Ingin memasang iklan diskon anda di sini? Cepat dan Mudah. Klik Tombol di bawah ini dan silahkan pasang iklan diskon anda.

Provinsi Kalimantan Barat merupakan provinsi yang menyimpan banyak destinasi wisata, seperti wisata alam, wisata budaya, wisata religi, dan wisata sejarah. Salah satu wisata istimewa di Provinsi Kalimantan Barat adalah wisata alam yang berada di Kawasan Taman Nasional di Indonesia bernama Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Ini merupakan sebuah kawasan taman nasional yang terletak di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kawasan yang menyimpan berbagai macam fauna dan flora yang endemik di Pulau Kalimantan dan membuat siapapun tertarik dan penasaran untuk menjelajahinya.
Taman Nasional Gunung Palung dibuka pukul 08.00 sampai 17.00 WIB dam anda akan dikenakan biaya restribusi, atau bisa dikatakan harga tiket masuk Taman Nasional Gunung Palung. Untuk rinciannya sebagai berikut:
Harga tiket : Rp. 1.000/orang (domestik), Rp. 10.000/orang (wisatawan mancanegara) dan biaya tambahan Rp 2.500 (kamera foto) atau Rp 25.000 (kamera video).
Taman Nasional Gunung Palung merupakan taman nasional yang kawasannya meliputi Kabupaten Ketapang sampai dengan Kabupaten Kayong Utara. Luasnya kurang lebih 90.000 hektar, dengan areal terbentang di Kecamatan Matan Hilir Utara, Sukadana, Simpang Hilir, Nanga Tayap, dan Sandai.
Taman Nasional Gunung Palung merupakan kawasan yang mempunyai ekosistem yang bisa dikatakan terlengkap di antara taman-taman nasional di Indonesia. Di kawasan Taman Nasional Gunung Palung juga terdapat Gunung Palung yang mempunyai ketinggian kurang lebih 1.116 meter dari permukaan laut.
Begitu anda memasuki kawasan ini, maka anda akan merasakan sensasi sejuknya udara yang berasal dari rimbunan pepohonan. Terdapat semacam pesan yang tertulis pada papan peringatan yang ditujukan bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang datang dengan menggunakan Bahasa Melayu Ketapang yaitu “Taman Nasional Gunung Palung Usah Am Kite Beladang dan Berburu Di Gunung Gik. Agar Tadak Banjir dan Longsor. Mari Kite Jage Bersame.” Pesan ini bertujuan agar masyarakat setempat tidak berburu dan berladang di kawasan ini mengingat kawasan ini merupakan kawasan taman nasional yang harus dijaga.
Ketika kita ingin menjelajahi Taman Nasional Gunung Palung, maka kita akan dijamu oleh berbagai tanaman yang begitu indah dan endemik dikarenakan taman nasional ini memiliki berbagai macam ekosistem, yaitu :
Hutan Hujan Sub Alpine
Tipe hutan hujan sub alpine terdapat di puncak Gunung Palung (1.116 mdpl) dan Gunung Panti (1.050 mdpl). Jenis-jenis Medang dan Ubah Besi serta Bintangor (Callophyllum grandifloris) merupakan jenis-jenis dominan.
Hutan Hujan Pegunungan (400 – 800 mdpl)
Hutan hujan pegunungan terdapat di beberapa bukit yang rendah atau di lereng-lereng gunung. Jenis-jenis pohon dominan di sini antara lain Kayu Maang (Hopea ferriginea), Pakit Tengkuang (Shorea sp.) dan Agathis (Agathis beccarii).
Hutan Hujan Tropika Dataran Rendah
Vegetasi disini didominasi oleh jenis-jenis Medang, Meranti dan Ubah Besi.
Hutan Tanah Aluvial
Hamparan hutan tanah alluvial pada umumnya merupakan habitat yang subur dan mendukung keanekaragaman vegetasi yang tinggi.
Hutan Gambut
Yaitu hutan yang terletak berbatasan dengan kelompok hutan alluvial dan mempunyai potensi jenis kayu yang secara tradisional telah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Hutan Rawa
Ditemukan di cekungan dekat hutan rawa air tawar oligotropik dan hutan rawa air tawar euthropik.
Hutan Mangrove
Hutan mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh di daerah pantai berlumpur di sebelah barat kawasan. Hutan ini sangat penting dalam menunjang kehidupan aneka biota perairan, karena kemampuannya memperkaya daerah pantai dengan bahan seresah.
Ditinjau dari kekayaan ekosistem dan jenis tanaman, maka kawasan TNGP mempunyai indeks kekayaan jenis flora yang sangat tinggi sekitar 3.500-4.000 jenis vegetasi.
TN Gunung Palung juga menjadi habitat bagi tanaman unik seperti Kantong semar (Nephentes sp), Amorphophallus borneensiis (bunga bangkai), dan berbagai jenis anggrek termasuk di dalamnya Anggrek Hitam.
Ditemani Oleh Berbagai Hewan
Selain ditemani oleh pepohonan, jika anda terus mencari dan menjelajahi Taman Nasional Gunung Palung maka anda akan menemukan hewan-hewan yang unik maupun langka. Jenis fauna yang dapat dengan mudah dijumpai di dalam kawasan ini adalah dari golongan primata seperti Monyet Ekor Panjang (Macaca fasicularis), Owa/Kelampiau (Hylobathes agilis), Kelasi (Hylobathes frontata), Orangutan(Pongo pygmaeus wurmbii), Bekantan (Nasalis larvatus). Sedangkan untuk jenis mammalia darat diantaranya adalah Beruang Madu, Rusa, Babi Hutan, Landak
Di sela-sela perjalanan anda, selain ditemani dengan hewan darat maka anda akan ditemani dengan 178 spesies Burung Kalimantan atau 70 % dari jumlah spesies burung di Pulau Kalimantan.
Berdasarkan luas daerah, tempat studi Stasiun Riset Cabang Panti yang relatif kecil dibandingkan dengan luas keseluruhan TNGP, maka jenis burung yang terdapat di 27 kawasan ini tidak kurang dari 236 spesies. Dari jumlah spesies tersebut, 8 spesies diantaranya adalah spesies Enggang (Bucerotidae) dan 13 jenis Burung Pelatuk (Picidae).
Selain untuk tujuan obyek wisata dan petualangan alam bebas, taman nasional ini juga menjadi pusat penelitian atas berbagai jenis hewan dan tumbuhan. Pusat penelitian di kawasan ini adalah Stasuin Riset Cabang Panti yang didirikan pada 1985 di sisi barat kaki Gunung Palung.
Di Taman Nasional Gunung Palung terdapat Post Resort yang dikelola oleh para personel dengan peralatan komunikasi serta transportasi darat dan air. Selain itu, ada juga Shelter Wisata yang menjadi tempat rekreasi dan wisata alam.
Fasilitas yang ada di Stasiun Peneliti Cabang Panti adalah fasilitas kamp peneliti, laboratorium, tempat tinggal pengelola, dan perpustakaan. Anda yang berkunjung juga dapat menyewa rumah penduduk sebagai tempat tinggal (local home-stay), atau mendirikan kemah di lahan perkemahan. Selain itu, tersedia pemandu wisata yang akan mengantar anda menjelajahi kawasan taman nasional ini.
Jika anda ingin berkunjung ke Taman Nasional Gunung Palung, maka anda hari menaati peraturan berkunjung ke TN Gunung Palung demi keselamatan bersama, di antaranya :
Jadi bagi anda yang ingin melihat Mutiara yang Tersembunyi di Pulau Borneo, mutiara yang menyimpan kekayaan flora dan faunanya, mutiara yang memberikan kesejukan dan kesegaran bagi anda yang menghirup udaranya, rasakan dan buktikan sensasi tersebut dengan mengunjungi Taman Nasional Gunung Palung Kalimantan Barat.
Pertama dari Pontianak menuju Ketapang dengan pesawat udara (2,5 jam) atau dengan Express Boat (6 jam) - Perjalanan dari Ketapang ke Teluk Melano ditempuh dengan minibus (2 jam) - Perjalanan dari Teluk Melano ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat (6 jam).
Kedua perjalanan dari Pontianak ke Teluk Batang dapat ditempuh dengan menggunakan Express Boat (4 jam) - Dari teluk Batang ke Teluk Melano dapat ditempuh dengan minibus (1 jam) - Teluk Melano ke kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat ditempuh dengan Long Boat (6 jam).
Kembali ke: