Profile Keraton Ismahayana Landak Ngabang

Keraton Ismahayana Landak Ngabang

Keraton Ismahayana Landak Ngabang

Kerajaan di Tanah Landak

   

 

Keraton Ismahayana Landak merupakan daya tarik wisata sejarah yang terdapat di Kabupaten Landak dan menjadi lambang kebesaran serta kejayaan masyarakat Kota Ngabang, Kabupaten Landak.

Keraton Ismahayana Landak didirikan oleh Pangeran Sanca Nata Kesuma Muda (1768-1798) sebagai Sultan Landak XII. Keraton ini terletak di Jalan Pangeran Sancanata, Desa Raja, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat. Lokasi keraton atau istana ini berada sekitar 50 meter di sebelah barat Sungai Landak yang membelah Kota Ngabang, atau sekitar 177 kilometer dari Kota Pontianak.

Jam Buka Keraton Ismahayana Landak

Keraton Ismahayana Landak terbuka bagi masyarakat umum yang ingin melihat langsung peninggalan dan simbol kejayaan Kerajaan Landak. Istana ini dibuka pada hari-hari besar, seperti Upacara Ngantar Tumpang Negeri dan acara lainnya. Jika kita ingin berkunjung pada hari biasa, sebaiknya datang pada pagi hari sekitar pukul 09:00, sebab juru kunci keraton masih berada di sana.

Deskripsi Keraton Ismahayana Landak

Berawal dari Ekspedisi Pamalayu

 

 

Sebelum kita mengunjungi suatu tempat, pasti kita akan bertanya di dalam benak. Bagaimana ya proses atau sejarah berdirinya tempat ini?

Kisah ini berawal pada tahun 1275 M di mana Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari, Jawa Timur, mengutus para prajurit untuk memperluas kekuasaannya hingga ke kawasan Sumatra Tengah. Perjalanan ini dikenal dengan sebutan Ekspedisi Pamalayu.

Ekspedisi Pamalayu berlangsung hingga tahun 1292 M, ketika para punggawa dan prajurit ekspedisi ini harus kembali ke tanah Jawa lantaran Raja Kertanegara wafat. Pada saat itu, salah satu rombongan yang dipimpin oleh Ratu Sang Nata Pulang Pali I, membelokkan armada pasukannya menuju Kerajaan Tanjungpura, yang kini dikenal sebagai Borneo atau Pulau Kalimantan.

Rombongan tersebut awalnya singgah di daerah Padang Tikar, kemudian menyusuri Sungai Tenganap, dan akhirnya berlabuh di daerah Sekilap atau yang disebut juga Sepatah. Di tempat inilah, Ratu Sang Nata Pulang Pali I mendirikan Kerajaan Landak, dan nama Sekilap kemudian diganti menjadi Ningrat Batur atau Angrat (Anggerat) Batur.

 

 

Periode pemerintahan Kerajaan Landak di Ningrat Batur berlangsung sampai 180 tahun (1292—1472 M). Selama di Ningrat Batur, kerajaan ini dipimpin oleh tujuh raja, yaitu Ratu Sang Nata Pulang Pali I hingga Abhiseka Ratu Brawijaya Angkawijaya (Ratu Sang Nata Pulang Pali VII).

Pada masa pemerintahan Ratu Sang Nata Pulang Pali VII, Kerajaan Landak memiliki kompleks istana terpadu. Di istana ini, beliau menikahi Putri Dara Hitam yang kemudian menjadi permaisuri kerajaan. Dari pernikahan tersebut, Ratu Sang Nata Pulang Pali VII memiliki keturunan bernama Abhiseka Sultan Dipati Karang Tanjung yang sekaligus merupakan putera mahkota.

Setelah raja Landak terakhir di Ningrat Batur tersebut mangkat, sang putera mahkota kemudian naik tahta dan bergelar Pangeran Ismahayana (memerintah tahun 1472—1542).

 

Berhadapan Dengan Sungai Pinyuh

 

 

Begitu anda memasuki kawasan Keraton Ismahayana Landak, maka anda akan melalui jalan beraspal yang di kiri dan kanannya terdapat pepohonan dan perumahan penduduk. Setelah itu anda akan melewati gerbang yang menandakan bahwa anda akan sampai ke tempat tujuan anda.

Sesampainya di keraton, anda akan disambut dengan bentuk bangunan yang istimewa dan khas, yaitu arsitektur berupa rangkaian rumah panggung khas Melayu Kalimantan Barat yang memanjang ke belakang dan dibangun menghadap ke Sungai Pinyuh ini.

 

 

Dari luar, pandangan anda akan disuguhi oleh susunan fondasi, lantai dan dinding, serta atap sirap dari kayu belian sebagai bahan utamanya. Bangunan istana yang memiliki kombinasi bentuk atap pelana dan limasan ini terdiri atas dua bagian, yaitu Balairung atau tempat pertemuan (bagian depan) dan Rumah Sultan (bagian belakang). Kedua bagian istana tersebut dihubungkan oleh selasar yang juga terbuat dari kayu belian. Warna hijau dan kuning pun menjadi warna yang dominan di keraton ini.

 

Istana Ilir & Istana Ulu

 

 

Saat pertama kalinya menginjakkan kaki di papan belian Keraton Ismahayana Landak, maka kita akan mengenal dua jenis ruangan di keraton ini, yaitu Istana Ilir sebagai tempat memajang segala benda bersejarah peninggalan Kerajaan Landak masa lampau dan Istana Ulu yang berfungsi sebagai tempat tinggal para kerabat sultan.

Ruang pertama yang akan kita masuki merupakan ruang yang dulunya dipakai untuk menerima para tamu kerajaan. Di sini, Anda akan mengenal bagaimana sejarah dan perkembangan Keraton Ismahayana Landak secara singkat. Juru kunci akan menceritakan pada anda bagaimana perjuangan para sultan dan rakyatnya di masa lampau.

Jika anda melihat dinding keraton ini, anda juga dapat membaca Lontar Sejarah Singkat Kerajaan Landak yang dipampang di salah satu dinding ruangan yang dipercantik dengan dua perangkat meja-kursi ini. Selain itu, di tempat ini anda juga dapat mengenal lebih jauh siapa saja raja yang pernah memerintah dan bagaimana silsilahnya. Ruangan ini juga dihiasi oleh warna kuning dan hijau.

 

Emas & Intan

 

 

Setelah anda mempelajari sejarah kerajaan ini di ruang tamu kerajaan, maka langkah kaki kita akan terus melangkah mengikuti pemandu untuk memasuki ruang kedua atau ruang tengah di mana pada masa lalu ruang ini berfungsi sebagai tempat singgasana raja dan permaisurinya.

“Kilauan yang memesona”, itulah kata yang akan keluar dari mulut kita setelah melihat kemewahan terpancar dari singgasana raja karena terdapat unsur emas, berlian, dan batu-batu mulia. Benda-benda tersebut ada di kursi, gorden, guci, sampai ke pajangan dinding. Kilauan-kilauan tersebut lebih nyata karena diterpa cahaya matahari yang masuk dari jendela Keraton.

 

 

Begitu anda mengelilingi ruangan ini, maka anda dapat menyaksikan berbagai dokumentasi foto kerabat raja, foto-foto peristiwa kerajaan yang tersusun mengelilingi dinding dari kayu belian. Selain itu, terdapat hiasan-hiasan di sekitar singgasana raja beserta panji-panji kerajaan yang berjajar di samping kanan dan kiri, berwarna kuning dan hijau.

Melangkahkan kaki di sisi lain ruangan, maka anda akan masuk ke kamar tidur raja. Meski bangunan kayu kuning kehijauan tampak sederhana, tetapi tirai yang mengelilingi tempat tidur bertahtakan banyak batu mulia memiliki kesan mewah. Pakaian Sang Raja yang dipajang di sanapun, dibordir dengan benang emas dan tersimpan di dalam lemari kaca.

Di sisi lain, kita bisa melihat Mahkota Sultan Landak, Keris Sikanyut, sepasang pedang sakti, tempat tidur panembahan dan isterinya, duplikat payung kebesaran sultan, dua kipas raja, seperangkat gamelan, dan Al Quran kuno. Penasaran dengan peninggalan bersejarah ini? Datanglah ke Keraton Ismahayana Ngabang, Kabupaten Landak.

 

Transportasi Menuju Keraton Ismahayana Landak

Kendaraan Pribadi

            Jika memulai perjalanan dari Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, maka anda bisa memulai perjalanan dari Kota Pontianak – Kabupaten Landak/ Kota Ngabang - Jalan Raya Ngabang – Jalan R.A. Kartini – Belok Kanan – Jalan Pangeran Sanca Nata Kusuma – Sebelah Kiri Keraton Ismahayana Landak.. Waktu tempuh dari Kota Pontianak jika tanpa hambatan macet sekitar 4 jam 2 menit / 196 Km.

 

Jika memulai perjalanan dari Kota Singkawang, maka anda bisa memulai perjalanan dari Kota Singkawang – Kabupaten Bengkayang – Kabupaten Landak/ Kota Ngabang - Jalan Raya Mungguk – Jalan R.A. Kartini – Jalan Pangeran Sanca Nata Kusuma – Sebelah Kiri Keraton Ismahayana Landak. Waktu tempuh dari Kota Singkawang jika tanpa hambatan macet sekitar 3 jam 35 menit / 169 Km.

Lihat Peta :

Lokasi Keraton Ismahayana Landak

Kembali ke:

Wisata di Pontianak

Wisata di Kalimantan Barat

Wisata di Nusantara

Informasi tempat wisata dan lainnya bisa di akses dengan mudah menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa pilih sesuai propinsi.Bagi pengguna android silahkan downlod aplikasinya klik logo di bawah ini

Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang
Keraton Ismahayana Landak Ngabang