenangan, dan aturan lainnya.

Jika anda ingin mencari ikan segar, maka anda bisa memancing ikan ataupun udang di air tejun yang menyimpan kekayaan ekosistem di airnya. Biasanya, ikan-ikan yang terdapat di Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang oleh warga sekitar disebut Ikan Dekat, karena saat kita mendekatinya ikan ini tidak akan menjauh, namun hanya bergeser sedikit dari gerakan kita.

 

Naik-naik Ke Atas Bukit

 

 

Jika kita ingin melihat keindahan Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang dari atas, maka kita harus naik ke atas tebing untuk sampai ke atas. Begitu sampai di atas, mata ini akan disejukkan dengan pemandangan yang begitu luar biasa. Tepat di seberang anda berdiri, atau sebelah kiri bila anda menghadap ke air terjun, terdapat sebuah pondok tempat ditancapkannya Pantak. Dalam Adat Dayak, tempat ini merupakan tempat ritual keagamaan yang telah ada sejak ribuan tahun yang lalu.

Jika anda terus berjalan ke hulu sungai dari air terjun dan mendaki tebing-tebing bebatuan, maka anda akan melihat gua dibalik tebing tesebut. Ada yang menyebut bahwa gua ini dengan Gua Beratus/ Gua Kelelawar. Gua ini memiliki pintu yang sangat kecil dan hanya bisa dilalui satu orang saja. Di dalam gua ini, terdapat  ruangan luas dan perabotan seperti meja, kursi, dan lain-lain yang terbuat dari bebatuan. Ruangan ini digunakan untuk berdoa dan terdapat patung Bunda Maria di dalamnya.

 

 

Sore harinya kita masih bisa menemukan burung Enggang Gading, maskot Kalimantan Barat, dengan jenis Buceros rhinoceros yang terdengar menjelang sore hari. Kepakan sayapnya yang diselimuti oleh bulunya yang berwarna hitam putih, menandakan keagungan dan keperkasaan burung tersebut.

Pelangi nan indah di dekat air terjun sekitar pukul 16:00-16:30 membuat keindahan “surga” di Tanah Landak begitu bertambah.

Penasaran?

Silahkan kunjungi Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang, air terjun yang menyimpan berbagai cerita, pintu tenda di depan air terjun, tempat pemujaan Suku Dayak, Gua Beratus, dan ditutup oleh kicuan burung dan indahnya pelangi. Semua yang menambah keyakinan kita, bahwa ini pantas disebut sebagai Surganya Tanah Landak.

 

Transportasi Menuju Air Terjun Mananggar

Kendaraan Pribadi

           Jika memulai perjalanan dari Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, maka anda bisa memulai perjalanan dari Kota Pontianak – Mandor – Pahauman -  Kota Ngabang -  Jalan Raya Sarimbu – Kecamatan Air Besar – Desa Tauk – Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang . Waktu tempuh dari Kota Pontianak jika tanpa hambatan macet sekitar 6 jam 50 menit  / 225 Km.

 

Jika memulai perjalanan dari Kota Singkawang, maka anda bisa memulai perjalanan dari Kota Singkawang – Kota Bengkayang - Kota Ngabang  -  Jalan Raya Sarimbu – Kecamatan Air Besar – Desa Tauk – Air Terjun/ Riam Mananggar Ngabang . Waktu tempuh dari Kota Singkawang jika tanpa hambatan macet sekitar 6 Jam 19 menit / 193 Km.

 

Kembali ke:

Wisata di Pontianak

Wisata di Kalimantan Barat

Wisata di Nusantara

Informasi tempat wisata dan lainnya bisa di akses lebih mudah menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa di pilih sesuai propinsi.Bagi pengguna android silahkan downlod klik logo di bawah ini;

Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang
Air Terjun Mananggar Ngabang