Profile Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

Istana Kadriah Kesultanan Pontianak


Awak Datang Kame’ Sambot
Di Istana Kesultanan Pontianak

 

Kedua kalimat di atas merupakan semboyan masyarakat Kota Pontianak yang terdapat pada gapura pintu masuk Jalan Tanjung Raya I, jalan menuju Istana Kadriah.

Istana Kadriah, dulunya merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Pontianak dan merupakan satu di antara komponen awal mula berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771.

Kesultanan ini didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, seorang putra ulama keturunan Arab Hadramaut, yang ditandai dengan pembukaan hutan pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Rajab 1185 H), di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas Besar untuk mendirikan masjid dan rumah sebagai tempat tinggal sultan.

Istana Kadriah berada di dalam Komplek Kesultanan Kota Pontianak, tepatnya di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat.

Letaknya tidak jauh dari pusat Kota Pontianak. Nuansa kuning begitu terasa hampir di sebagian besar bangunan istana, mulai dari gerbang masuk hingga bagian dalam istana. Ditambah dengan kokohnya kayu belian yang menjadi pondasi bangunan ini. Inilah sebuah istana yang menjadi bangunan istana terbesar di Kalimantan Barat.

 

Jam Buka Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

         Istana Kadriah Kesultanan Pontianak ini dibuka setiap hari mulai dari jam 09:00 sampai dengan jam 15:00. Kontak telepon 082350908816 atas nama Syarif Hamdan Alkadrie selaku petugas penjaga istana.

Pada hari-hari besar, biasanya akan diadakan acara di Istana ini, namun jika terdapat keluarga kesultanan yang meningga dunia, maka istana ini akan ditutup sebagai bentuk penghormatan.

 

Deskripsi Istana Kadriah Kesultanan Pontianak


Ketika kita mulai memasuki komplek Kesultanan Istana Kadriah Kota Pontianak, kita akan disambut dengan pintu gerbang utama istana yang berbentuk lengkung dengan dengan ketebalan tembok beton sekitar 1 meter.

Di bagian kanan dan kiri pintu gerbang utama ini, terdapat dua buah meriam Portugis yang berwarna kuning. Di atas gerbang, terdapat anjungan/balkon berbentuk limas yang berfungsi sebagai tempat para prajurit untuk berjaga. Serta, di bagian depan atas gerbang ini, tedapat lafaz Allah Swt. dan Nabi Muhammad SAW.

Di bagian kanan gerbang, terdapat sebuah tugu yang merupakan bagian dari Istana Kadriah. Tugu ini dikenal dengan Tugu Peringatan 40 Tahun Sultan Muhammad Alkadrie. Sepuluh tonggak mengelilingi tugu. Dengan rantai yang saling berhubungan di bawah naungan langit biru. Bangunan pusaka yang berhiaskan warna kuning sebagai warna yang padu. Menjulang tegak menandakan struktur bangunan yang kukuh.

 

“Dengan Berkat Allah Ta’ala Beserta Nabinja Saidina Mohamad

Selamatlah Seri Padoeka Yang Maha Moelia Doeli Toeankoe Soeltan Sjarief Moehamad Al Kadrie (Sultan Ke VI) Ampat Poeloh Tahon Memerintah Keradja-an Pontianak Dari Tahon Arab 1312 Sampai 1352 Persembahan Tanda Bersetia Bakti Dari Pada Sekalian Anak Ra’jat Berserta Pendoedoek Keradja-an Pontianak”

 

Penggalan kata tersebut merupakan “goresan” yang dituliskan pada Tugu Peringatan 40 Tahun Sultan Muhammad Alkadrie dan mengarah ke utara.

Tugu ini dipersembahkan oleh rakyat dan penduduk pada bulan Maret 1935, di sebelah kanan gerbang utama Istana Kadriah untuk memperingati 40 tahun pemerintahan Sultan Muhammad Al Kadrie, sultan keenam, dan juga sultan paling lama yang menduduki tahta Kesultanan Pontianak (1895-1944).

Setelah melewati gerbang utama dan tugu peringatan, kita mulai memasuki halaman depan istana. Tepat di depan Istana Kadriah, terdapat satu meriam kecil berwarna kuning. Dulunya meriam ini ditempatkan di sisi tembok untuk mengawasi pelayaran di sungai. Namun, ada yang mengatakan bahwa meriam ini timbul terapung di Sungai Kapuas dan ditemukan oleh sultan serta dibawa ke istana, sehingga beberapa menyebutnya sebagai “Meriam Timbul”.


Lambang Istana Kadriah Kota Pontianak

 

Bangunan Istana Kadriah memilki ciri khas melayu yang sangat kental, dimulai dari bentuk rumah bergaya panggung, dominasi kayu belian yang menjadi pondasi dan dinding istana ini, serta dari warna kuning yang menjadi maskot istana ini.

Dalam filosofi budaya Melayu, warna kuning melambangkan kejayaan dan budi pekerti. Setelah itu, kita akan memasuki bagian dalam istana. Terdapat sembilan anak tangga yang terkadang disebut dengan “Tangga Sembilan”. Setelah menaiki tangga, kita akan memasuki bagian beranda. Tepat di atasnya, terdapat sebuah anjungan yang berfungsi sebagai tempat istirahat sultan beserta keluarga.

 


Secara keseluruhan, bangunan Istana Kesultanan Kadriah terdiri atas dua lantai dan lima ruangan pokok, di antaranya anjungan, balairung, singgasana, kamar kerja sultan, dan kamar tidur sultan beserta keluarga.

Balairung atau ruang pertemuan akan digunakan saat ada upacara ataupun tradisi lainnya, serta penerimaan tamu kehormatan. Di dalamnya, juga terdapat singgasana untuk sultan dan permaisuri, dihiasi dengan lambang bulan bintang sebagai lambang Kesultanan Islam.

Selain singgasana, ruangan ini juga digunakan sebagai ruang koleksi, di antaranya pakaian, keris, meja giok, koleksi tahta, foto keluarga kesultanan, foto pertemuan raja dengan tamu kehormatan, meriam, tombak, lambang kesultanan, kipas angin, dan benda lainnya.

 


 

Pada ruangan ini, anda akan disuguhkan dengan warna kuning yang begitu dominan nan megah. Warna tersebut terdapat pada dinding istana, tirai-tirai istana, langit-langit istana, pintu, singgasana, dan bagian lainnya.

Pada sisi kanan dan kiri singgasana, terdapat enam ruang kamar. Kamar kerja sultan, terdapat di kanan dan kiri. Dari arah pintu masuk, pada kamar bagian sebelah kanan dijadikan sebagai ruang kerja, kini terdapat tempat tidur Sultan dan ruangan kiri sebagai tempat shalat Sultan.

Ruangan lainnya digunakan sebagai kamar tidur keluarga. Berdiri 1,5 m dari tanah, terbuat dari belian, dan berlapiskan cat kuning, dihiasi seluruh bagian dengan warna kuning sebagai lambang kesederhanaan, kesabaran, kejayaan, dan budi pekerti Bangsa Melayu.

 

Ada yang unik?


Setiap tempat bersejarah, pastinya menyimpan keunikan tersendiri. Saat kita memasuki ruangan dalam Istana Kadriah atau di bagian ruangan Balairung, maka kita akan disuguhkan dengan dua buah kaca panjang di kiri dan kanan ruangan.
 

Cermin ini merupakan cermin yang berasal dari Perancis, dan oleh masyarakat setempat disebut dengan “Cermin Seribu/Cermin Pecah Seribu”. Mengapa demikian? Karena jika anda berkaca, maka bayangan anda akan dipantulkan sangat banyak oleh cermin di seberangnya. Penasaran? Silahkan dibuktikan sendiri!

 

Tempat Buah Tangan

Tidak sah rasanya jika kita berkunjung ke suatu tempat, namun tidak membawa buah tangan sebagai kenang-kenangan yang mengingatkan kita akan tempat tersebut. Di Istana Kadriah, tepatnya di dekat tangga sembilan, biasanya terdapat penjaga istana yang menjual souvenir khas Kota Pontianak, seperti Kain Corak Insang, Kopiah/Songkok khas Suku Melayu, gantungan kunci khas Kota Pontianak, gelang manik-manik, dan oleh-oleh lainnya. Banyak turis maupun tamu tertarik terhadap kain Corak Insang Suku Melayu Kota Pontianak yang merupakan simbol ataupun ciri khas dari pakaian Suku Melayu Kota Pontianak itu sendiri.

 

Transportasi Menuju Istana Kadriah Kesultanan Pontianak

Kendaraan Pribadi

         Jika memulai perjalanan dari Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, maka anda bisa memilih untuk melewati Jalan Arteri Supadio – Bundaran Jalan Arteri Supadio belok ke kanan - Jalan Trans Kalimantan – Jalan Tanjung Raya II – Jalan Tanjung Raya I – Belok kiri memasuki kawasan Kesultanan Kadriah Kota Pontianak.

Waktu tempuh dari Bandara Supadio sekitar 35 menit / 17,7 Km.

 

Lihat Map :

Peta Lokasi Istana Kadriah - Pontianak

Kembali ke:

Wisata di Pontianak

Wisata di Kalimantan Barat

Wisata di Nusantara

Informasi tempat wisata dan lainnya bisa di akses dengan mudah menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa di pilih sesuai propinsi.Bagi pengguna android silahkan downlod aplikasinya klik logo di bawah ini

Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak
Istana Kadriah Kesultanan Pontianak