Profile Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung

Berwisata Edukasi di Museum Geologi

Ingin berlibur di Bandung? Kota yang penuh wisata? Ya, memang kota ini memiliki banyak pilihan tempat wisata dan ciri khasnya yang membuat siapapun termasuk anda penasaran ingin mengunjunginya. Kota Bandung yang dikelilingi oleh jalur pegunungan ternyata menjadikan Bandung sebagai kota yang memiliki banyak destinasi wisata. Mulai dari tempat wisata alam seperti Gunung Tangkuban Perahu Bandung, dan Tebing Keraton Bandung, lalu anda juga bisa menjumpai wisata terpadunya seperti Dusun Bambu Lembang, Wisata Perkebunan Teh Malabar Bandung, hingga wisata berupa tempat makan yang menawarkan pemandangan yang indah seperti Kampung Daun Bandung dan Sapu Lidi Resto & Resort Gallery Bandung. Berbicara mengenai tempat wisata di Bandung, terlintas di benak kita mengenai keberadaan wisata edukasi di Bandung seperti Saung Angklung Udjo Bandung, jawabannya tentu ada, tempat ini bernama Museum Geologi Bandung. Mengisi waktu liburan dengan berkunjung ke museum ternyata bisa menjadi menyenangkan sekaligus menambah ilmu pengetahuan bagi anda dan rekan tentunya, di Museum Geologi Bandung adalah salah satunya. museum yang berlokasi di Jalan Diponegoro Nomor 57 Kota Bandung ini selalu ramai pengunjung, terutama di akhir pekan biasanya dikunjungi oleh keluarga maupun rombongan pelajar.

 

Jam Buka dan Tiket Masuk Museum Geologi Bandung

Kawasan Museum Geologi Bandung buka setiap hari yaitu pada hari Senin – Minggu kecuali hari Jumat dan hari libur nasional. Sedangkan untuk waktu berkunjung, anda bisa berkunjung pada pukul :

  • 09.00 – 15.30 WIB pada hari biasa (Senin – Kamis), dan
  • 09.00 – 13.30 WIB di akhir pekan (Sabtu – Minggu)

Jadi, anda bisa datang pada jam operasional tersebut. Sebaiknya anda datang pagi hari agar anda bisa menikmati wisata ini lebih lama dan menyaksikan semua benda-benda koleksi di museum ini. Untuk dapat memasuki tempat ini, anda perlu membayar tiket masuk dengan harga :

  • Pelajar dan Mahasiswa           : Rp.2.000
  • Wisatawan Lokal                    : Rp.3.000
  • Wisatawan Mancanegara        : Rp.10.000

 

 

Berwisata ke Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung adalah sebuah museum yang dilindungi negara serta merupakan warisan nasional yang kini keberadaannya sudah menjadi tempat wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi saat anda yang berkunjung ke Bandung. Museum Geologi Bandung merupakan sebuah bangunan yang memiliki nilai bersejarah serta sarat akan makna dan banyaknya pembelajaran mengenai materi geologi. Bangunan bersejarah di Bandung yang terletak di Jl. Diponegoro No.57, Cibeunying Kaler ini, pengelolaannya ditangani langsung dibawah kendali pemerintah. Dibangun pada tanggal 16 Mei 1928, Museum Geologi Bandung kemudian dipugar serta direnovasi dengan dana pembangunan yang berasal dari dana bantuan JICA Jepang/ Japan International Cooperation Agency sebesar 754,5 juta Yen. Akhirnya, museum ini menjadi salah satu tempat wisata di Bandung yang sangat edukatif dan sangat layak dikunjungi di Bandung untuk keperluan pendidikan atau penelitian yang dibuka secara resmi untuk umum pada tanggal 23 Agustus tahun 2000 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu, Megawati Soekarnoputri.

Pembangunan gedung Museum Geologi Bandung dimulai pada tahun 1928 yang diperuntukkan bagi laboratorium dan museum di Remrandt Staart Bandung yang sekarang disebut Jalan Diponegoro Bandung. Gedung Museum Geologi Bandung dirancang dengan konsep ”Art Deco” oleh arsitek Belanda Ir.H. Meralda Van Schouwenbrug. Museum ini diresmikan pada 16 Mei 1929 bertepatan dengan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik yang ke IV, diresmikan dengan nama “Geologische Museum”. Peragaan koleksi pada waktu itu sangatlah sederhana, dimana berbagai koleksi disimpan di dalam lemari kaca. Setiap koleksi dilengkapi label yang diberi informasi nomor dan nama koleksi serta tanggal dan lokasi ditemukannya sekaligus kolektor benda tersebut. Sistem peragaan seperti itu relatif tidak berubah sampai tahun 1998. Museum Geologi Bandung sempat mengalami beberapa kali renovasi gedung dan pengembangan peragaan koleksi yang mulai dikerjaan pada 2 November 1998, lalu dapat diselesaikan pada pertengahan Agustus 2000. Museum geologi didirikan karena pada masa itu para ahli geologi sedang melakukan penyelidikan geologi di berbagai daerah dan selalu membawa sampel mineral, batuan, dan fosil untuk diteliti di laboratorium. Mulai tahun 1922 penyelidikan geologi semakin meningkat, maka contoh batuan dan mineral yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia pun semakin banyak. Berbagai contoh tersebut memerlukan banyak tempat khusus untuk mendokumentasikannya, kemudian timbul suatu gagasan untuk memperlihatkan koleksi tersebut kepada masyarakat luas, maka dibangunlah Museum Geologi Bandung.

Jika kita melihat di pintu masuk, terdapat logo Museum Geologi Bandung yang memiliki arti tentang keberadaan dan fungsi museum yang erat berkaitan dengan aspek geologi. Makna dari logo museum ini adalah :

  • Gambar segitiga di atas lingkaran dimaknai sebagai udara
  • Gambar segitiga di bawah lingkaran dimaknai sebagai tanah
  • Gambar segitiga di kanan dan kiri lingkaran dimaknai sebagai api

Museum ini sering mendapatkan kunjungan wisata, Museum Geologi Bandung juga sering menjadi tempat tujuan study tour sekolah-sekolah yang berlokasi di Kota Bandung dan sekitarnya. Koleksi-koleksi yang dimiliki Museum Geologi Bandung sangat berguna untuk pendidikan serta mempunyai nilai-nilai sejarah kehidupan dan pelestarian alam yang sangat mendidik, mulai dari bebatuan, fosil, dan mineral. Di tempat ini anda dan rekan anda juga dapat mempelajari banyak hal yang berhubungan dengan bumi, pemanfaatan sumber daya dengan benar, cara mengolah energi, bencana alam, dan lainnya. Jika dilihat dari luar, Museum Geologi Bandung terlihat seperti gedung pada umumnya, namun di dalamnya tersimpan banyak temuan-temuan menarik yang tidak dapat ditemukan di tempat wisata lainnya. Museum ini dibagi menjadi 2 lantai dengan fungsi dan koleksi yang berbeda-beda pada setiap lantai dan ruangannya. Ada apa saja di museum ini? Mari kita temukan bersama.

 

Menuju Lantai 1

Dilihat dari luar, Museum Geologi Bandung tampak seperti bangunan di Kota Tua Jakarta. Gaya arsitektur bangunannya memanjang dan memiliki banyak jendela dengan pintu yang besar. Memasuki area museum, kita akan disambut dengan patung dinosaurus yang menambah suasana bagaikan dalam film layar lebar “Night at The Museum”. Pengelola museum pernah menyelenggarakan kunjungan malam dengan tema “Night at the Museum” di tahun 2015 untuk memberikan sensasi berbeda berkeliling museum di malam hari. Lantai 1 Museum Geologi Bandung terbagi menjadi 3 ruangan yang berbeda, yaitu ruangan tengah/ orientasi, barat, dan timur.

Isi ruang tengah/ ruang orientasi berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian :

  • Animasi kegiatan geologi dan kegiatan museum dalam layar lebar
  • Pelayanan informasi museum
  • Pelayanan pendidikan dan penelitian bebatuan Museum Geologi Bandung

Isi ruang barat, dikenal sebagai ruangan khusus geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik ruang yang akan memberikan seputar informasi tentang :

  • Sarana pemetaan dan penelitian
  • Hipotesis terjadinya bumi
  • Keadaan geologi Indonesia
  • Sistem tata surya
  • Tatanan tektonik regional
  • Maket pergerakan lempeng-lempeng aktif kulit bumi
  • Sejarah evolusi manusia menurut teori evolusi Darwin
  • Fosil manusia purba
  • Pemetaan sumber daya mineral di Indonesia
  • Berbagai jenis peralatan dan perlengkapan lapangan
  • Berbagai jenis bebatuan : batuan beku, sedimen, dan malihan
  • Pertunjukkan keadaan gunung berapi aktif di Indonesia, misalnya : Gunung Tangkuban Perahu Bandung, Gunung Krakatau, Gunung Merapi, dan lain-lain.
  • Hasil akhir kegiatan, misalnya peta geologi, geofisika, geomorfologi, gunung api, seismotektonik dan lain-lain
  • Bebatuan hasil kegiatan gunung api

 

Isi ruang timur dalah ruangan yang akan mendeskripsikan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup (evolusi), yang berisi tentang :

  • Fosil dinosaurus Tyrannosaurus Rex Osborn
  • Sejarah perkembangan dan pertumbuhan makhluk hidup yang mendiami planet bumi dari masa primitif sampai dengan masa modern
  • Kumpulan tengkorak manusia purba yang pernah ditemukan di Indonesia
  • Artefak yang digunakan manusia purba, mencerminkan perkembangan kebudayaan dari waktu ke waktu
  • Sejarah pembentukan Danau Bandung
  • Artefak yang ditemukan di pinggir Danau Bandung
  • Fosil ikan dan ular yang ditemukan dalam lapisan tanah Danau Bandung
  • Informasi proses pembentukan fosil
  • Informasi proses pembentukan batubara dan minyak bumi

 

Naik Ke Lantai 2

Lantai 2 Museum Geologi Bandung terbagi menjadi 3 bagian utama, yaitu bagian tengah, barat, dan timur.

 

Isi ruang barat :

Ruangan untuk staf Museum Geologi Bandung

 

Isi ruang tengah, berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengah Irian Jaya. Tambang terbuka Gransberg yang mempunyai cadangan sekitar 1,186 miliar ton; dengan kandungan tembaga 1,02%, emas 1,19 gram/ton, dan perak 3 gram/ton. Bekas Tambang Ertsberg (Gunung Bijih) di sebelah tenggara Grasberg yang ditutup pada tahun 1988 merupakan situs geologi dan tambang yang dapat dimanfaatkan serta dikembangkan menjadi objek geowisata yang menarik. Beberapa contoh batuan asal Irian Jaya (Papua) tertata dan terpamer dalam lemari kaca di sekitar maket. Miniatur menara pemboran minyak dan gas bumi juga diperagakan di sini :

  • Maket tambang emas paling besar di dunia yang berlokasi di Irian Jaya
  • Bebatuan asal Papua (Irian Jaya)
  • Miniatur pengeboran minyak bumi
  • Miniatur pengeboran gas bumi 

 

Isi ruang timur :

  • Ruang 1 menyajikan informasi tentang manfaat dan kegunaan mineral atau batu bagi manusia, serta panel gambar sebaran sumberdaya mineral di Indonesia.
  • Ruang 2 menampilkan rekaman kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya mineral.
  • Ruang 3 berisi informasi tentang pemakaian mineral dalam kehidupan sehari-hari, baik secara tradisional maupun modern.
  • Ruang 4 menunjukkan cara pengolahan dan pengelolaan komoditi mineral dan energi.
  • Ruang 5 memaparkan informasi tentang berbagai jenis bahaya geologi (aspek negatif) seperti tanah longksor, letusan gunung api, dan sebagainya.
  • Ruang 6 menyajikan informasi tentang aspek positif geologi terutama berkaitan dengan gejala kegunungapian.
  • Ruang 7 menjelaskan tentang sumberdaya air dan pemanfaatannya, juga pengaruh lingkungan terhadap kelestarian sumberdaya tersebut.

Bila anda sedang jalan-jalan ke Bandung, sempatkanlah untuk mengunjungi Museum Geologi Bandung yang banyak menyimpan dan mengelola materi geologi seperti fosil dari binatang purba yang pernah hidup di Indonesia. Jadi, tunggu apalagi? Segera kunjungi Museum Geologi Bandung, nikmati koleksinya, tambah pengetahuannya,

 

Alamat Museum Geologi Bandung

Jalan Diponegoro Nomor 57, Cihaur Geulis, Bandung 40122, Jawa Barat, Indonesia.

 

Transportasi Menuju Museum Geologi Bandung

Kendaraan Pribadi

              Jarak dari pusat Kota Bandung ke lokasi Museum Geologi Bandung berjarak sekitar 3 km dan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit. Berikut rute Museum Geologi Bandung yang bisa anda lewati jika berangkat dari Kota Bandung :

  1. Melalui Jalan Baranang Siang – Jalan Sunda – Terus ke Merdeka – Jalan Banda – Jalan Diponegoro – ke Cihaur Geulis – Sebelah Kiri Museum Geologi Bandung.
  2. Melalui Jalan Baranang Siang – Jalan Sunda – Jalan Sumbawa – Jalan P. Seram Luwuk – Jalan Trunojoyo – Jalan Diponegoro – ke Cihaur Geulis – Sebelah Kiri Museum Geologi Bandung.

 

Kendaraan Umum

Lokasi museum ini sangat mudah untuk ditemukan, karena berada di tengah kota dan banyak kendaraan umum yang melewati museum yang terkenal di Kota Bandung ini. Jika anda menggunakan kendaraan umum, maka anda bisa :

Naik angkot nomor 10 (warna kuning – hijau) – Rute Stasiun Hall – Sadang Serang – Turun di Pertigaan Masjid Pusdai – Naik angkot nomor 05 (warna hijau – hitam) – Rute Cicaheum – Ledeng – Turun di Museum Geologi Bandung yang letaknya tidak jauh dari ikon Kota Bandung, yaitu Gedung Sate.

 

Kembali ke:

Wisata di Bandung

Wisata di Jawa Barat

Wisata di Nusantara

Informasi tempat wisata dan lainnya bisa di akses dengan mudah menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa di pilih sesuai propinsi.Bagi pengguna android silahkan downlod aplikasinya klik logo di bawah ini

Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung
Museum Geologi Bandung