Profile Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Gunung Tangkuban Perahu Bandung

Melihat “Perahu” di Atas Gunung

 

 

Jika anda sedang berkunjung atau liburan di Lembang, Bandung, ada satu destinasi wisata pegunungan yang terdapat di sana, yaitu Wisata Gunung Tangkuban Perahu. Wisata ini terletak di daerah Cikole, Lembang, Provinsi Jawa Barat, atau sekitar 30 km ke arah utara dari Kota Bandung, dengan titik koordinat 6,77° Lintang Selatan 107,6° Bujur Timur. Selain melewati Kota Bandung, Gunung Tangkuban Perahu juga bisa anda akses melalui Kabupaten Subang yang berjarak sekitar 30 km.

Ketinggian Gunung Tangkuban Perahu sendiri mencapai 2.084 meter atau sekitar 6.837 kaki di atas permukaan air laut. Gunung ini masuk dalam kategori Gunung Stratovulcano, dimana pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat serta gunung ini juga mengeluarkan materi letusan berupa lava dan sulfur.

 

 

Jam Buka dan Tiket Masuk ke Wisata Gunung Tangkuban Perahu

 

 

Untuk dapat memasuki kawasan Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, anda bisa datang pada pukul 07:00 – 17:00 WIB. Tiket masuk yang dikenakan adalah sebagai berikut :

Wisatawan domestik :

  1. Tiket masuk     : Rp 20.000 (biasa) / Rp. 30.000 (libur)
  2. Parkir motor    : Rp 12.000 (biasa) / Rp. 17.000 (libur)
  3. Parkir mobil     : Rp 25.000 (biasa) / Rp. 35.000 (libur)
  4. Parkir bus        : Rp 110.000 (biasa) / Rp. 150.000 (libur)

 

Wisatawan asing:

  1. Tiket masuk: Rp 200.000 (biasa) / Rp. 300.000 (libur)
  2. Parkir motor    : Rp 12.000 (biasa) / Rp. 17.000 (libur)
  3. Parkir mobil     : Rp 25.000 (biasa) / Rp. 35.000 (libur)
  4. Parkir bus        : Rp 110.000 (biasa) / Rp. 150.000 (libur)

 

Berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu

Mengapa dinamakan Tangkuban Perahu?

 

 

Terlintas di benak kita ketika ingin berlibur ke tempat ini. Mengapa dinamakan Tangkuban Perahu?

Konon, ada sebuah cerita legenda yang unik tentang Gunung Tangkuban Perahu. Bahkan legenda ini sudah sangat dikenal di masyarakat luas. Legenda ini juga dipercaya sebagai asal usul terbentuknya objek wisata di Jawa Barat ini.

Pada zaman dahulu hiduplah seorang perempuan nan cantik parasnya bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi hidup di tengah hutan belantara bersama anaknya yang bernama Sangkuriang, dan seekor anjing kesayangan bernama si Tumang. Sebenarnya si Tumang tak lain adalah ayah dari Sangkuriang, namun ia tak mengetahui hal tersebut.

Pada suatu hari, Sangkuriang pergi berburu rusa bersama anjing kesayangannya yaitu si Tumang. Namun malang, hingga tenggelamnya matahari, Sangkuriang tidak mendapatkan hasil. Ia takut untuk pulang, karena bisa mengecewakan ibunya. Sangkuriang memutuskan untuk membunuh si Tumang dan membawa dagingnya pulang.

Sesampainya dirumah, dayang Sumbi pun menyambut hangat kedatangan anaknya. Ia pun segera memasak daging yang dibawa oleh Sangkuriang. Namun belum selesai acara makan bersama anaknya, Dayang Sumbi pun menanyakan pada anaknya tentang keberadaan si Tumang. Lalu, Sangkuriang mengakui bahwa daging yang dibawanya adalah daging si Tumang. Dayang Sumbi pun sangat marah pada Sangkuriang dan mengusirnya. Akibat kemarahan ibunya, ada luka yang membekas di kepala Sangkuriang.

Sekian lama berlalu, Dayang Sumbi bertemu dengan seorang pemuda yang gagah dan tampan, mereka pun menjalin kasih. Pada waktu yang bersamaan, ia melihat bekas luka di kepala pemuda tersebut dan menyadarkannya bahwa itu adalah Sangkuriang.

Dayang Sumbi pun merasa bingung, akhirnya ia mungajukan syarat yang tidak logis pada pemuda tersebut. Jikalau ingin menikahinya, pemuda itu harus membuat danau beserta perahu yang sangat besar dalam semalam. Pemuda itu, yang tak lain adalah sangkuriang, dengan gigih membuat danau beserta perahu yang sangat besar.

Menjelang pagi, pekerjaan Sangkuriang hampir selesai. Namun disisi lain, Dayang Sumbi berdoa agar, matahari terbit lebih cepat. Dan akhirnya doa Dayang Sumbi pun terkabul, matahari terbit lebih cepat dan Sangkuriang belum berhasil menyelesaikan pekerjaanya. Sangkuriang pun marah dan menendang perahu yang telah dibuatnya hingga terbalik tepat di tengah – tengah danau. Dari perahu terbalik itulah, kemudian disebut Tangkuban Perahu. Memang jika kita amati, bentuk dari gunung ini menyerupai perahu yang terbalik.

 

Wilujeng Sumping di Gunung Tangkuban Parahu

 

 

Wisata Gunung Tangkuban Perahu berada di Jalan Gunung Tangkuban Parahu, Sukajaya, Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat. Ketika anda ingin menuju ke Gunung Tangkuban Perahu, anda akan melewati jalan yang dengan patokan plang Tahu Tauhid di sebelah kiri, maka sekitar 200 meter lagi anda akan sampai di gerbang akses menuju ke wisata Gunung Tangkuban Perahu yang berada di kiri jalan.

Wilujeng Sumping. Selamat Datang. Welcome To, di Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu”, kata-kata ini terdapat di atas gerbang masuk wisata Tangkuban Perahu yang menandakan bahwa kita telah tiba di tempat wisata.

 

 

Memasuki lokasi wisata, jalan beraspal yang berkelok-kelok ditemani pemandangan hutan di sisi kanan dan kiri terlihat sepanjang perjalanan dan menyambut kedatangan kita.

Jika kita datang ke sini dengan kendaraan pribadi, kita dapat masuk ke dalam kawasan kawah karena sudah tersedia tempat parkir kendaraan di dalamnya. Namun, akan berbeda lagi jika anda pergi ke sini dengan kendaraan bus, sebab bus akan diparkir pada tempat parkir khusus bus, sekitar 2-3 Km sebelum mencapai Kawah Tangkuban Perahu. Dari tempat parkir ini, perjalanan akan dilanjutkan dengan mobil ELF, yang akan mengantarkan kita ke Kawah Tangkuban Perahu.

 

Tiga Kawah Utama

 

 

Gunung Tangkuban Perahu adalah kawasan wisata yang menawarkan pemandangan indah alam bumi parahiyangan. Sesampainya di sini, anda bisa melihat gunung dikelilingi kawah dan kabut. Udaranya pun sejuk. Karena itu menyenangkan sekali jika berkunjung bersama dengan keluarga dan sahabat.

Gunung Tangkuban Parahu ini masih termasuk dalam kategori gunung berapi aktif yang statusnya terus diawasi terus oleh Badan Direktorat Vulkanologi Indonesia. Diantara beberapa kawahnya juga menunjukkan tanda-tanda dari aktifnya Gunung Tangkuban Perahu seperti munculnya gas belerang serta sumber-sumber air panas yang berada di kaki gunungnya.

 

 

Di kawasan Gunung Tangkuban Perahu terdapat tiga kawah yang menarik untuk dikunjungi. Kawah tersebut adalah Kawah Domas, Kawah Ratu dan Kawah Upas.

          Begitu anda turun dari kendaraan anda, maka dinginnya suhu gunung dan pemandangan yang indah akan memanjakan tubuh dan mata anda. Tapak demi tapak kaki terus melangkah, maka kita akan menuju ke deretan kawah-kawah di Tangkuban Perahu.

Kawah yang paling besar dan banyak dikunjungi adalah Kawah Ratu. Sesuai namanya, kawah ini menjadi ratu di area Gunung Tangkuban Perahu. Keindahannya, dapat menarik para wisatawan yang berkunjung, termasuk anda. Pemandangan yang cantik dapat Anda saksikan disini Pada umumnya tanah di sekitar Kawah Ratu berwarna putih, tapi ada juga batu belerang berwarna kuning. Batuan besar, tanah yang kering dan gersang, pasir dan pepohonan kering menambah lengkap pemandangan yang indah ini. Ditemani dengan kepulan asap belerang dari kawah, menambah kesan “Sang Ratu” pada kawah ini.

 

 

Selain menyuguhkan pemandangan yang cantik, kawah ini juga sangat mudah untuk dilewati. Sesampainya di sana, anda dapat berkeliling dengan menyewa lalu menunggangi kuda seraya menikmati pemandangan.

Jika ingin menikmati suasana yang lebih tenang, atau ingin sekadar minum santai sambil menikmati pemandangan bibir kawah, anda bisa berjalan sedikit menuju ke area sebelah kanan dari parkiran di Kawah Ratu.

Suasana di sana jauh lebih tenang. Banyak terdapat warung dan bangku di pinggir kawah untuk anda tempati sambil meminum minuman hangat dan istirahat. Tak heran, di sepanjang perjalanan anda menikmati pemandangan, terdapat banyak pedagang di kios-kios yang menjual dagangannya disini. Mereka menyediakan menu kuliner, minuman, cinderamata serta aksesoris lain seperti topi, sarung tangan, syal dan kerajinan tangan dari kayu, serta harganya pun cukup murah.

 

 

 

Selanjutnya ada Kawah Upas yaang terletak berdampingan dengan Kawah Ratu. Kawah Upas terlihat lebih dangkal dan kecil, jalan yang dilewati untuk menuju kawah ini juga tidaklah mudah. Anda harus melewati lautan pasir yang terjal. Jadi tak heran, pengunjung di Kawah Upas hanya segelintir orang saja, mengingat medannya yang cukup sulit.

Namun, anda masih bisa mengunjungi kawah lainnya yaitu Kawah Domas. Kawah ini berbeda dengan kawah – kawah lain yang ada di area Tangkuban Perahu. Kawah Domas terletak sedikit di bawah kedua kawah tersebut dan dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan atau berjalan kaki melewati jalan setapak.

 

 

Jalan setapak ini cukup menarik karena kondisinya tidak mulus dan dipayungi pohon-pohon khas pegunungan. Rasakan sensasi ketika anda berjalan, hirup aroma segarnya udara ditemani dengan hijaunya pepohonan, ditambah dengan sejuknya udara di sekitarnya.

Sesampainya di Kawah Domas, anda bisa berendam kaki di lumpur belerang, karena memang kawahnya bisa didatangi langsung oleh pengunjung dan andapun bisa merebus telur lalu menikmatinya sebagai penghangat tubuh anda. Sangat menarik dan patut untuk dikunjungi.

 

Ada Tempat Oleh-oleh?

 

 

Berbicara mengenai objek wisata tentu tidak bisa lepas dari yang namanya cinderamata. Dimanapun tempatnya, sangat umum ditemui penjual aneka macam kerajinan ini. Begitu juga kalau anda berkunjung ke objek wisata Gunung Tangkuban Perahu, berbagai macam kios yang jumlahnya cukup banyak berderet menjualbelikan pernak-pernik khas Jawa Barat.

Rata-rata dari banyak kios ini menjual pernak-pernik yang serupa. Hiasan-hiasan seperti replika gitar, bass drum, gamelan, replika angklung, hiasan yang terbuat dari batok kelapa, dan gantungan kunci yang umumnya dibuat dengan rapi.

 

 

Kalau anda mau membeli barang yang lebih fungsional, di sana juga terdapat aneka macam sandal yang lucu-lucu, syal, topi, dan kaos. Berbagai pernak-pernik untuk anak juga banyak tersedia. Sehingga cukup banyak pilihan di sebelah kiri dan kanan anda yang mungkin menarik untuk dibeli.

Sedikit tips jika ingin berbelanja di tempat ini, anda harus berani menawar harga barang. Sebuah angklung berukuran kecil dipatok Rp. 100.000. Bila berani menawar, anda bisa membelinya dengan harga Rp. 55.000- Rp. 65.000. Untuk sebuah topi rajut dihargai Rp 35.000. Di sekitar anda juga ada calung bambu yang awalnya dihargai Rp. 45.000, jika anda menawar maka anda bisa dapatkan dengan harga kisaran Rp 30.000 – Rp. 35.000. Sangat membantu bukan?

 

“Sedia Payung Sebelum Hujan”

              Ada pepatah yang mengatakan bahwa Sedia Payung Sebelum Hujan. Pepatah ini berarti mengarahkan anda untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum melakukan apapun. Agar wisata anda ke kawasan objek wisata Gunung Tangkuban Perahu ini lebih nyaman, saya akan membagikan tips - tips yang bisa dijadikan referensi anda ke kawasan Gunung Tangkuban Perahu.

  1. Siapkan pakaian hangat agar anda tidak kedinginan.
  2. Pakailah sepatu yang kuat agar memudahkan perjalanan anda.
  3. Gunakan Sunblock jika perlu
  4. Sebaiknya pakailah kacamata untuk menghalang debu yang berterbangan.
  5. Gunakan masker untuk melindungi anda dari kepulan asap belerang yang mengganggu. Jika lupa, maka anda bisa membelinya di pedagang yang menjual masker pada lokasi transit ELF sebelum menuju ke kawah Gunung Tangkuban Perahu.

 

Pesona Gunung Tangkuban Perahu ini begitu mengagumkan, bahkan pada saat cuaca cerah. Lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas, dan dasar kawah pun dapat kita nikmati keindahannya yang sangat menakjubkan.

Keindahan alam inilah yang menjadikan Tangkuban Perahu menjadi salah satu tempat wisata alam unggulan Provinsi Jawa Barat.

Penasaran dan ingin merasakan sensasi dinginnya pegunungan ditambah dengan pemandangan yang indah? Silahkan kunjungi Gunung Tangkuban Perahu.

 

Transportasi Menuju Gunung Tangkuban Perahu

Kendaraan Pribadi

  1. Keluar pintu Tol Pasteur menuju ke Jalan Dr. Djunjunan – Pasirkaliki – Sukajadi – Setiabudi – Lembang – Gunung Tangkuban Perahu.

 

  1. Keluar pintu Tol Padalarang menuju arah Cimahi – belok kiri ke arah Jalan Kolonel Masturi – sampai pertigaan Jalan Raya Lembang, belok kiri – Gunung Tangkuban Perahu.

 

Kendaraan Umum

  1. Keluar pintu Tol dari Bandung Kota naik angkot atau Damri ke Terminal Ledeng dengan tarif Rp. 5.000-Rp. 8.000 (sekitar 30 menit). Di Ledeng, kalau ada naik angkutan yang langsung ke Tangkuban Perahu (trayek tidak resmi) dengan tarif Rp. 8.000-15.000 atau anda bisa naik ELF jurusan Subang dan turun di tepi jalan masuk ke Tangkuban Perahu dengan tarif Rp. 10.000-20.000. Setelah itu, beli tiket masuk Tangkuban Perahu, lalu naik mobil ELF yang disediakan penduduk setempat untuk ke Kawah Ratu dengan tarif sekitar Rp. 60.000/orang atau jika rombongan (minimal 10), maka bisa lebih murah sekitar Rp. 30.000- Rp. 50.000 per orang. Tarif ini bisa dinegosiasikan, karena itu cobalah menawar untuk mendapatkan tarif yang lebih murah.

 

Dari Bandung naik angkot jurusan Lembang (Stasiun Hall-Lembang) dan turun di Lembang (5.000). Dari Lembang naik angkot kuning jurusan Cikole. Tanya ke supir apakah mengantar sampai Kawah Tangkuban Perahu atau tidak. Jika ia, maka anda naik, lalu meneruskan perjalanan ke tepi jalan masuk Tangkuban Perahu. Setelah itu, beli tiket masuk Tangkuban Perahu, lalu naik mobil ELF yang disediakan penduduk setempat untuk ke Kawah Ratu dengan tarif sekitar Rp. 60.000/orang atau jika rombongan (minimal 10), maka bisa lebih murah sekitar Rp. 30.000- Rp. 50.000 per orang. Tarif ini bisa dinegosiasikan, karena itu cobalah menawar untuk mendapatkan tarif yang lebih murah.

 

Kembali ke:

Wisata di Bandung

Wisata di Jawa Barat

Wisata di Nusantara

Informasi tempat wisata dan lainnya bisa di akses menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa di pilih sesuai propinsi.Bagi pengguna android silahkan downlod aplikasinya klik logo di bawah ini

Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung
Gunung Tangkuban Perahu Bandung