Jenis Baterai yang Sesuai untuk System Panel Surya

Ditulis oleh Administrator2 pada Rabu, 09 Agustus 2017 | Dilihat 13970 kali
Jenis Baterai yang Sesuai untuk System Panel Surya

 

Ada Beragam Jenis Baterai

Baterai adalah alat yang dapat menyimpan energy kimia dan mengubahnya menjadi energy listrik. Ciri-ciri khas pada baterai adalah memiliki 2 kutub, yaitu kutub positif (katoda) dan kutub negatif (anoda).

Energy listrik pada baterai ini dapat di gunakan untuk menyalakan peralatan elektronik lainnya.

Bila ditinjau dari jenis-jenis baterai, maka akan menemukan beragam jenis baterai di pasaran. Yang paling sering ditemukan dengan kapasitas Ampere yang besar adalah Accu pada mobil.

Apakah Accu mobil ini tepat digunakan untuk panel Surya? Ataukah ada baterai khusus untuk panel surya?

Inilah pertanyaan yang sering muncul ketika ingin memulai mendesain listrik dari tenaga surya/matahari.

Baca juga:

"Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Panel Surya?"

Istilah DoD

Dalam menentukan kebutuhan Battery pada panel surya perlu pemahaman dasar yaitu DoD. Depth of Discharge (DoD) adalah suatu definisi yang menentukan batas kedalaman pengeluaran daya (discharge) yang terdapat pada battery tersebut.

Idealnya battery memiliki DoD sebesar 100%, artinya energy listrik pada battery bisa dipergunakan seluruhnya. Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian.

Pada setiap battery manufacture selalu memberikan rating DoD sebesar 80%. Dimana 20%nya dipergunakan sebagai cadangan energy listrik.

Battery yang dipergunakan tenaga listrinya 100% secara terus-menerus akan memperpendek umur dari battery tersebut.

Gbr. Isitlah SoC dan DoD pada baterai

Kategori Baterai

Pada baterai bila di tinjau dari segi pemakaian dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :

  • Baterai primer
  • Baterai sekunder.

Pembagian jenis baterai ini memiliki makna, apakah baterai ini dapat dipakai ulang atau tidak.

Baterai Primer

Baterai Primer (single use battery) adalah baterai hanya dapat dipakai 1 kali saja, setelah energy listrik pada baterai ini habis maka baterai ini di buang.

Pada baterai primer ini memang didesain tidak dapat di isi kembali. Hal ini sebabkan oleh material elektrodanya tidak dapat berkebalikan arah ketika dilepaskan.

Beberapa contoh baterai yang tergolong baterai primer ini adalah baterai Zinc-Carbon (Seng-Karbon), baterai Alkaline (Alkali), baterai Lithium, dan Baterai Silver Oxide.

Gbr. Golongan baterai primer

Baterai Sekunder

Baterai Sekunder (rechargeable battery) adalah baterai yang dapat dipakai secara berulang-ulang. Arti berulang-ulang disini adalah bila baterai sudah habis energy listrik yang tersimpan didalamnya maka dapat di isi (charging) kembali sesuai pada kutub positif-negatifnya.

Hal ini dikarenakan komposisi awal elektroda dapat dikembalikan dengan arus berkebalikan.

Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam kategori baterai sekunder diantaranya adalah baterai Li-Ion (Lithium-Ion), baterai Lead Acid, baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride), baterai Li-Po (Lithium-Polymer), dan baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium).

Gbr. Golongan baterai sekunder

Baca juga:

"Jenis 3 Posisi Selector Switch dan Simbolnya Berdasarkan Standar Internasional"

Pemilihan Baterai Yang Tepat Untuk Panel Surya

Bila sebelumnya telah memahami istilah baterai primer dan baterai sekunder, maka baterai yang tepat untuk panel surya adalah tipe baterai sekunder.

Namun perlu di garis bawahi bahwa tidak semua baterai tipe sekunder ini di pergunakan untuk panel surya. Hanya pada dua tipe utama baterai sekunder yang banyak diaplikasikan dengan sistem panel surya yaitu :

  • Baterai Lead Acid
  • Baterai Li-Ion

Mengapa demikian? Kita bahas satu persatu

Baterai Lead Acid

Beterai jenis lead acid ini sering dijumpai. Baterai ini sering dipergunakan pada dunia otomotif dan industri.

Bila di tinjau dari struktur baterainya, baterai lead acid ini menggunakan Asam Timbal (Lead Acid) sebagai bahan kimianya.

Gbr. Golongan baterai lead acid

Baterai Accu/Otomotif

Baterai ini didesain untuk menghasilkan arus listrik yang tinggi dalam waktu yang singkat. Baterai ini bisa menghasilkan arus listrik yang tinggi dikarenakan begitu banyak pelat tipis disusun secara paralel, agar resistansinya rendah, dengan permukaan yang lebih luas sehingga dapat melepas arus listrik yang tinggi dalam waktu yang singkat.

Tingginya arus yang dihasilkan dari baterai ini di gunakan untuk memutar flywheel pada mesin mobil, truk atau kendaraan lainnya.

Pada fasa pengisian baterai/charging, baterai ini mendapat supply energy listrik dari alternator (dynamo).

Pada umumnya Depth of Discharge baterai ini bisa mencapai 10%. Pada jenis baterai ini harus dihindari energy listriknya habis sama sekali karena akan mempengaruhi life time dari baterai ini.

Selain itu, life time baterai ini dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya. Baca disini selengkapnnya Masa Pakai Accu Dipengaruhi Oleh Beberapa Faktor Ini

Baterai accu/starting baterai ini sering di gunakan untuk menyimpan energy listrik walaupun secara teori tidak cocok untuk digunakan dalam sistem panel surya. Hal ini dikarenakan harga baterai accu ini lebih murah di bandingkan dengan baterai jenis VRLA (Valve Regulated Lead Acid).

Baterai Industri (Deep Cycle Battery)

Baterai jenis ini didesain untuk menghasilkan energy listrik yang stabil dan dapat bertahan dalam waktu yang lama.

Baterai ini memiliki kharakteristik siklus pengisian (charge) pelepasan (discharge) baterai yang berulang-ulang dan konstan.

Pada umumnya Depth of Discharge baterai ini bisa mencapai 20%. Deep cycle battery merupakan salah satu tipe baterai yang sangat tepat digunakan untuk sistem panel surya.

Bila ditinjau dari jenisnya baterai deep-cycle ini ada yaitu : basah dan kering.

Berikut ini penjelasan detailnya:

FLA (Flooded Lead Acid Battery)

Seperti halnya pada baterai accu, baterai jenis ini sering disebut dengan baterai basah/wet cell/flooded battery.

Di Indonesia, baterai ini lebih dikenal dengan aki basah. Baterai ini seperti halnya baterai accu pada mobil, yaitu perlu di perhatikan cairan eletrolitnya tidak boleh kurang dari garis yang di syaratkan pabrikan.

Pengguna harus membuka tiap katup untuk penambahan cairan elektrolit ke level maksimum yang sudah ada. Hal ini dikarenakan sel-sel di dalam baterai harus terendam oleh cairan elektrolit agar dapat berfungsi secara optimal, dan jika level cairannya kurang maka harus ditambah.

Selain itu, pada setiap katup terdapat lubang ventilasi yang berfungsi untuk membuang gas hidrogen yang dihasilkan saat terjadi proses pengisian baterai.

VLRA (Valve-Regulated Lead Acid Battery)

Baterai jenis ini termasuk baterai kering. Pada umumnya baterai ini disebut dengan Sealed Lead Acid battery atau Sealed Maintenance Free battery.

Disebut dengan baterai kering karena yang terlihat secara fisik hanya terminal (+) positif dan (-) negative.

Baterai ini didesain sedemikian rupa agar cairan elektrolit tidak berkurang karena bocor atau penguapan. Baterai jenis ini memiliki katup ventilasi dimana hanya terbuka pada tekanan tertentu untuk membuang gas hasil reaksi kimia.

Berikut ini adalah perbandingan baterai FLA (Flooded Lead Acid Battery) dengan VLRA (Valve-Regulated Lead Acid Battery).

Gbr Perbandingan baterai FLA (kiri) VLRA (kanan)

Bila di tinjau dari konstruksi internalnya, baterai VRLA dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

AGM (Absorbent Glass Mat Battery)

Pada baterai AGM memiliki pemisah (seperator) yang terdiri dari fiberglass yang diletakkan di antara pelat-pelat selnya. Tujuan peletakan ini adalah untuk menyerap cairan elektrolit agar tersimpan di pori-pori fiberglass.

Fungsi daripada fiberglass ini adalah mirip seperti handuk yang menyerap air ketika salah satu ujung handuknya dicelupkan ke dalam ember yang berisi air.

Gbr Baterai AGM

Gell Cells

Pada baterai Gell Cells ini memiliki cairan elektrolit yang dicampur dengan pasir silika, sehingga bentuknya menjadi kental seperti puding (gel) atau agar-agar.

Baterai gell cells ini adalah tidak tepat untuk perangkat yang membutuhkan suplai arus listrik yang tinggi (discharging) atau di isi dengan arus yang tinggi (charging) juga. Dengan perbedaan arus charging dan discharging yang tinggi maka dapat mengakibatkan gel akan cepat robek atau rusak sehingga baterai tidak dapat digunakan lagi.

Baterai jenis ini lebih tepat di gunakan pada baterai untuk menyimpan tenaga listrik panel surya daripada baterai jenis FLA.

Baca juga:

"3 Komponen Utama Lampu LED Yang Perlu Diketahui"

Baterai Li-Ion

Baterai Li-ion atau biasa disebut juga dengan baterai ion litium adalah golongan baterai sekunder. Baterai ini memiliki senyawa litium interkelasi sebagai bahan elektrodanya. Baterai ini sangat popular untuk peralatan eletronik yang portable, seperti pada handphone, laptop dan lain-lainnya.

Baterai ini memiliki banyak keunggulan, yaitu diantaranya: dengan ukurannya yang cukup kecil mampu memiliki daya charging yang singkat, dapat menyimpan energy listrik yang besar dan tahan lama. Baterai Li-Ion sangat cocok untuk tipe baterai yang sesuai panel surya.

Gbr. Baterai Li-Ion

Apakah Baterai Otomatif Sesuai untuk sistem Panel Surya?

Berdasarkan jenis-jenis baterai diatas dapat diambil kesimpulan bahwa baterai otomotif pada dasarnya tidak sesuai untuk menyimpan energy listrik panel surya. Sedangkan untuk baterai yang lainnya sangat cocok untuk menyimpan energy listrik panel surya.

Baca juga:

"Pengaturan Warna Kabel Berdasarkan Standar Nasional dan Internasional"

Manakah Baterai Yang Cocok?

Berikut ini adalah summary tipe baterai yang cocok untuk panel surya. Lihat yang warna hijau

Gbr. Baterai yang cocok dan tidak cocok untuk panel surya

Referensi

  • janaloka.com

Semoga bermanfaat.

Informasi jasa listrik dan lainnya bisa di akses lebih mudah menggunakan aplikasi IPD Belajasaku,bisa pilih lokasi terdekat.Bagi pengguna android bisa downlod aplikasinya klik logo di bawah ini

Tag: info pendidikan

 
;
;

Komentar Anda

Jadilah yang pertama dalam memberi komentar pada berita / artikel ini
Silahkan Login atau Daftar untuk mengirim komentar
Disclaimer