Ingin memasang iklan diskon anda di sini? Cepat dan Mudah. Klik Tombol di bawah ini dan silahkan pasang iklan diskon anda.

Jembatan Pak Kasih Tayan adalah sebuah jembatan yang terletak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Jembatan yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Jembatan Tayan Pontianak ini adalah jembatan terpanjang nomor dua di Indonesia setelah Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu).
Sedikit berbeda dari fungsi jembatan pada umumnya, Jembatan Pak Kasih Tayan ini telah menjadi sebuah destinasi yang ramai dikunjungi wisatawan. Hal ini tidak terlepas dari suasana dan keindahan alamnya.
Jembatan Pak Kasih Tayan tidak memiliki jam buka pada umumnya. Jadi anda bisa datang kapan saja. Namun jika anda ingin berfoto dengan view yang bagus, sebaiknya anda datang pada pagi hari saat cuaca cerah dan pada sore hari saat matahari mulai kembali ke peraduannya.
Dimulai dari Kota Pontianak, maka jalan beraspal akan menjadi alas bagi kita saat berkendara. Kira-kira selama 2 jam perjalanan menuju ke Jembatan Pak Kasih, suguhan pemandangan di kiri dan kanan terdapat pepohonan yang hijau serta rumah-rumah warga.
Setelah itu, kita akan sampai ke Simpang Ampar yang ditandai dengan adanya Tugu Simpang Ampar, yaitu patung bercorak Suku Dayak dengan warna merah dan memegang mandau serta perisai. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang memberhentikan sejenak kendaraannya, lalu berfoto dengan latar belakang patung ini. Jangan lewatkan momen ini untuk berfoto dan menikmati nuansa sekeliling.
Di sekitar Simpang Ampar terdapat beberapa rumah makan maupun minimarket. Setelah anda puas berfoto dengan Tugu Simpang Ampar, anda bisa beristirahat sebentar di tempat tersebut. Setelah itu, kita akan melanjutkan perjalanan dengan “diiringi” oleh pepohonan dan perbukitan di sisi jalan.
Di perjalanan, anda akan menemukan plang untuk sampai ke Jembatan Pak Kasih Tayan dan anda mengambil arah kanan, Tayan. Dari Simpang Ampar ke jembatan tersebut anda membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit.
Beberapa saat kemudian, anda akan menemukan plang hijau yang bertuliskan Kanan : Batas Kalteng – Ketapang dan Lurus : Pasar Tayan – Meliau dan anda ambil jalur sebelah kanan. Akhirnya, lengkungan-lengkungan lampu menyambut kedatangan anda, diselingi dengan hijaunya taman-taman, merahnya dan putihnya jembatan yang menunjukan sebuah perjuangan sangat besar dengan latar belakang pegunungan.
Tepatnya pada tanggal 22 Maret 2016, Kalimantan Barat punya landmark baru selain Tugu Khatulistiwa dan Rumah Radakng. Diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Jembatan Pak Kasih Tayan ini diklaim sebagai jembatan yang terpanjang di Tanah Borneo. Jembatan ini persisnya terletak di Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau yang berjarak sekitar 112 kilometer dari kota Pontianak.
Jembatan terpanjang di Kalimantan ini menghubungkan jalan trans-Kalimantan poros selatan di wilayah Kalimantan Barat. Jalan Trans-Kalimantan merupakan jalan yang menghubungkan Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Sanggau. Setelah dibangunnya Jembatan Pak Kasih Tayan maka Kabupaten Sanggau telah terhubung dengan Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.
Jembatan Pak Kasih Tayan total Panjangnya 1.650 meter, terbagi menjadi dua bagian atau bentangan dimana jembatan I sepanjang 430 meter dan bentang jembatan II sepanjang 1.220 meter.
Sebelum kita menjelajahi bagian tengah jembatan, ada tempat yang menarik untuk berfoto, yaitu di taman-taman dekat dengan jembatan. Kita bisa berfoto dengan latar belakang Jembatan Pak Kasih Tayan. Nikmati indahnya jembatan ini dari jauh ditambah dengan gunung di seberang jembatan tersebut.
Dekat dengan taman tersebut, ada sebuah tulisan yang besar berwarna merah dan putih, yaitu tulisan “Jembatan Kapuas Tayan”. Banyak pengunjung yang berfoto dengan latar belakang tulisan tersebut. Di sisi lainnya, terdapat tulisan yang sama namun menggunakan Bahasa Inggris yaitu “Kapuas Tayan Bridge”. Jangan lewatkan momen untuk mengabadikan diri anda dengan berfoto disini ditambah latar belakang berupa perbukitan di belakangnya.
Setelah puas berfoto di kedua tempat tersebut, maka selanjutnya adalah mulai melintasi bagian tengah jembatan. Banyak pengunjung yang datang dan berjalan di tepian jembatan ini. Andapun dapat menaikinya dengan berhati-hati pada tepian jembatan.
Setelah anda naik, maka anda bisa berfoto dengan latar belakang perbukitan, sungai, dan pemandangan lainnya. Begitu banyak masyarakat yang berfoto mengingat Jembatan Pak Kasih Tayan memiliki arsitektur yang unik dengan konsep melengkung yang ditopang dengan kerangka baja.
Pembangunannya sendiri juga dilakukan melaui perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan pasang surut Sungai Kapuas. Sehingga saat sedang pasang, arus lalu lintas di atasnya tetap bisa berjalan lancar.
Disini anda tidak hanya bisa menikmati areal sekitar persimpangan di pulau yang penuh dengan taman-taman bunga yang indah. Namun anda juga bisa menikmati pemandangan jembatan di Sungai Kapuas dengan menggunakan perahu motor yang tersedia di pinggiran Sungai Kapuas.
Anda juga bisa menikmati atau melihat pertengahan jembatan ini dengan menggunakan perahu motor ini dari bawah dan dari dekat. Tarifnya berkisar Rp. 10.000 – Rp. 20.000 untuk berkeliling di bawah jembatan.
Penamaannya sendiri diberikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat pada presiden yaitu Jembatan Pak Kasih Tayan. Dibalik itu ada kisah mengapa memilih nama Pak Kasih pada jembatan ini.
Pak Kasih adalah seorang suku dayak yang sangat gigih dalam berperang melawan NICA pada sekitar tahun 1946. Jadi ini merupakan bentuk penghargaan atas keberanian Pak Kasih dalam perjuangannya meskipun ia gugur dalam peperangan.
Silahkan kunjungi Jembatan Pak Kasih Tayan, nikmati pemandangannya dan rasakan sejuknya jembatan dikelilingi pegunungan serta lihatlah aktifitas sungai di bawah jembatan ini. Jembatan yang diharapkan menjadi simbol untuk Saling Mengasihi.
Jika memulai perjalanan dari Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, maka anda bisa memulai perjalanan dari Kota Pontianak – Jalan Trans Kalimantan - Jalan Ampera Raya – Jalan Pembangunan – Belok Kanan – Jembatan Pak Kasih Tayan. Waktu tempuh dari Kota Pontianak jika tanpa hambatan macet sekitar 2 jam 24 menit / 124 Km.
Kembali ke: